• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

by Stella Gracia
4 September 2026 - 22:07
21
VIEWS
Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow
0
SHARES
21
VIEWS

JPMorgan memproyeksikan IHSG mencapai level 7.000 pada akhir 2026. Resiliensi kinerja emiten dan disiplin batas defisit APBN 3% dinilai menjadi penopang utama pemulihan pasar modal.

Stabilitas.id – JPMorgan Indonesia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi pulih menuju level 7.000 pada akhir tahun 2026. Pemulihan indeks saham domestik diperkirakan terakselerasi di tengah tingginya kepemilikan dana kas (cash level) investor serta resiliensi pertumbuhan laba emiten di Semester I/2026.

  • Baca juga: Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

Head of Indonesia Equity Research JPMorgan Indonesia, Benny Kurniawan, menjelaskan bahwa terlepas dari maraknya aksi jual bersih asing (net foreign outflow) akibat pembekuan saham Indonesia pada evaluasi indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell, potensi pembalikan arah pasar tetap terbuka.

“Kita masih memproyeksikan kenaikan sampai akhir tahun, yang didorong oleh sentimen yang lebih positif dan positioning investor, maupun lokal ataupun asing. Sebenarnya cash level mereka pun juga cukup tinggi. Jadi, ada banyak amunisi untuk beli di market kita tahun ini,” ujar Benny dalam sesi media briefing, Kamis (3/9/2026).

BERITA TERKAIT

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

Bayang-bayang FOMC: Kenaikan Bunga The Fed Siap Beri Tekanan Jangka Pendek ke IHSG

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

Saham Blue Chip dan Komoditas Jadi Pemain Utama, Ini Top 10 Saham Pilihan Mandiri Sekuritas

Resiliensi Laba Perusahaan Lampaui Konsensus

  • Baca juga: Bayang-bayang FOMC: Kenaikan Bunga The Fed Siap Beri Tekanan Jangka Pendek ke IHSG

Di tengah koreksi IHSG sebesar 23,78% secara year-to-date (YTD) serta tekanan kenaikan suku bunga dan inflasi, emiten dalam cakupan analisis JPMorgan masih mencatatkan pertumbuhan laba bersih (earnings growth) rata-rata 6% secara tahunan (yoy) pada paruh pertama 2026. Capaian ini melampaui estimasi konsensus pasar yang memprediksikan pertumbuhan single-digit negatif.

Daya tahan profitabilitas emiten terutama ditopang oleh percepatan belanja pemerintah yang memberikan dampak ganda (trickle-down effect) ke sektor riil. Untuk tahun 2027, konsensus analis memperkirakan pertumbuhan laba emiten Indonesia dapat melaju hingga 9%.

Disiplin APBN dan Kepastian Hukum Jadi Kunci

CEO dan Senior Country Officer JPMorgan Indonesia, Gioshia Ralie, menambahkan bahwa arus modal asing akan mengalir kembali apabila pemerintah dapat menjaga transparansi kebijakan dan konsistensi tata kelola. Investor global mengawasi ketat komitmen pemerintah untuk menjaga batas defisit APBN di bawah 3% dari PDB demi meredakan tekanan pada nilai tukar Rupiah serta mempertahankan peringkat kredit dari lembaga seperti Moody’s dan Fitch Ratings.

  • Baca juga: Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

“Mereka ingin paham mengenai state budget kita. Apakah itu 3% cap-nya mau ditahan atau tidak? Nah, bagaimana expenditure-nya terhadap revenue-nya? Jadi, ada juga masalah confidence, transparency,” terang Gioshia.

JPMorgan menilai komitmen pemerintah dalam mempertahankan disiplin fiskal APBN telah memberikan sentimen positif, yang tefleksi dari penguatan nilai tukar Rupiah ke level Rp17.650 per Dolar AS. Langkah tersebut, diikuti perbaikan kepastian hukum dan efisiensi birokrasi, diyakini menjadi pendorong utama pemulihan investasi domestik pada 2027. ***

Tags: Benny Kurniawandefisit apbnGioshia RalieIHSG 2026JPMorgan IndonesiaMSCIOutflow AsingPertumbuhan Earnings
 
 
 
 
 
Previous Post

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

Next Post

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Uji Level Psikologis Rp18.000 per Dolar AS: Analis Beberkan Lima Indikator Kunci Arah Rupiah

Uji Level Psikologis Rp18.000 per Dolar AS: Analis Beberkan Lima Indikator Kunci Arah Rupiah

by Stella Gracia
6 Oktober 2026 - 14:09

EBC Financial Group membeberkan lima indikator makroekonomi penentu kemampuan rupiah bertahan di level Rp18.000 atau melemah ke Rp18.200 per dolar...

Astra (ASII) Tebar Dividen Rp32,7 Triliun, Sisa Rp292 Per Saham Cair 25 Mei 2026

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:16

Astra International siap menyalurkan dividen interim 2026 senilai Rp3,9 triliun atau Rp98 per saham di tengah realisasi buyback jumbo Rp8...

Hari Batik Nasional 2026, BNI Kerek Daya Saing UMKM Kriya Menuju Kancah Global

HUT ke 28, Bank Mandiri Guyur Investor dengan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 13:45

Memperingati HUT ke 28, Bank Mandiri membagikan dividen interim Rp6,16 triliun. Kinerja solid ini ditopang lonjakan penyaluran kredit sebesar 17,6...

Hari Ini BEI Mulai Pencatatan Obligasi Tiga Emiten

Pemodal Asing Tarik Dana Jelang Akhir Pekan, IHSG Terpuruk ke Zona Merah Sesi Pagi

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 11:41

Laju IHSG melemah 0,35 persen ke level 6.439 pada sesi pertama Jumat (2/10/2026). Aksi jual bersih asing pada saham perbankan...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

IHSG Uji Area Kritis 6.460: Cek Peluang Rebound dan Rekomendasi 10 Saham Pilihan

by Sandy Romualdus
2 Oktober 2026 - 08:48

IHSG berpeluang rebound menguji level 6.540–6.580 di tengah pengawalan ketat kurs rupiah dan tingginya harga komoditas energi global. Stabilitas.id — Indeks...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

IHSG Tertahan di Zona Merah Sesi I: Tekanan Jual Asing Bebani Saham Perbankan

by Stella Gracia
1 Oktober 2026 - 12:41

IHSG melemah ke level 6.439 (-0,35%) pada sesi I akibat aksi jual bersih asing pada saham perbankan dan sikap hati-hati...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

Tahan Gejolak Global: Cadangan Devisa Indonesia Stabil di Angka US$146 Miliar

Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Tindak Lanjut Putusan MK: Menaker Beberkan Poin Kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan Anyar

Gandeng Pelita Jaya Basket: Bank Jakarta Padukan Edukasi Finansial dan Olahraga di SMAK 1 Penabur

Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

Siapkan 22 Pemimpin Cabang Pembantu: Bank NTT Gandeng LPPI Gelar Pelatihan Manajemen Eksekutif

Garap Ekonomi Sepak Bola: Bank BSN Gandeng Persikad dan Persiraja Perkuat Ekosistem Syariah

Bidik Target Gamers Muda, BRI Rilis Kartu Debit Junio Edisi Khusus Mobile Legends

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance