JAKARTA, Stabilitas– Deputy General Manager IT Bidang Pengembangan Bank BNI, Muhammad Faisal Jazuli membagikan detail kerja sama yang akan dijalin BNI dengan Alipay dan Wechat. Dirinya menuturkan, saat ini pihaknya masih dalam tahap diskusi terkait aturan agar dana yang dihasilkan dari kerja sama ini dapat mengendap di dalam negeri sebelum dibawa ke luar negeri. Pasalnya pihaknya khawatir Indonesia hanya akan menjadi tempat bertransaksi saja.
“Ini plus minus ya, masalah strategi kebangsaannya aja jangan sampai kita hanya sebagai tempat transaksi aja sebagai pasar ssedangkan dana dan uangnya nanti kumpulnya lari keluar,”paparnya seusai menjadi pembicata dalam diskusi di Jakarta, Rabu (27/2/2019).
Oleh karena itu, dirinya memaparkan saat ini sedang didiskusikan bersama antara bank Himbara dan regulator untuk mengatur regulasi yang sesuai agar menguntungkan kedua pihak. Tak hanya dari sisi keuntungan, peraturan tersebut nantinya juga terhubung dengan sistem pembayaran Bank Himbara.
“Justru inikan lebih strategi nasional supaya melindungi pasar Indonesia ini agar bisa mendapatkan manfaat maksimal dari sebuah transaksi. Jadi tidak hanya menjadi tempat transaksi tidak hanya sebagai pasar tapi hasil akhir dari transaksi ini tidak di bawa ke luar.”ujarnya.
Sementara itu, dari sisi teknologi Faisal mengatakan tidak ada bedanya dengan open koneksi dengan perusahaan lokal maupun regional karena sudah memiliki capability.
“Jadi kalau masalah teknoligi gak ada isu. Bahkan kita sudah POC (prove on concept) dan testing RnD (research and development) bersama WeChat dan Alipay,”kata dia.
Sebelumnya, Bank Indonesia mendorong bank-bank di Indonesia untuk melakukan kerja sama dengan AliPay dan WeChat untuk menarik turis mancanegara terutama China karena menjadi wisatawan mancanegara dengan jumlah paling banyak yang berkunjung ke Indonesia. (Is)





.jpg)










