Stabilitas.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menegaskan pentingnya transformasi sumber daya manusia (SDM) dalam memperkuat daya saing industri asuransi jiwa melalui pemanfaatan budaya organisasi dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Penegasan ini disampaikan dalam Human Resources Summit (HR Summit) 2025 bertema “The (New) People Equation: Culture, AI & Transformation” di Jakarta.
Ketua Panitia HR Summit 2025, Bagus Harimawan mengatakan acara ini menjadi forum strategis tahunan bagi industri untuk memperkuat kapasitas SDM dan memperbarui strategi pengembangan talenta.
BERITA TERKAIT
“Kami menilai tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Transformasi di industri asuransi jiwa sangat intens dan terus bergerak. Transformasi ini tidak berjalan hanya dengan teknologi tetapi ada peran besar sumber daya manusia yang menggerakkan transformasi tersebut,” kata Bagus.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon menegaskan SDM merupakan landasan perkembangan industri asuransi jiwa. Menurutnya, AAJI terus mendorong penguatan kompetensi melalui pembangunan Grha AAJI sebagai pusat peningkatan kapasitas SDM industri.
“Grha AAJI menjadi simbol keseriusan industri asuransi jiwa dalam membentuk SDM yang sesuai standar kompetensi nasional dan menciptakan pemimpin-pemimpin baru,” ujarnya.
Komitmen serupa disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Direktorat Pengembangan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Asep Suwondo mengatakan transformasi industri hanya dapat berjalan jika SDM siap dan terintegrasi dengan baik.
“Transformasi industri asuransi jiwa hanya akan berhasil jika SDM siap, kompeten dan berintegritas. Kesiapan SDM bukan lagi pilihan tetapi merupakan kewajiban regulasi dan penggerak utama keberlanjutan usaha asuransi,” kata Asep.
Hadirkan lima sesi strategi dan teknologi SDM
HR Summit 2025 menghadirkan narasumber dari sektor asuransi, teknologi, dan pengembangan SDM. Forum tersebut membahas strategi penguatan kapabilitas SDM melalui lima sesi utama, di antaranya:
- The (New) People Equation – A Strategic Lens oleh Ichsan Adiwijaya (AIA Financial) dan Hegy Wibowo (WTW) terkait tata kelola dan strategi kapabilitas SDM.
- AI in HR – From Hype to Human Impact oleh Jono Effendy (PasarTrainer) mengenai pemanfaatan AI untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja.
- Culture as a Catalyst for Transformation oleh Premraj Thuraisingam (LOMA LIMRA) terkait peran budaya perusahaan dalam mempercepat transformasi.
- Good Culture, Fuel Engagement, Drive Transformation oleh Hatta Triangga (Emeritus) dan Ahmad Taufik Ridho (Bank Mandiri) mengenai budaya positif dan peningkatan engagement.
- Leadership as Culture Carriers oleh Muhammad Rizky (Mekari) dan Andri Wijaya (Disprz) yang menyoroti kepemimpinan sebagai penggerak upskilling dan reskilling.
Menurut AAJI, HR Summit 2025 menjadi bagian dari upaya kolektif untuk memperkuat ekosistem SDM yang adaptif dan inovatif di tengah dinamika industri. AAJI meyakini kolaborasi antara budaya organisasi yang kuat, kepemimpinan visioner, serta perkembangan teknologi akan menjadi faktor kunci dalam membangun industri asuransi jiwa yang berkelanjutan.***





.jpg)










