• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Keuangan

Indonesia Re Dorong Kolaborasi Strategis untuk Percepat Hilirisasi Sektor Keuangan dan Asuransi

oleh Sandy Romualdus
23 Juli 2025 - 23:55
7
Dilihat
Indonesia Re Dorong Kolaborasi Strategis untuk Percepat Hilirisasi Sektor Keuangan dan Asuransi
0
Bagikan
7
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), atau Indonesia Re, kembali menyelenggarakan Indonesia Re International Conference (IIC) 2025 dengan tema “Empowering Downstream Growth in Financial Sector: Advancing the Insurance Industry through Strategic Collaboration.”

Konferensi ini menjadi forum strategis untuk mengedepankan hilirisasi sektor keuangan dan memperkuat industri asuransi nasional dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Penguatan Reasuransi Nasional

BERITA TERKAIT

LPS Perkuat Tim Penjaminan Polis, Uji Coba 2027, Siap Beroperasi Penuh 2028

Indonesia Rendezvous 2025, Forum Strategis AAUI Perkuat Kolaborasi Asuransi Global

LPS Tegaskan Program Penjaminan Polis Hanya Cakup Asuransi Proteksi, Bukan Investasi

Superbank Masih Tahan Suku Bunga Deposito Meski BI Rate Turun, Ini Alasannya

Dalam konferensi yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah dan pemimpin industri keuangan, Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu, menekankan urgensi penguatan kapasitas reasuransi dalam memperkokoh stabilitas sektor keuangan di Indonesia.

“Setiap tahun, sebagian besar premi asuransi nasional masih mengalir ke luar negeri. Ini menjadi tantangan yang harus kita jawab dengan memperkuat industri dalam negeri, mulai dari permodalan hingga kapasitas sumber daya manusia,” ujar Benny.

Ia menambahkan bahwa sektor keuangan Indonesia harus memiliki visi bersama dalam memandang risiko. “Industri keuangan tidak bisa lagi memandang risiko secara terpisah, antara perbankan, asuransi, dan reasuransi. Diperlukan integrasi dan kolaborasi yang lebih erat untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” tambahnya.

Tantangan dan Potensi 

Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun, turut menyoroti bahwa industri asuransi nasional saat ini sedang menghadapi tantangan yang tidak mudah. “Industri jasa keuangan kita hanya akan kuat jika didukung oleh industri asuransi yang sehat dan kompetitif,” ungkap Misbakhun.

Ia juga menekankan pentingnya sektor asuransi dalam menciptakan ekosistem keuangan yang stabil dan mendukung program-program strategis pemerintah.

Pada Mei 2025, sektor asuransi Indonesia mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 3,84%, mencapai Rp1,1 triliun. Namun, seperti yang disampaikan Benny Waworuntu, sektor ini masih menghadapi masalah besar terkait kapasitas menanggung risiko, di mana lebih dari 40% premi asuransi masih dialirkan ke pasar internasional.

Menurut Misbakhun, Indonesia tidak bisa terus bergantung pada negara lain seperti Singapura untuk menanggung risiko nasional, karena hal ini berkaitan langsung dengan kedaulatan keuangan negara.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri asuransi adalah rendahnya tingkat literasi keuangan di Indonesia. Berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2025, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 45%, sementara tingkat inklusi keuangan hanya 28,5%. Hal ini menjadi hambatan dalam meningkatkan kontribusi sektor asuransi terhadap perekonomian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia berada di posisi kelima dalam pertumbuhan ekonomi global pada kuartal pertama 2025, sektor asuransi nasional masih menghadapi banyak tantangan, termasuk tingginya protection gap yang menunjukkan rendahnya tingkat perlindungan asuransi bagi masyarakat.

Data: Kunci Pengelolaan Risiko dan Daya Saing

Para pembicara dalam konferensi ini sepakat bahwa pengelolaan data yang efisien akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing industri asuransi.

Soeren Soltysiak, CEO AON Asia, menekankan pentingnya integrasi data dalam seluruh proses operasional asuransi. “Data harus menjadi pusat dari setiap keputusan operasional dalam industri asuransi, dari informasi properti hingga data iklim. Hal ini akan memperkuat fondasi pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi perusahaan,” ujar Soeren.

Menurutnya, asuransi memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. “Asuransi bukan hanya alat untuk mitigasi risiko, tetapi juga instrumen yang dapat membantu pemerintah merencanakan dan melindungi aset-aset strategis negara,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meskipun asuransi mungkin tidak selalu menjadi pilihan politik yang populer, dalam hal ketahanan ekonomi, asuransi merupakan mekanisme yang paling efektif untuk mengelola risiko.

Dengan tantangan yang masih besar, Indonesia Re melalui IIC 2025 berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dan mendorong hilirisasi sektor keuangan serta perasuransian.

Penguatan kapasitas domestik, optimalisasi data, dan peningkatan literasi keuangan akan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan sektor asuransi yang lebih kuat, sehat, dan berdaya saing di kancah global.

Dalam konteks ini, peran reasuransi sebagai pilar ketahanan ekonomi semakin vital, dan industri asuransi diharapkan dapat menjadi motor penggerak untuk mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih berkelanjutan dan mandiri.”***

Tags: Indonesia ReIndonesia Re International Conference 2025ReasuransiTantangan Reasuransi
 
 
 
 
Sebelumnya

LPS Tegaskan Program Penjaminan Polis Hanya Cakup Asuransi Proteksi, Bukan Investasi

Selanjutnya

SIG Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Program Bumi Kartini, Berdayakan 879 Perempuan di Blora

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

oleh Stella Gracia
15 Februari 2026 - 09:17

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memacu tingkat literasi dan inklusi keuangan di sektor perasuransian, dengan membidik generasi muda...

Riset HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi

Menuju 2050, Sun Life Ingatkan Risiko Ledakan Populasi Lansia Tanpa Kesiapan Finansial

oleh Stella Gracia
13 Februari 2026 - 07:14

Stabilitas.id — Indonesia menghadapi ancaman kesenjangan kesiapan pensiun (retirement divide) yang kian lebar seiring dengan perubahan demografi. Riset terbaru Sun Life...

OJK Perketat Seleksi Bos Multifinance & Modal Ventura, Ini Alasannya

OJK Perketat Seleksi Bos Multifinance & Modal Ventura, Ini Alasannya

oleh Stella Gracia
10 Februari 2026 - 07:04

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan industri Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan LJK Lainnya...

Bidik Penjualan Otomotif 2026, Danamon dan Adira Finance Hadir di IIMS Jakarta

Bidik Penjualan Otomotif 2026, Danamon dan Adira Finance Hadir di IIMS Jakarta

oleh Stella Gracia
8 Februari 2026 - 18:24

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) bersama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), dengan dukungan MUFG Bank,...

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

oleh Sandy Romualdus
6 Februari 2026 - 21:55

Stabilitas.id — Analis pasar modal menilai kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) tetap solid hingga akhir 2025, ditopang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
SIG Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Program Bumi Kartini, Berdayakan 879 Perempuan di Blora

SIG Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Program Bumi Kartini, Berdayakan 879 Perempuan di Blora

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance