Stabilitas.id — Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang 2025 tercatat tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi IHK pada Desember 2025 mencapai 0,64% secara bulanan (month to month/mtm), sehingga secara tahunan inflasi IHK 2025 tercatat sebesar 2,92% (year on year/yoy).
Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa terjaganya inflasi dalam sasaran merupakan hasil konsistensi kebijakan moneter serta kuatnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan Pemerintah Pusat maupun Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP–TPID), serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027.
BERITA TERKAIT
Secara bulanan, inflasi IHK Desember 2025 meningkat dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar 0,17% (mtm). Kenaikan inflasi terutama disumbang oleh kelompok volatile food dan administered prices, sementara inflasi inti relatif stabil.
Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,20% (mtm), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm). Kenaikan inflasi inti terutama dipengaruhi oleh harga emas perhiasan dan minyak goreng.
Sementara itu, inflasi kelompok volatile food meningkat signifikan menjadi 2,74% (mtm), dari bulan sebelumnya sebesar 0,02% (mtm). Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh harga cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah, yang dipengaruhi oleh gangguan cuaca, tingginya harga input produksi ternak, serta peningkatan permintaan pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 0,37% (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,24% (mtm). Kenaikan ini terutama disumbang oleh komoditas bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota, sejalan dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi dan meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode HBKN Nataru.
Secara tahunan, inflasi IHK 2025 yang tetap berada dalam sasaran didukung oleh terjaganya seluruh komponen inflasi. Inflasi inti tercatat rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga dalam menjangkar ekspektasi inflasi, kapasitas ekonomi yang masih memadai, terkendalinya imported inflation melalui stabilisasi nilai tukar rupiah, serta dampak positif digitalisasi.
Inflasi kelompok volatile food secara tahunan tercatat sebesar 6,21% (yoy), didukung oleh terjaganya pasokan pangan serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan TPIP–TPID di berbagai daerah. Adapun inflasi administered prices tercatat sebesar 1,93% (yoy), sejalan dengan terbatasnya kebijakan penyesuaian harga yang diatur oleh Pemerintah. ***





.jpg)










