Bank BSN meluncurkan KTA co-branding multifungsi bersama IARMI guna memperluas ekosistem digital Bale Syariah di tengah lonjakan laba bersih 36,7 persen.
Stabilitas.id — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas penetrasi ekosistem digital syariah ke segmen komunitas dan organisasi alumni strategis melalui peluncuran Kartu Tanda Anggota (co-branding) terintegrasi bersama Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) di Jakarta, Sabtu (26/9).
Diluncurkan di sela agenda Pelantikan Pengurus Periode 2025–2030 dan Rapat Kerja Nasional DPN IARMI, bank syariah dengan aset Rp81,5 triliun ini memosisikan kartu keanggotaan tersebut bukan sekadar kartu identitas pasif, melainkan instrumen keuangan multifungsi berfitur debit, ATM, uang elektronik (e-money), serta terkoneksi langsung ke aplikasi perbankan digital Bale Syariah.
Penyerahan kartu anggota secara simbolis dilakukan oleh Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor kepada Sekretaris Jenderal DPN IARMI yang juga menjabat Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria. Agenda penting ini turut disaksikan oleh Ketua Umum DPN IARMI sekaligus Komisaris Utama Bank BSN Prof. Dr. H. Bahrullah Akbar.
BERITA TERKAIT
Turut hadir menyaksikan kemitraan strategis tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol. (Purn.) Akhmad Wiyagus, serta Direktur Commercial & Corporate Banking Bank BSN Maqin U. Norhadi.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menegaskan bahwa kolaborasi kelembagaan ini menjadi instrumen ekspansi perseroan dalam menyediakan solusi perbankan syariah yang adaptif terhadap kebutuhan organisasi modern berskala nasional.
“Kami hadir untuk memberikan layanan perbankan berbasis prinsip syariah yang mampu menjadi mitra tumbuh dan membangun kemanfaatan bersama. Semangat tersebut mendasari kemitraan strategis dengan IARMI hari ini melalui penerbitan kartu anggota yang terhubung langsung dengan sistem perbankan syariah,” kata Alex dalam sambutannya.
Alex menggarisbawahi bahwa perseroan berkomitmen memberikan utilitas ekonomi konkret bagi puluhan ribu anggota IARMI di berbagai daerah agar instrumen keanggotaan memiliki daya guna transaksi yang optimal.
“Kami ingin KTA IARMI bukan sekadar kartu identitas yang tersimpan di dalam dompet, melainkan kartu fungsional yang memberi manfaat nyata dalam aktivitas harian anggota, baik untuk penarikan tunai di seluruh jaringan ATM maupun sarana pembayaran di berbagai gerai perbelanjaan,” ungkapnya.
Secara teknis, ruang lingkup kerja sama mencakup pembukaan rekening tabungan syariah secara terpadu, integrasi sistem verifikasi data anggota, penyediaan fasilitas Virtual Account (VA), sistem pembayaran QRIS, proteksi asuransi syariah, hingga program edukasi literasi keuangan syariah.
Kenyamanan transaksi anggota kian lengkap dengan integrasi langsung ke platform Bale Syariah by BSN. Kanal digital ini memfasilitasi kebutuhan mobilitas harian nasabah, seperti pengisian saldo Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter untuk armada KRL, MRT, LRT, dan TransJakarta, di samping layanan transfer dana dan pembayaran tagihan. Aplikasi ini juga dibekali fitur gaya hidup Islami, mulai dari jadwal salat, tabungan emas, zakat dan wakaf (ZISWAF), hingga perencanaan ibadah haji dan umrah.
“Kartu anggota ini terhubung erat dengan ekosistem digital Bale Syariah. Melalui integrasi teknologi ini, kami memadukan kemudahan transaksi finansial, promo di berbagai merchant, serta pemenuhan kebutuhan ibadah harian ke dalam satu genggaman nasabah,” papar Alex.
Kemitraan komunitas ini dieksekusi di tengah momentum akselerasi digital perseroan. Hingga Agustus 2026, aplikasi Bale Syariah by BSN telah membukukan hampir 239.000 pengguna aktif dengan frekuensi transaksi melampaui 3,29 juta kali dan volume transaksi menembus Rp6,57 triliun.
Kinerja kanal digital tersebut ditopang oleh fundamental keuangan Bank BSN yang ekspansif. Hingga akhir Agustus 2026, total aset perseroan melesat 20,75 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menyentuh Rp81,5 triliun. Penyaluran pembiayaan tumbuh agresif 26,12 persen YoY menjadi Rp63,2 triliun, diimbangi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 13,19 persen YoY menjadi Rp64 triliun. Alhasil, laba bersih perseroan melonjak 36,72 persen YoY mencapai Rp721 miliar.***

















