• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kemendag Dorong Bisnis Ritel Jadi Motor Pemulihan Ekonomi

oleh Stella Gracia
19 Juni 2020 - 15:16
10
Dilihat
Kemendag Fasilitasi Ekspor DenganTerbitkan Permendag Nomor 39 Tahun 2020
0
Bagikan
10
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas — Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, bisnis ritel bisa menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi di era “new normal”. Untuk itu, Mendag Agus meminta para pelaku usaha ritel agar berupaya menjalankan bisnis ritel dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, baik bagi pekerja maupun konsumennya. Hal ini disampaikan Mendag saat menjadi narasumber pada acara ‘Ngobrol Bareng IDN Times’ secara virtual dengan tema “New Normal, Bisnis Ritel Pasca Pandemi Covid-19” di Jakarta.

Selain Mendag, narasumber pada kegiatan ini adalah Ketua Penasehat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Handaka Santosa dan Chief Marketing Officer (CMO) Lazada Monika Rudijono. Acara yang disiarkan langsung di kanal Youtube IDN Times ini dipandu oleh Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis.

“Pemerintah memandang bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama nasional. Namun, ekonomi nasional juga harus diselamatkan dengan tetap mengutamakan kesehatan masyarakat,” kata Mendag Agus.

BERITA TERKAIT

Menurut Mendag, kontribusi sektor perdagangan secara umum, dan bisnis ritel secara khusus, terhadap perekonomian Indonesia tetap penting, meskipun pertumbuhannya melambat selama masa pandemi. Pada kuartal I 2020, kontribusi sektor perdagangan besar dan eceran terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tercatat 10,68 persen, tidak jauh berbeda dibanding kuartal sebelumnya selama lima tahun terakhir.

Mendag melanjutkan, konsumsi domestik memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDB selama lima tahun terakhir. Selain itu, pada triwulan I 2020, kontribusi konsumsi terhadap PDB tercatat naik hingga 58,14 persen.

“Melihat kontribusi sektor perdagangan dan pentingnya konsumsi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah terus berupaya secara maksimal agar bisnis ritel tetap bergairah di masa pandemi Covid-19,” tandas Mendag.

Mendag mengungkapkan, pembukaan aktivitas perdagangan tidak bisa langsung mengembalikan 100 persen omzet. Namun, dengan adanya aktivitas perdagangan, paling tidak pelaku usaha tetap mendapat pemasukan. Untuk itu, pemerintah akan memberikan insentif untuk bisnis ritel di masa pandemi Covid-19.

“Kami telah mengusulkan pemberian insentif untuk bisnis ritel kepada Menteri Kordinator Bidang Perekonomian berdasarkan masukan dari pelaku usaha terkait. Semoga dalam waktu dekat, usulan insentif tersebut dapat segera direalisasikan,” terang Mendag.

Mendag juga menyampaikan, kelas menengah saat ini mengalami penurunan pendapatan ratarata 30 persen. Selain daya beli yang tertekan, mereka juga mengalami penurunan keinginan untuk berbelanja karena cenderung menghindari penularan virus selama pandemi.

Selain itu, pola transaksi kelas menengah juga banyak beralih ke platform digital. Kombinasi dari berbagai hal tersebut menyebabkan bisnis ritel kehilangan potensi penerimaannya hingga 70 persen.

Sebagai respons atas perubahan pada kelas menengah selama pandemi, pemerintah melakukan beberapa langkah. Pertama, memastikan bahwa pusat-pusat perbelanjaan, baik modern maupun tradisional, menerapkan dan menjaga standard kesehatan yang ketat. Hal ini penting dilakukan agar kelas menengah, terutama yang masih memiliki daya beli, memiliki kepercayaan, dan keinginan untuk berbelanja kembali.

Kedua, mendorong bisnis ritel untuk bisa beradaptasi dengan pola perubahan transaksi di masa mendatang. Yaitu, tidak hanya bisnis fisik tapi juga mulai masuk ke ekosistem bisnis digital dengan memadukan penjualan luring dengan daring.

Di sisi lain, Handaka mengungkapkan, pelaku usaha ritel mengapresiasi langkah Kementerian Perdagangan yang telah membuka kembali pusat perbelanjaan di tengah pandemi Covid-19, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi domestik, sekaligus menjadi momentum untuk mulai meningkatkan ekonomi Indonesia

Sementara itu, Monika menyampaikan, niaga eletronik terus mengalami kenaikan selama masa pandemi. Terjadi perubahan pola belanja di masyarakat, yaitu dari belanja luring menjadi belanja daring. Dari segi produk, juga terjadi pergeseran menuju barang kebutuhan dasar.

“Hal ini menjadi peluang produk lokal untuk dapat memasuki pasar niaga elektornik. Untuk itu, peran industri lokal di Indonesia harus ditingkatkan, terutama untuk pelaku usaha kecil mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku usaha niaga elektronik berharap pemerintah memberikan dukungan untuk mengangkat UMKM melalui kemudahan regulasi,” jelas Monika.

Mendag kembali menegaskan, pemerintah terus berkomitmen agar masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan serta tetap produktif untuk melaksanakan aktivitas ekonomi dan perdagangan.

“Saya berharap masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan agar tetap aman dan produktif. Saya juga mengajak seluruh pelaku usaha memprioritaskan produk-produk buatan Indonesia untuk dipasarkan lebih luas kepada konsumen. Hal ini sejalan dengan diluncurkannya “Gerakan Bangga Buatan Indonesia” oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020,” pungkas Mendag.

Tags: #Menteri Perdagangan,#Bisnis ritel, #new Normal
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Atasi Dampak Covid, Bank Lakukan Restrukturisasi

Selanjutnya

Bappebti Blokir Akun Media Sosial dan Domain Situs Entitas Ilegal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

oleh Stella Gracia
21 Juli 2026 - 13:38

Kemnaker tegaskan perusahaan mitra Program MagangHub 2026 wajib terdaftar di WLKP. Simak syarat lengkap dan cara verifikasinya di sini. Stabilitas.id...

Atasi Hambatan Investasi, Satgas P2SP Selesaikan 58 Aduan Pelaku Usaha hingga April 2026

Ogah Naikkan Tarif, Menkeu Purbaya Pilih Strategi ‘Angsa Emas’

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 07:22

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak. Strategi difokuskan pada ekstensifikasi dan kepatuhan pajak jualan online....

Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

Pastikan Efisiensi Anggaran MBG 2026, Kopdes Wajib Lolos Audit BPKP

oleh Stella Gracia
16 Juli 2026 - 06:29

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 akan diefisiensikan. Kemenkeu siap tutup SPPG yang bermasalah....

BI: Uang Beredar Naik 7,34%, Efek Pelonggaran Moneter dan Dorongan Fiskal Pemerintah

S&P Tahan Rating Utang RI di Level BBB, BI Sebut Bukti Kepercayaan Global Tetap Solid

oleh Stella Gracia
15 Juli 2026 - 14:59

Bank Indonesia (BI) menyambut positif keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB dengan outlook...

Menkeu Purbaya Targetkan Rp60 Triliun dari Penunggak Pajak, Ada Bos Besar Masuk Radar

Rasio Utang RI Tembus 40,54% PDB di 2025, Menkeu Purbaya Tegaskan APBN Tetap Sehat

oleh Sandy Romualdus
15 Juli 2026 - 14:52

Meta Description: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan rasio utang RI tahun 2025 sebesar 40,54% PDB masih aman di bawah...

Enam Gebrakan Purbaya dalam Sebulan Pimpin Kemenkeu

Laporan APBN 2025: Di Tengah Gejolak Global, Ekonomi RI Tumbuh 5,11%

oleh Stella Gracia
15 Juli 2026 - 13:53

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan pertanggungjawaban APBN 2025. Di tengah gejolak global, ekonomi RI tumbuh 5,11% dan defisit terjaga...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

    Tarik PPh 22 di Marketplace, DJP Bidik Pajak Digital Melonjak Hingga Rp 24 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJP Kejar Pajak Digital, Strava dan Kling AI Resmi Kena PPN 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Persaingan Asuransi Makin Ketat, Ini Daftar Market Leaders 2026

Volume Transaksi BNIdirect Tembus Rp 15,39 Triliun, BNI Dinobatkan Jadi Best SME Bank

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

The Busyness Trap

Stabilitas Edisi 224 : Alarm Waspada dari Bank Sentral

Marak CS Palsu dan Modus Galbay, SPinjam Imbau Pengguna Gunakan Kanal Resmi

OJK Siapkan Tiga Fokus Strategis Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

OJK Blokir 32.454 Rekening Judi Online, Perbanas Perketat Sistem Pengawasan Fraud

Pacu Bisnis Konsumer, BRI Kembali Siapkan KKB Expo Serentak di 131 Titik

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Fitur untuk Cegah Korupsi Perusahaan Diluncurkan

Bappebti Blokir Akun Media Sosial dan Domain Situs Entitas Ilegal

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance