Stabilitas.id — Bank Mandiri kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah perdesaan. Berdasarkan keterangan resmi Bank Mandiri yang dikutip Senin (19/1/2026), perseroan menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Jawa Tengah.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif Bank Mandiri dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PDT kepada manajemen Bank Mandiri pada acara tersebut.
Senior Vice President Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Hendrianto Setiawan mengatakan, penghargaan ini merupakan pengakuan atas upaya jangka panjang perseroan dalam mendorong penguatan ekonomi desa melalui integrasi pembiayaan, pendampingan usaha, serta pengembangan ekosistem keuangan yang terintegrasi.
BERITA TERKAIT
“Penghargaan ini menjadi refleksi komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir di desa sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung, sekaligus mendorong desa sebagai sumber pertumbuhan baru melalui sinergi program, akses keuangan, dan penguatan kapasitas masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (19/1).
Untuk memastikan dampak pemberdayaan berjalan terukur dan berkelanjutan, Bank Mandiri menjalankan sejumlah inisiatif yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat lokal. Melalui program Mandiri Sahabat Desa, perseroan telah menjangkau lebih dari 1.000 kepala keluarga penerima manfaat di ratusan desa.
Program tersebut mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan infrastruktur desa. Rinciannya meliputi 800 penerima manfaat pemberdayaan masyarakat desa, 500 penerima manfaat penanggulangan stunting, 350 penerima manfaat peningkatan sarana desa tertinggal, serta 100 penerima manfaat pemberdayaan kelompok masyarakat perkebunan.
Di sisi penguatan kelembagaan ekonomi desa, Bank Mandiri juga mendorong kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama (BUMDesma). Inisiatif ini diintegrasikan dengan pelaksanaan program strategis nasional, termasuk Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis.
Hingga saat ini, Bank Mandiri tercatat telah membuka lebih dari 3.700 rekening tabungan BUMDes/BUMDesma, mengelola lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, serta menyalurkan kredit kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis guna mendukung kelancaran transaksi dan tata kelola keuangan di tingkat desa.
Selain itu, Bank Mandiri juga memperluas kontribusinya melalui program Mandiri Sahabatku yang menyasar Pekerja Migran Indonesia (PMI). Program ini telah menjangkau lebih dari 20.000 PMI di enam negara, yakni Malaysia, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan kawasan Timur Tengah, dengan fokus penguatan kapasitas kewirausahaan pascakepulangan ke Tanah Air. Program tersebut diperkuat melalui skema Bapak Asuh PMI yang melibatkan 948 peserta.
Ke depan, Bank Mandiri memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pembangunan desa yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan. “Bank Mandiri berkomitmen memperkuat sinergi layanan dalam ekosistem finansial nasional guna menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi ekonomi desa,” pungkas Hendrianto. ***

















