• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Kerek Deposit Facility dan Pangkas GWM Perbankan

by Sandy Romualdus
22 Oktober 2026 - 09:23
7
VIEWS
Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen
0
SHARES
7
VIEWS

BI mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen, menaikkan Deposit Facility jadi 5 persen, serta memangkas GWM perbankan 200 bps guna memacu kredit sektor riil.

Stabilitas.id – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20–21 Oktober 2026 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 5,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen. Namun, bank sentral menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen.

  • Baca juga: Pangsa Pasar Sentuh 7 Persen, BI Pacu Pendalaman Sukuk Sekunder dan Repo Syariah

Keputusan moneter ini konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah kuatnya tekanan eksternal global, sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027. Pada saat bersamaan, Bank Indonesia (BI) memperkuat bauran kebijakan makroprudensial longgar guna memacu intermediasi pembiayaan ke sektor riil.

Untuk memperkuat kecukupan likuiditas perbankan, BI melonggarkan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah secara bertahap sebesar 200 basis poin (bps). Bagi Bank Umum Konvensional (BUK), GWM diturunkan dari 9 persen menjadi 7 persen, yakni turun menjadi 8 persen per 1 November 2026 dan berlanjut ke level 7 persen mulai 1 Desember 2026.

BERITA TERKAIT

Pangsa Pasar Sentuh 7 Persen, BI Pacu Pendalaman Sukuk Sekunder dan Repo Syariah

Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

Tembus Buyer Belanda di ISEF 2026, UMKM Binaan BI Jakarta Raup Potensi Ekspor Rp4,4 Miliar

Pelonggaran serupa berlaku bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS), di mana GWM dipangkas dari 7,5 persen menjadi 5,5 persen, dengan tahapan menjadi 6,5 persen per 1 November 2026 dan 5,5 persen per 1 Desember 2026. Penurunan GWM ini diikuti penyesuaian plafon Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) menjadi 5 persen per 1 Desember 2026.

Di pasar valas, nilai tukar rupiah per 20 Oktober 2026 tercatat berada di level Rp17.985 per dolar AS, tertekan 0,61 persen dibandingkan akhir September 2026 akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan pengetatan moneter global.

  • Baca juga: Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

Merespons volatilitas tersebut, BI mengoptimalkan intervensi di pasar spot, DNDF domestik, hingga NDF pasar luar negeri. BI juga memperbesar diskon premi instrumen DNDF Lindung Nilai menjadi 40 persen untuk tenor 6 bulan dan 45 persen untuk tenor 12 bulan, di samping melanjutkan insentif Swap Beli Lindung Nilai serta skema Local Currency Transaction (LCT). Sejak diluncurkan pada Juni 2026, bauran insentif lindung nilai ini sukses menarik aliran modal asing masuk sebesar US$9,9 miliar per 20 Oktober 2026.

Guna menjaga momentum konsumsi domestik, BI memperpanjang relaksasi kredit properti dan otomotif. Ketentuan rasio pembiayaan properti (Loan to Value/Financing to Value/LTV-FTV) hingga 100 persen dan uang muka (down payment/DP) 0 persen untuk kendaraan bermotor baru resmi diperpanjang selama satu tahun, terhitung mulai 1 Januari 2027 hingga 31 Desember 2027.

Di sektor intermediasi, penyaluran kredit perbankan pada September 2026 tumbuh ekspansif sebesar 13,26 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), ditopang lonjakan kredit investasi sebesar 23,20 persen dan kredit modal kerja 11,89 persen. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar 8,22 persen YoY, dengan rasio permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan sangat kokoh di level 24,10 persen serta rasio kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) terjaga rendah di level 2,11 persen bruto.

Pada sistem pembayaran digital, BI memperluas uji coba (sandboxing) QRIS Antarnegara ke koridor Timor Leste dan Hong Kong mulai triwulan IV 2026, memperluas akseptasi ritel Kartu Kredit Indonesia (KKI), serta menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Pengaturan Data Sistem Pembayaran sesuai Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (PDP).

Hingga triwulan III 2026, volume transaksi digital banking melesat 39,24 persen YoY menembus 18,09 miliar transaksi. Transaksi QRIS tumbuh signifikan sebesar 75,80 persen YoY dengan menjangkau 70,6 juta pengguna dan 49,4 juta merchant, diiringi kenaikan nilai transaksi ritel BI-FAST sebesar 33,91 persen YoY mencapai Rp4.049 triliun.

  • Baca juga: Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

Secara keseluruhan, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 tetap solid di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen, didukung fundamental konsumsi rumah tangga yang berdaya tahan serta cadangan devisa yang memadai sebesar US$146,3 miliar per akhir September 2026.

Editor: Sandy Romualdus
Tags: Bank Indonesiabi rateGWM PerbankanKredit PerbankanNilai Tukar Rupiah
 
 
 
 
 
Previous Post

Pangsa Pasar Sentuh 7 Persen, BI Pacu Pendalaman Sukuk Sekunder dan Repo Syariah

Next Post

Optimalkan Pemulihan Aset BPR KRI, LPS Terima Hasil Sita Lelang Rp2,78 Miliar dari Kejari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Optimalkan Pemulihan Aset BPR KRI, LPS Terima Hasil Sita Lelang Rp2,78 Miliar dari Kejari

Optimalkan Pemulihan Aset BPR KRI, LPS Terima Hasil Sita Lelang Rp2,78 Miliar dari Kejari

by Sandy Romualdus
22 Oktober 2026 - 13:41

LPS menerima uang hasil sita lelang korupsi BPR Karya Remaja Indramayu Rp2,78 miliar dari Kejari, total dana pemulihan tembus Rp120...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

PT SMT Didenda Rp1,5 Triliun di Kasus Saham DSSA, OJK Juga Sanksi AH Ltd dan TC Pte Ltd

by Sandy Romualdus
21 Oktober 2026 - 20:10

OJK bersama Bareskrim Polri menyerahkan surat sanksi denda Rp2,1 triliun kepada pelanggar kasus saham DSSA, BREN, dan CUAN serta menindak...

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

by Sandy Romualdus
21 Oktober 2026 - 20:06

OJK menggelar dialog bersama investor institusional global untuk menegaskan komitmen 8 aksi reformasi pasar modal dan penegakan sanksi denda Rp2,5...

Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK dan DSN-MUI Perkuat Peran Dewan Pengawas

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 13:43

OJK mencatat aset industri keuangan syariah tumbuh 8,19 persen mencapai Rp3.231 triliun dan memperkuat peran DPS bersama DSN-MUI dalam Ijtima'...

LPS: Konsumen Optimis ke Depan, Meski Persepsi Ekonomi Saat Ini Melemah

Topang Likuiditas Industri, LPS Jaga Selisih Bunga Penjaminan BPR terhadap Bank Umum

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 13:29

LPS mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan BPR sebesar 6,25 persen hingga Januari 2027 guna melindungi 99 persen rekening nasabah dan menjaga...

Employee Volunteering Day 2026: Ratusan Karyawan CIMB Niaga Turun Tangan Benahi Ruang Publik

Jaga Rasionalitas Pasar, OJK dan BEI Serap Masukan Pelaku Pasar Modal

by Stella Gracia
19 Oktober 2026 - 08:43

OJK dan SRO menggelar dialog konsolidasi bersama pelaku pasar modal, analis, dan finfluencer guna memperkuat integritas pasar dan rasionalitas investor....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Optimalkan Pemulihan Aset BPR KRI, LPS Terima Hasil Sita Lelang Rp2,78 Miliar dari Kejari

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Kerek Deposit Facility dan Pangkas GWM Perbankan

Pangsa Pasar Sentuh 7 Persen, BI Pacu Pendalaman Sukuk Sekunder dan Repo Syariah

Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

Jaring Talenta Vokasi Global, Kemnaker Gelar InaSkills 2026 Berstandar Internasional

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

JLL Ungkap Pasar Properti Indonesia Masuki Era Desentralisasi dan Aset Digital

Gandeng Danantara dan BNSP, Kemnaker Perkuat Ekosistem Sertifikasi Tenaga Kerja BUMN

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Optimalkan Pemulihan Aset BPR KRI, LPS Terima Hasil Sita Lelang Rp2,78 Miliar dari Kejari

Optimalkan Pemulihan Aset BPR KRI, LPS Terima Hasil Sita Lelang Rp2,78 Miliar dari Kejari

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance