• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Saham HSC Keluar dari IHSG, Analis: Investor Asing Butuh Bukti Penegakan Hukum Nyata

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:16
34
VIEWS
Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow
0
SHARES
34
VIEWS

Analis menilai langkah BEI mengeluarkan 80 saham HSC dari IHSG harus diiringi transparansi kepemilikan dan penegakan hukum guna menjaga kepercayaan asing.

Stabilitas.id – Keputusan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan 80 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai menjadi langkah awal memperbaiki kualitas indeks. Kendati demikian, kalangan analis mengingatkan bahwa pemulihan kepercayaan investor asing tetap membutuhkan bukti nyata transparansi kepemilikan serta penegakan hukum yang konsisten di pasar modal.

  • Baca juga: Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menyatakan bahwa penghapusan saham HSC dari perhitungan IHSG merupakan langkah positif untuk meningkatkan kredibilitas indeks acuan domestik.

“Kebijakan ini dapat membuat IHSG lebih merepresentasikan pergerakan saham-saham yang memiliki distribusi kepemilikan lebih luas dan likuiditas yang lebih sehat,” kata Nafan di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

BERITA TERKAIT

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

Jaga Rasionalitas Pasar, OJK dan BEI Serap Masukan Pelaku Pasar Modal

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Meski demikian, Nafan mengingatkan agar dampak kebijakan tersebut terhadap level indeks dicermati secara proporsional mengingat saham-saham HSC menyumbang bobot sekitar 18 persen terhadap IHSG. Jika sebelumnya saham HSC menjadi sumber tekanan jual, penghapusannya dapat mengurangi tekanan indeks secara aritmetis, namun sebaliknya saat saham tersebut menguat, kontribusinya tidak lagi mengerek IHSG.

“Jadi, kebijakan ini tidak otomatis membuat IHSG naik, melainkan mengubah komposisi dan representasi indeks agar lebih mencerminkan kondisi pasar yang dianggap lebih sehat,” ujar Nafan.

Menurut Nafan, pekerjaan rumah yang lebih mendasar adalah menjawab sorotan MSCI dan memulihkan kepercayaan investor asing. Reformasi metodologi indeks harus dibarengi verifikasi akurat atas publikasi afiliasi pemegang saham di atas 1 persen, kepastian jumlah saham beredar di publik (free float), serta penindakan tegas atas praktik manipulasi harga.

“Investor asing membutuhkan bukti nyata bahwa reformasi menghasilkan perbaikan yang material dan berkelanjutan, bukan sekadar pengumuman kebijakan,” tegasnya.

“Pemulihan yang berkelanjutan akan sangat bergantung pada reformasi yang dapat diverifikasi, penegakan hukum yang kredibel, transparansi kepemilikan, dan bukti bahwa pasar modal Indonesia semakin adil, likuid, serta dapat diinvestasikan,” imbuh Nafan.

  • Baca juga: BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

Senada, Direktur Reliance Sekuritas Reza Priyambada menilai positif langkah BEI tersebut guna membangun indeks yang ditopang oleh emiten berfundamental baik dan berlikuiditas tinggi, meskipun arah pergerakan indeks tetap ditentukan oleh reaksi pelaku pasar.

“Jadi, agar IHSG ini bisa bergerak secara wajar gitu. Secara wajar dalam arti kata memang didukung oleh saham-saham yang satu, punya fundamental yang bagus; yang kedua juga tadi saham-saham memang secara likuiditas memang tinggi. Bukan saham-saham yang kepemilikannya itu terbatas. Buat saya sih positif-positif aja sih (dampaknya ke IHSG), tapi kan balik lagi nanti tergantung dari reaksi marketnya seperti apa,” tutur Reza.

Pengamat pasar modal Elandry Pratama turut mengingatkan BEI agar menetapkan metodologi serta kriteria kelayakan investasi (investability) secara jelas dan konsisten untuk mencegah munculnya ketidakpastian baru di pasar.

“Dengan bobot yang disebut mencapai 18% terhadap IHSG, kebijakan ini berpotensi memicu penyesuaian portofolio dan meningkatkan volatilitas dalam jangka pendek. Meski begitu, bukan berarti IHSG otomatis turun 18%,” ungkap Elandry.

Pandangan berbeda disampaikan Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata yang menyoroti dugaan adanya persaingan kinerja antarmanajer investasi (MI) di balik mencuatnya polemik MSCI terkait saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), dan PT DCI Indonesia Tbk. (DCII).

“Intinya, menurut opini saya, situasi ini semakin menguatkan dugaan bahwa pemicu awal masalah MSCI adalah business competition antar-MI yang berujung pada pengaduan langsung kepada MSCI. Karena mungkin keluhan mereka tidak ditanggapi secara serius oleh regulator bursa maupun OJK,” ujar Liza.

Sementara itu, analis pasar modal Hans Kwee menilai pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG efektif memangkas kesenjangan kinerja antara IHSG dan indeks acuan reksa dana yang sempat melebar pada 2025. Namun, ia berpandangan saham HSC tidak harus selamanya dikeluarkan dari indeks apabila telah memenuhi persyaratan regulasi dan terbukti tidak melakukan pelanggaran.

“Ada perbedaan kinerja mencolok IHSG dengan indeks-indeks yang dipakai reksa dana. Setelah reformasi pasar modal, kinerja sudah satu arah,” jelas Hans.

  • Baca juga: Jaga Rasionalitas Pasar, OJK dan BEI Serap Masukan Pelaku Pasar Modal

“Agar pasar bergerak normal, saham-saham HSC bisa masuk perhitungan IHSG jika syarat terpenuhi. Saham-saham HSC tidak buruk, hanya diperiksa otoritas untuk menunjukkan apakah ada terjadi pelanggaran saat saham itu masuk HSC,” pungkasnya. ***

Editor: Sandy Romualdus
Tags: #IHSGBursa Efek IndonesiaMSCIreformasi pasar modalSaham HSC
 
 
 
 
 
Previous Post

BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

Next Post

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

PT SMT Didenda Rp1,5 Triliun di Kasus Saham DSSA, OJK Juga Sanksi AH Ltd dan TC Pte Ltd

by Sandy Romualdus
21 Oktober 2026 - 20:10

OJK bersama Bareskrim Polri menyerahkan surat sanksi denda Rp2,1 triliun kepada pelanggar kasus saham DSSA, BREN, dan CUAN serta menindak...

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

by Sandy Romualdus
21 Oktober 2026 - 20:06

OJK menggelar dialog bersama investor institusional global untuk menegaskan komitmen 8 aksi reformasi pasar modal dan penegakan sanksi denda Rp2,5...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:14

BEI resmi mengeluarkan 80 saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dengan total bobot 18 persen dari perhitungan indeks acuan IHSG....

Pengguna Aktif Tumbuh 75 Persen, Tokocrypto Perkuat Kepatuhan dan Perlindungan Konsumen

Pengguna Aktif Tumbuh 75 Persen, Tokocrypto Perkuat Kepatuhan dan Perlindungan Konsumen

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:08

Tokocrypto mencatatkan lebih dari 5 juta pengguna dan 78 saham ter-tokenisasi, serta memperkuat keamanan aset digital dalam Tokocrypto Digital Summit...

Employee Volunteering Day 2026: Ratusan Karyawan CIMB Niaga Turun Tangan Benahi Ruang Publik

Jaga Rasionalitas Pasar, OJK dan BEI Serap Masukan Pelaku Pasar Modal

by Stella Gracia
19 Oktober 2026 - 08:43

OJK dan SRO menggelar dialog konsolidasi bersama pelaku pasar modal, analis, dan finfluencer guna memperkuat integritas pasar dan rasionalitas investor....

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

PT SMT Didenda Rp1,5 Triliun di Kasus Saham DSSA, OJK Juga Sanksi AH Ltd dan TC Pte Ltd

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Saham HSC Keluar dari IHSG, Analis: Investor Asing Butuh Bukti Penegakan Hukum Nyata

BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

Payung Hukum Mengacu PMK 11/2016, Kemenkeu Pertahankan Penyaluran Gaji PNS di Perbankan

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK dan DSN-MUI Perkuat Peran Dewan Pengawas

Topang Likuiditas Industri, LPS Jaga Selisih Bunga Penjaminan BPR terhadap Bank Umum

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance