• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Kejutan The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.705

by Stella Gracia
17 September 2026 - 09:07
8
VIEWS
Bukti Nyata Diversity, Direktur Keuangan Bank Jakarta Sabet Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026
0
SHARES
8
VIEWS

Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.705 per dolar AS pada Kamis (17/9/2026) usai The Fed secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Stabilitas.id – Nilai tukar rupiah kembali kehabisan tenaga saat berhadapan dengan dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (17/9/2026). Sentimen pengetatan moneter dari bank sentral AS sukses menekan mata uang Garuda melemah 0,17 persen menuju posisi Rp17.705 per dolar AS. Pergerakan ini membalikkan tren penguatan tipis 0,03 persen pada penutupan Rabu (16/9/2026) yang sempat singgah di level Rp17.675.

  • Baca juga: Minyak Tembus US$125 per Barel: Destry Damayanti Kunci Arah Moneter BI Lebih ‘Pro-Stability’

Tekanan terhadap rupiah selaras dengan keperkasaan indeks dolar AS (DXY). Indeks yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia ini terpantau merangkak naik 0,05 persen ke posisi 100,315 pada pukul 09.00 WIB, melanjutkan reli kenaikan 0,64 persen dari perdagangan hari sebelumnya.

Keputusan The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan menjadi aktor utama di balik fluktuasi pasar hari ini. Mengakhiri pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari, The Fed sepakat mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 3,75%–4,00%. Langkah agresif yang mendapat persetujuan mutlak 12-0 dari seluruh anggota FOMC ini merupakan kenaikan perdana sejak Juli 2023.

BERITA TERKAIT

Minyak Tembus US$125 per Barel: Destry Damayanti Kunci Arah Moneter BI Lebih ‘Pro-Stability’

Rebound Tipis ke US$4.128: Harga Emas Uji Level Psikologis di Tengah Sikap Hawkish The Fed

IHSG Anjlok ke Bawah 6.300 Tertekan Outflow Jumbo, Mampukah Bertahan di Akhir Pekan?

BI-Rate Tetap 5,75%: Akrobat Rem Moneter dan Gas Likuiditas Rp461 Triliun di Era Destry Damayanti

  • Baca juga: Rebound Tipis ke US$4.128: Harga Emas Uji Level Psikologis di Tengah Sikap Hawkish The Fed

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan komitmen bank sentral untuk segera mengembalikan stabilitas harga. Angka inflasi AS yang masih bertengger di level 3,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2026 jelas menjadi dasar keputusan tersebut, mengingat target ideal bank sentral berada di kisaran 2 persen.

“Kami harus yakin bahwa inflasi yang mendasari bergerak menuju target kami secara jelas dan dengan kecepatan yang memadai. Hari ini, FOMC memutuskan bahwa standar tersebut belum terpenuhi,” tegas Warsh terkait alasan kenaikan suku bunga.

  • Baca juga: IHSG Anjlok ke Bawah 6.300 Tertekan Outflow Jumbo, Mampukah Bertahan di Akhir Pekan?

Manuver pengetatan ini sekaligus memutus tren suku bunga rendah yang sempat dipertahankan The Fed belakangan ini. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, bank sentral AS menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% hasil pemangkasan beruntun pada kuartal akhir 2025. Sinyalemen terbuka dari The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga satu kali lagi hingga akhir tahun ini turut menambah daya tarik aset berdenominasi dolar AS, yang secara otomatis mempersempit ruang napas bagi mata uang emerging market seperti rupiah. ***

Tags: Dolar ASFOMCindeks DXYinflasi Amerika Serikat.Kevin WarshNilai Tukar Rupiahsuku bunga The Fed 2026the fed
 
 
 
 
 
Previous Post

IHSG Menanti Kepastian Arah Kebijakan Suku Bunga dan Disiplin Fiskal

Next Post

Bayang-bayang FOMC: Kenaikan Bunga The Fed Siap Beri Tekanan Jangka Pendek ke IHSG

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Saham Melonjak 31 Persen: Bank Banten Buka Suara ke BEI dan Tegaskan Nihil Aksi Korporasi

Saham Melonjak 31 Persen: Bank Banten Buka Suara ke BEI dan Tegaskan Nihil Aksi Korporasi

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 16:57

 Bank Banten membantah adanya fakta material tersembunyi dan memastikan nihil aksi korporasi usai volume saham BEKS melonjak hingga 590 juta...

Melesat 142 Persen di Tengah Likuiditas Ketat, BEI Tetapkan BSWD Masuk Radar Konsentrasi Tinggi

Melesat 142 Persen di Tengah Likuiditas Ketat, BEI Tetapkan BSWD Masuk Radar Konsentrasi Tinggi

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:55

BEI tetapkan saham Bank of India Indonesia (BSWD) berstatus konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) 99,95%. Perdagangan disuspensi usai meroket 142 persen....

Merambah Wall Street dari Satu Aplikasi: Siasat Ajaib Perluas Akses Saham AS dan ETF

Merambah Wall Street dari Satu Aplikasi: Siasat Ajaib Perluas Akses Saham AS dan ETF

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:53

Transaksi saham AS di Ajaib melonjak 2,5 kali lipat per Agustus 2026. Investor ritel kian agresif koleksi saham Wall Street...

Saham JARR Digadaikan ke Bank Mandiri, Manajemen Pastikan Kendali Tak Bergeser

Saham JARR Digadaikan ke Bank Mandiri, Manajemen Pastikan Kendali Tak Bergeser

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:51

Pengendali PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) gadaikan 7,99 miliar saham ke Bank Mandiri sebagai agunan kredit afiliasi. Kepemilikan dan...

Uji Level Psikologis Rp18.000 per Dolar AS: Analis Beberkan Lima Indikator Kunci Arah Rupiah

Uji Level Psikologis Rp18.000 per Dolar AS: Analis Beberkan Lima Indikator Kunci Arah Rupiah

by Stella Gracia
6 Oktober 2026 - 14:09

EBC Financial Group membeberkan lima indikator makroekonomi penentu kemampuan rupiah bertahan di level Rp18.000 atau melemah ke Rp18.200 per dolar...

Astra (ASII) Tebar Dividen Rp32,7 Triliun, Sisa Rp292 Per Saham Cair 25 Mei 2026

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:16

Astra International siap menyalurkan dividen interim 2026 senilai Rp3,9 triliun atau Rp98 per saham di tengah realisasi buyback jumbo Rp8...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Teken PKS dengan Kementerian UMKM, Bank BSN Siap Guyur Pembiayaan KUR

Saham Melonjak 31 Persen: Bank Banten Buka Suara ke BEI dan Tegaskan Nihil Aksi Korporasi

Outstanding Tembus Rp4,93 Triliun: Bank BJB Salurkan KPR FLPP ke 41 Ribu Debitur

Manjakan Nasabah Tajir: BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private via Wondr

Melesat 142 Persen di Tengah Likuiditas Ketat, BEI Tetapkan BSWD Masuk Radar Konsentrasi Tinggi

Menyatukan Akar Lokal dan Jaringan Global: Lahirnya Bank MUFG Danamon

Merambah Wall Street dari Satu Aplikasi: Siasat Ajaib Perluas Akses Saham AS dan ETF

Saham JARR Digadaikan ke Bank Mandiri, Manajemen Pastikan Kendali Tak Bergeser

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
IHSG Sepekan Melesat 6,14 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rekor Rp13.189 Triliun

Bayang-bayang FOMC: Kenaikan Bunga The Fed Siap Beri Tekanan Jangka Pendek ke IHSG

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance