• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

IMAS: Asia Tetap Menarik di 2026 Meski Risiko Geopolitik Meningkat

oleh Stella Gracia
20 Januari 2026 - 10:39
10
Dilihat
IMAS: Asia Tetap Menarik di 2026 Meski Risiko Geopolitik Meningkat
0
Bagikan
10
Dilihat

Stabilitas.id — Manajer investasi berbasis di Singapura memandang Asia tetap menjadi kawasan dengan peluang investasi kuat pada 2026, meskipun dibayangi peningkatan risiko geopolitik dan volatilitas pasar global. Jepang dan China dinilai sebagai pasar paling berpotensi mengungguli kawasan lain seiring percepatan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan dukungan kebijakan.

Hal tersebut tercermin dalam IMAS Investment Managers’ Outlook Survey 2026 yang dirilis Investment Management Association of Singapore (IMAS), Selasa (20/1/2026). Survei tahunan ke-11 ini melibatkan jajaran eksekutif C-level dari 63 perusahaan anggota IMAS yang secara kolektif mengelola lebih dari US$35 triliun aset global.

Survei menunjukkan bahwa risiko geopolitik diperkirakan menjadi latar permanen pasar pada 2026, sekaligus faktor utama yang memengaruhi strategi alokasi aset. Di sisi kebijakan moneter, 69% responden memperkirakan Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga lebih dari 50 basis poin hingga akhir 2026, menandakan kecenderungan pelonggaran moneter di tengah ketidakpastian makroekonomi global. Namun demikian, 60% responden menyatakan kekhawatiran terhadap potensi melemahnya independensi bank sentral utama akibat tekanan politik.

BERITA TERKAIT

Membaca Arah Pasar di Tengah Tantangan Q3 2025 Bersama Ekonom Bank DBS

Dari sisi regional, sentimen terhadap Asia dinilai tetap solid. Jepang dan China muncul sebagai pasar paling menjanjikan untuk 2026, masing-masing dipilih oleh 21% responden, mengungguli India (13%), Singapura (11%), dan Taiwan (11%).

Optimisme tersebut tercermin dalam proyeksi pasar saham. Sekitar 72% manajer investasi memperkirakan MSCI Asia ex-Japan Index naik 10%–20%, sementara 73% responden memproyeksikan MSCI China Index mencatat kenaikan serupa hingga akhir 2026. Menariknya, sentimen positif ini muncul meskipun 61% responden tidak memperkirakan percepatan pertumbuhan PDB China, yang mengindikasikan bahwa daya tarik China lebih ditopang oleh valuasi, kebijakan, dan peluang sektoral tertentu.

Untuk pasar domestik Singapura, hampir 90% responden memperkirakan Straits Times Index (STI) akan menguat atau setidaknya stabil, didukung kinerja laba emiten, imbal hasil dividen yang atraktif, serta berbagai inisiatif pemerintah untuk menghidupkan kembali pasar ekuitas. Dari sisi nilai tukar, 46% responden memperkirakan dolar AS terhadap dolar Singapura (USD/SGD) melemah 5%–10%, sementara 39% memproyeksikan pergerakan stabil.

Sementara itu, untuk pasar global, 54% responden memperkirakan indeks S&P 500 naik 10%–20% pada 2026. Komoditas emas tetap menjadi aset favorit, dengan 50% responden memproyeksikan kenaikan harga 12,5%–25%, dan hampir 90% memperkirakan harga emas akan naik atau setidaknya bertahan. Adapun harga minyak diperkirakan bergerak relatif datar, dengan 46% responden memproyeksikan stagnan dan 25% memperkirakan kenaikan moderat 5%–10%.

Ketua IMAS Jenny Sofian menilai hasil survei menunjukkan kemampuan manajer investasi beradaptasi di tengah ketidakpastian berkepanjangan. Menurutnya, fokus industri kini bergeser dari fase uji coba menuju eksekusi yang lebih disiplin, khususnya dalam penerapan AI.

“Manajer investasi berhasil mengidentifikasi peluang berkeyakinan tinggi di Asia meskipun risiko geopolitik meningkat. Fokus saat ini adalah pada model bisnis yang dapat diskalakan dan penerapan AI secara praktis untuk menghasilkan peningkatan produktivitas yang terukur,” ujar Jenny.

Survei juga menunjukkan kematangan adopsi AI di industri manajemen aset. Lebih dari separuh responden telah memanfaatkan AI dalam fungsi investasi inti, termasuk riset, analisis, dan penyusunan komentar dana. Teknologi yang paling diminati meliputi advanced analytics, machine learning, dan generative AI.

Pendorong utama adopsi teknologi ini adalah efisiensi operasional, dengan peningkatan produktivitas dan penurunan biaya sebagai manfaat utama. Selain fungsi investasi, dampak transformasi teknologi juga dirasakan pada operasional dana, middle office, dan kegiatan riset.

Di sisi tantangan struktural, manajer investasi masih menyoroti meningkatnya popularitas produk pasif dan tekanan margin sebagai risiko utama industri pengelolaan aset di Singapura. Namun, pada 2026 muncul kekhawatiran baru, yakni keberlanjutan reli pasar kuat sepanjang 2025, yang mencerminkan meningkatnya sensitivitas pelaku industri terhadap daya tahan pasar.

Terkait keberlanjutan, integrasi Environmental, Social, and Governance (ESG) kini dipandang sebagai kapabilitas dasar institusional, bukan lagi pembeda kompetitif. Integrasi ESG ke dalam strategi yang sudah ada tetap menjadi pendekatan utama, sementara dorongan untuk meningkatkan kualitas pelaporan ESG di luar kewajiban regulasi kian menguat.

Tema-tema hasil survei ini akan dibahas lebih lanjut dalam IMAS Investment Conference & Masterclass pada 7 April 2026 dengan tema “Rewired, Reshaped, Redefined: Asia’s Role in a New World Order.” ***

Tags: adopsi AIhilirisasi AI investasiIMASInvestment Management Association of SingaporeJepang dan Chinamanajer investasi SingapuraMSCI Asia ex-JapanMSCI Chinaoutlook investasi 2026pasar Asia 2026pemangkasan suku bunga The Fedrisiko geopolitikStraits Times Indexsurvei IMAS 2026volatilitas pasar
 
 
 
 
Sebelumnya

RDP Komisi XII DPR, PT Vale Tegaskan Kepatuhan Operasional dan Hilirisasi Nikel

Selanjutnya

Hadapi Kejahatan Keuangan Digital, OJK–Kejaksaan Tingkatkan Kolaborasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:43

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2025 membukukan defisit sebesar US$7,8 miliar. Realisasi ini berbalik...

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:38

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI,...

Strategi Transisi Ekonomi: Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus ‘Habis-habisan’ di Kuartal I/2026

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:30

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atau pajak...

BI: KPR Dominasi 74% Pembelian Rumah, Aset Properti Tumbuh Terbatas di Q3 2025

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:24

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memutuskan untuk menarik utang sebesar Rp40 triliun...

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:00

Stabilitas.id – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi mengesahkan Agreement on Reciprocal Tariff pada Jumat (20/2/2026). Kesepakatan teknis ini menjadi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Hadapi Kejahatan Keuangan Digital, OJK–Kejaksaan Tingkatkan Kolaborasi

Hadapi Kejahatan Keuangan Digital, OJK–Kejaksaan Tingkatkan Kolaborasi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance