• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Advetorial

Employee Engagement: Program yang Membahagiakan

oleh Sandy Romualdus
25 April 2017 - 00:00
103
Dilihat
Bank Ganesha Raih Rekor Muri
0
Bagikan
103
Dilihat

BERITA TERKAIT

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Employee Engagement ditemukan oleh kelompok peneliti Gallup pada tahun 2004. Dalam referensi akademik, hal itu pertama kali didefnisikan sebagai bentuk keterlibatan individu karyawan dan tingkat kepuasannya, yang tercermin pada tingkat antusiasme/gairah kerja mereka dalam menyelesaikan pekerjaan. Konsep ini diyakini mampu mendorong karyawan melakukan yang terbaik bagi perusahaan, tanpa suatu target-target yang menekan dan bersifat paksaan, yang secara kaku berpedoman hanya pada job description semata.
Para karyawan yang termasuk
highly engaged sanggup bekerja melampaui batas-batas tersebut. Karyawan bisa terlibat penuh dalam pekerjaannya, memiliki ide-ide cemerlang, bahkan kadang menggunakan waktu luang mereka dengan antusiasmenya, demi memuaskan tuntutan mereka sendiri untuk berkinerja prima.
Sehingga hasilnya dapat diprediksi bakal memacu peningkatan produktivitas karyawan, yang kemudian tercermin pada produktivitas perusahaan, dengan parameter kepuasan pelanggan, pembeli, klien dan mitra kerja, pemegang saham, serta para pemangku kepentingan lainnya. Tingkat absensi dan laju keluarnya karyawan (
turn over) menurun secara signifkan.
Harvard Business Review 2013, mempublikasikan riset yang menyimpulkan bahwa 
highly-engaged employee menjadi jawaban kunci strategi perusahaan untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang dalam bisnis.
Kendati strategi ini nampak mudah dan sederhana, namun masih merupakan tantangan
 yang berat bagi perusahaan. Pada umumnya, manajemen secara rules of thumb mengandalkan monetary reward and job punishment system dengan tolok ukur target bisnis yang ketat dan hukuman bagi yang melanggar atau tidak mencapai target-targetnya.
Daniel H. Pink, seorang penulis sekaligus pemikir bisnis, menemukan lima motor penggerak internal karyawan 
(intrinsic drivers), yaitu: keinginan mempunyai otonomi yang mengatur arah kehidupan dan cara mereka bekerja, mendambakan kerja lebih baik untuk sesuatu yang berarti buat perusahaan, dan melakukan pekerjaan yang menghasilkan perbedaan positif.
Juga untuk menciptakan kemajuan terus menerus dalam mencapai tujuan perusahaan, dan punya kebutuhan interaksi sosial. Bertolak dari lima motif ini, perusahaan bisa memanfaatkan dan kemudian mengeksplorasi strategi yang cocok (
matching). Bagaimana caranya menciptakan kondisi dan lingkungan kerja dimana para karyawan bisa mencurahkan kapabilitas dan potensi mereka, adalah pertanyaan mendasar.
Menarik untuk disimak, pendapat Eisenhauer T, (President Axero), tentang strategi untuk mewujudkan
engagement di perusahaan. Yang pertama adalah merekrut dan mempromosikan karyawan dengan kebiasaan dan karakter yang kuat, yang sesuai dengan budaya perusahaan masa depan. Yang kedua adalah menetapkan visi dan misi perusahaan yang jelas sehingga bisa dicerna oleh para karyawan.
Lebih bagus lagi bila karyawan pun memiliki kecocokan dengan visi dan misi perusahaan. Apa yang diharapkan perusahaan, bagaimana tujuan bisa dicapai, di mana peran karyawan di perusahaan, semua harus jelas, bisa dipahami jajaran karyawan. Sehingga peran mereka lebih optimal.
Yang ketiga adalah membentuk lingkungan kerja yang menawarkan kesempatan kepada karyawan bekerja yang memuaskan mereka sendiri, tanpa paksaan dari perusahaan. Untuk mencapai kepuasan karyawan, perusahaan juga harus mampu menyediakan jalur karier yang menantang, sistem yang
fair, dan diikuti dengan pelatihan yang mendukung suksesnya pelaksanaan tugas yang baru. Termasuk kesiapan pemimpin-pemimpin perusahaan untuk memberikan coaching, mentoring, job training yang membantu para karyawan meraih prestasi tertinggi.
Yang keempat adalah tersedianya pemimpin perusahaan yang berkualitas prima sebagai
role models. Pendeknya pemimpin yang menjadi inspirasi bagi karyawannya dan mengerjakan apa yang dikatakannya dengan konsisten dan dengan komitmen yang tinggi (walk the talk).
Yang
kelima adalah membangun perusahaan yang terpercaya. Kepercayaan dan citra positif kepada seluruh para pemangku kepentingan yang utama, baik regulator, pelanggan, karyawan, mitra kerja, pemasok dan komunitas perusahaan di industrinya.
Yang keenam adalah menciptakan perusahaan yang terbuka dengan kritik dan saran. Selain transparan dan siap dengan ide, inovasi dari bawah, perusahaan yang disukai karyawan adalah yang bisa menerima dan mengolah kritik serta saran menjadi sesuatu yang positif bagi perusahaan.
Yang ketujuh adalah
perusahaan yang peduli dengan lingkungan. Corporate Social Responsibility Program menjadi salurannya. Perusahaan yang demikian akan dihargai dan dijaga keberlangsungannya oleh lingkungannya pula. Keterlibatan karyawan dengan kegiatan sosial yang sesuai dengan visi misi perusahaan: penghijauan, kesehatan, pendidikan, pencegahan pemanasan global maupun kebencanaan, mampu menebarkan aura kepuasan bagi para pihak yang berkepentingan.
Employee Engagement sangat dianjurkan dan cocok bagi perusahaan yang sedang bertumbuh, berkembang, dan mencapai tingkat kematangan yang baik. Namun biayanya yang mahal harus juga menjadi pertimbangan untuk merancang dan melaksanakan Employee Engagement. Oleh karena itu, para pemimpin perusahaan sebaiknya mampu memilah dan memilih program Employee Engagement ini dengan tepat, mengkombinasikan program lain yang cocok dengan kondisi siklus perusahaan.

 
 
 
 
Sebelumnya

Aset CIMB Niaga Syariah Tumbuh

Selanjutnya

Solusi Jitu Bernama Employee Engagement

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan

Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan

oleh Sandy Romualdus
15 Juni 2025 - 09:57

Bank Kalteng terus mengoptimalkan kekuatan lokal untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional dan bahkan global. Untuk  mewujudkan tujuan menjadi...

PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah

PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah

oleh Sandy Romualdus
28 Agustus 2023 - 13:22

Bank Aceh Syariah terus melakukan perubahan demi membangun ekonomi di Bumi Serambi Mekkah. Setelah berhasil melakukan transformasi digital, manajemen bank...

Gubernur BI Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,50%

oleh Stella Gracia
25 Mei 2021 - 16:11

JAKARTA, Stabilitas.id -- Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate pada level 3,5...

OVO dan Bosowa Taksi Jalin Kerja Sama Pembayaran Digital

OVO dan Bosowa Taksi Jalin Kerja Sama Pembayaran Digital

oleh Admin Stabilitas
13 Februari 2019 - 00:00

Mengukuhkan diri sebagai platform pembayaran digital terdepan, OVO jalin kemitraan dengan penyedia jasa transportasi terkemuka di Makassar.

Tantangan Perbankan 2017

Tantangan Perbankan 2017

oleh Sandy Romualdus
24 April 2017 - 00:00

P) perekonomian China mungkin tidak dapat dihindari. Pasalnya, selain pertumbuhan ekonomi yang melam

Menyongsong Bank Masa Depan

Menyongsong Bank Masa Depan

oleh Sandy Romualdus
30 Juni 2016 - 00:00

Dibutuhkan kreativitas dan inovasi pengembangan produk yang tiada henti, guna menggali sumber fee-based income, baik yang diperoleh dari transaksi yang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya

Investasi Online Imbal Besar berpotensi Rugikan Masyarakat

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance