• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Juli 12, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi Industri

Dorong Green Manufacturing, SCG Hadirkan Solusi Perpipaan Berbasis Ekonomi Sirkular

oleh Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 16:02
10
Dilihat
Dorong Green Manufacturing, SCG Hadirkan Solusi Perpipaan Berbasis Ekonomi Sirkular
0
Bagikan
10
Dilihat

Menuju target Net Zero 2050, SCG melalui PT Berjaya Nawaplastic Indonesia mendorong transformasi green manufacturing lewat sistem utilitas hijau. Nikmati keandalan rantai pasok terintegrasi dari hulu ke hilir yang dipadukan dengan layanan garansi pengelolaan pipa rusak berbasis ekonomi sirkular.

Stabilitas.id – Bagi sebuah pabrik manufaktur—terutama yang berbasis material cair seperti industri makanan, minuman, kimia, kosmetik, hingga farmasi—sistem utilitas adalah urat nadi yang tak boleh berhenti berdenyut. Air, uap, listrik, dan udara adalah bahan bakar tak kasat mata yang menggerakkan seluruh lini produksi.

Skala operasionalnya pun tidak main-main. Satu pabrik berskala besar bisa menghabiskan sekitar 500.000 hingga 2 juta liter air per hari. Bergantungnya produktivitas harian pada volume air sekolosal ini menunjukkan bahwa gangguan sekecil apa pun pada sistem utilitas akan langsung menghantam target produksi dan profitabilitas perusahaan.

Melihat urgensi tersebut, raksasa industri SCG melalui anak perusahaannya, PT Berjaya Nawaplastic Indonesia, mulai mendorong paradigma baru: sistem utilitas tidak bisa lagi hanya dilihat sebagai biaya operasional (OPEX), melainkan harus dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang.

BERITA TERKAIT

Hadapi Krisis Global, SCG Aktifkan War Room dan Pangkas Biaya Operasional Rp3,4 Triliun

Dukung Indonesia Emas 2045, SCG Buka Beasiswa Sharing the Dream 2026

Tahun 2024, SCG Berhasil Kelola EBITDA Mencapai Rp24,13 Triliun

Taruhan Besar di Balik Pipa Utilitas

Dalam lanskap industri modern, tantangan pengelolaan utilitas kian kompleks. Salah satu fungsi paling krusial adalah sirkulasi air produksi yang mengawal rantai proses dari penyiapan bahan baku, pemrosesan, hingga sanitasi peralatan.

Risiko Nyata di Lapangan: Cairan yang dialirkan kerap membawa material korosif, mikroorganisme, dan mineral. Tanpa material perpipaan yang mumpuni, risiko penyumbatan, kebocoran, hingga kontaminasi produk mengintai di depan mata. Pada industri makanan dan minuman kemasan, misalnya, kegagalan fungsi pipa dapat memicu isu keamanan pangan (food safety) yang berujung pada penarikan produk massal dan hancurnya reputasi merek.

Tak hanya itu, sistem pendingin pabrik (cooling tower) juga sangat bergantung pada keandalan pipa, fitting, katup, dan pompa. Ketika jaringan ini bermasalah, efisiensi pendinginan merosot drastis. Akibatnya, mesin-mesin pabrik mengalami panas berlebih (overheating), memaksa sistem bekerja lebih keras, mendongkrak konsumsi energi, dan otomatis memperlebar jejak karbon operasional perusahaan.

Menjawab Tantangan Lewat Solusi Material Andal

Untuk memitigasi risiko tersebut, PT Berjaya Nawaplastic Indonesia menghadirkan rangkaian solusi perpipaan PVC dan PPR berkualitas tinggi. Dirancang khusus dengan ketahanan terhadap tekanan tinggi, kompresi, serta paparan sinar UV, material ini memastikan infrastruktur utilitas pabrik memiliki masa pakai (lifespan) yang jauh lebih panjang.

Efisiensi operasional ini ditopang oleh beberapa lini produk spesifik:

  • Ball Valve SCG: Mengatur stabilitas aliran fluida dengan ketahanan tinggi terhadap fluktuasi suhu dan tingkat keasaman (pH) ekstrem, sehingga efektif menekan risiko korosi.

  • Lem Pipa & Fitting SCG: Memiliki daya rekat tinggi untuk meminimalkan risiko kebocoran halus yang sering menjadi pemicu pemborosan air dan energi.

  • Pipa Conduit SCG: Melindungi instalasi kabel listrik dari kerusakan fisik dengan standar ketahanan api yang tinggi guna menjaga keselamatan kerja dan kontinuitas operasional.

Menghidupkan Ekonomi Sirkular

Komitmen SCG tidak berhenti pada penjualan produk. Sejalan dengan prinsip Inclusive Green Growth, PT Berjaya Nawaplastic Indonesia memperkenalkan layanan garansi penggantian pipa yang rusak dengan pendekatan ekonomi sirkular.

Melalui skema ini, pipa-pipa yang sudah tidak terpakai ditarik kembali dari industri untuk diolah menjadi material baru. Langkah konkret ini membantu pelaku manufaktur mengurangi timbulan sampah industri sekaligus menekan konsumsi energi berlebih dari pengolahan material mentah baru, sejalan dengan aspirasi dekarbonisasi global.

Kekuatan Rantai Pasok Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Salah satu keunggulan kompetitif yang ditawarkan SCG dalam mendukung industri manufaktur di Indonesia adalah ekosistem hulu-ke-hilir yang terintegrasi penuh:

Posisi Rantai Pasok Anak Perusahaan SCG Peran Strategis
Hulu (Upstream) PT TPC Indo Plastic and Chemical Memastikan stabilitas dan kualitas pasokan bahan baku plastik secara langsung.
Manufaktur & Hilir PT Berjaya Nawaplastic Indonesia Memroduksi solusi sistem perpipaan, fitting, dan utilitas premium.
Pengemasan PT Indocorr Packaging (SCGP) Menyediakan kemasan ramah lingkungan berlabel Green Label.
Logistik SCG Barito Logistics (SCG JWD) Menjamin distribusi yang terintegrasi, aman, dan tepat waktu.

Integrasi vertikal ini memberikan jaminan reliabilitas rantai pasok bagi pelaku industri, meminimalkan risiko kelangkaan material, dan membantu mewujudkan efisiensi biaya yang optimal.

Fondasi Menuju Target Net Zero 2050

Saat ini, produk pipa dan fitting PVC dari PT Berjaya Nawaplastic Indonesia telah menjangkau pasar domestik secara luas—mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali—serta merambah pasar ekspor ke Thailand.

Langkah ini mempertegas bahwa transformasi menuju industri hijau bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi, melainkan strategi bisnis yang mutlak untuk memenangkan pasar di masa depan. Dengan mengoptimalkan efisiensi sumber daya di sepanjang rantai nilai, menekan limbah, dan menurunkan emisi karbon operasional, kesiapan infrastruktur utilitas yang andal menjadi fondasi kokoh bagi sektor manufaktur nasional untuk bergerak mantap menuju target Net Zero tahun 2050. ***

Tags: ekonomi sirkular manufakturgreen manufacturing Indonesiamanufaktur berkelanjutanpipa PPR pabrikpipa PVC industriPT Berjaya Nawaplastic IndonesiaSCGSCG Indonesiasistem utilitas industri
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Disiplinkan Pasar, OJK Jatuhi Sanksi Denda Rp 86,26 Miliar kepada 100 Pihak per Juni 2026

Selanjutnya

Ekspansi Masih Dua Digit, Uang Primer BI Juni 2026 Tembus Rp 2.228 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sektor Perdagangan Dominasi Piutang Multifinance Rp90,69 Triliun, Kredit Mobil Sentuh Rp290,97 Triliun

Tren Positif Berlanjut, Penjualan Mobil Nasional Juni 2026 Melesat Hingga 12%

oleh Stella Gracia
8 Juli 2026 - 12:31

Gaikindo merilis data penjualan mobil Juni 2026 yang menunjukkan pertumbuhan positif baik secara bulanan (mtm) maupun tahunan (yoy), mendorong performa...

Beban Utang PMMP Tembus Rp2,88 Triliun, Emiten Eksportir Udang Ini Pacu Restrukturisasi

Beban Utang PMMP Tembus Rp2,88 Triliun, Emiten Eksportir Udang Ini Pacu Restrukturisasi

oleh Sandy Romualdus
7 Juli 2026 - 15:50

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) mencatatkan total utang mencapai Rp2,88 triliun per Mei 2026. Perseroan kini fokus melakukan restrukturisasi...

Menkeu Purbaya: Anggaran Pendidikan APBN 2026 Tembus Rp769,1 Triliun demi SDM Unggul

Volume Penjualan SIG Tembus 15 Juta Ton, Segmen Semen Kantong Jadi Motor Utama

oleh Sandy Romualdus
6 Juli 2026 - 23:51

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membukukan volume penjualan solid sebesar 15,09 juta ton hingga Mei 2026, ditopang strategi pasar...

Melewati Periode Takut Tapi Butuh

Laba Bersih Pertamina Tembus Rp55,20 Triliun, Setor ke Negara Rp360 Triliun

oleh Stella Gracia
26 Juni 2026 - 11:03

Stabilitas.id – Raksasa entitas energi pelat merah, PT Pertamina (Persero), membukukan kinerja keuangan yang gemilang sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan...

Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

RB Rembang Binaan SIG (SMGR) Cetak Transaksi Rp6,9 Miliar, Serap 2.100 Pekerja

oleh Stella Gracia
25 Juni 2026 - 17:03

Stabilitas.id – Emiten semen pelat merah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG, membuktikan komitmen nyata dalam menggairahkan roda...

Tekan Emisi Karbon, Anak Usaha SIG (SMGR) Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak di Aceh

Tekan Emisi Karbon, Anak Usaha SIG (SMGR) Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak di Aceh

oleh Stella Gracia
23 Juni 2026 - 16:06

Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG terus memperluas implementasi program ekonomi sirkular di sekitar wilayah operasionalnya....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

    Tarik PPh 22 di Marketplace, DJP Bidik Pajak Digital Melonjak Hingga Rp 24 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJP Kejar Pajak Digital, Strava dan Kling AI Resmi Kena PPN 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI Tegaskan Kepercayaan Nasabah Jadi Fondasi Industri Keuangan Digital Masa Depan

BNI Tegaskan Komitmen Dorong Ekonomi Digital di Indonesia Digital Bank Summit 2026

Optimisme Jangka Panjang Kuat, Indeks Ekspektasi Konsumen BI Tembus 126,4

Survei BI: Indeks Penjualan Riil Juni 2026 Diproyeksi 221,6, Kontraksi Bulanan Menyusut

Perluas Akses Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7,00%

BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Puspa Nuswantara 2026

IASC Blokir Ratusan Ribu Rekening dan Amankan Dana Rp 674 Miliar

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

BNI Dukung UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Ekspansi Masih Dua Digit, Uang Primer BI Juni 2026 Tembus Rp 2.228 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance