• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Konsolidasi Fiskal Tanpa Pajak Baru: Strategi Menkeu Purbaya di Tengah Laju Utang

oleh Sandy Romualdus
9 September 2025 - 15:36
35
Dilihat
Konsolidasi Fiskal Tanpa Pajak Baru: Strategi Menkeu Purbaya di Tengah Laju Utang
0
Bagikan
35
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id — Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan ke-31 Indonesia menandai babak baru dalam pengelolaan fiskal nasional. Di tengah tekanan utang yang terus meningkat dan ekspektasi pasar yang tinggi, Purbaya memilih pendekatan yang tidak konvensional: mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa menambah pungutan pajak. Strategi ini memicu perdebatan di kalangan ekonom, pelaku pasar, dan pengamat kebijakan.

Antara Skeptisisme dan Kredibilitas

Pelantikan Purbaya pada 8 September 2025 langsung direspons negatif oleh pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,28 persen, mencerminkan keraguan investor terhadap kredibilitas fiskal sang menteri baru. Reaksi ini menunjukkan bahwa pasar tidak hanya menilai rekam jejak, tetapi juga membaca sinyal komunikasi dan arah kebijakan yang akan diambil.

BERITA TERKAIT

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Menkeu Guyur Tambahan Dana Transfer Rp10,65 Triliun ke Aceh hingga Sumbar

Padahal, Purbaya bukan sosok baru dalam dunia kebijakan ekonomi. Ia merupakan lulusan Teknik Elektro ITB dan meraih gelar Master serta Doktor dari Purdue University. Kariernya mencakup posisi strategis sebagai ekonom senior Danareksa dan Ketua Dewan Komisioner LPS. Namun, kritik tetap muncul. Ekonom Indef, Fadhil Hasan, menyebut Purbaya “bukan pilihan terbaik” karena belum pernah secara langsung mengelola fiskal negara.

Menanggapi kritik tersebut, Purbaya menegaskan bahwa dirinya telah terlibat dalam perumusan kebijakan fiskal sejak era Presiden SBY dan Jokowi. “Saya bantu Pak SBY tahun 2008. Saya orang kepercayaannya,” ujarnya. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa meski perannya selama ini lebih banyak di balik layar, ia memiliki pemahaman mendalam tentang arsitektur fiskal nasional.

Bertaruh pada Pertumbuhan: Strategi Tanpa Pajak Baru

Dalam menghadapi tantangan konsolidasi fiskal, Purbaya memilih strategi yang berani: menolak pungutan pajak baru dan bertaruh pada akselerasi pertumbuhan ekonomi. Targetnya ambisius—mencapai pertumbuhan 8% dalam 2–3 tahun. Strategi ini didorong oleh keyakinan bahwa penerimaan negara dapat meningkat secara organik jika ekonomi tumbuh pesat.

Per Juli 2025, total utang pemerintah mencapai Rp8.113 triliun, naik dari Rp7.730 triliun pada 2024. RAPBN 2026 mengusulkan penarikan utang baru sebesar Rp781,9 triliun, meningkat dari outlook 2025 yang sebesar Rp715,5 triliun. Di tengah tekanan ini, Purbaya menyatakan, “Kalau pertumbuhannya bagus, anggap tax-to-GDP ratio-nya konstan, income-nya kencang juga.” Artinya, ia percaya bahwa basis pajak akan meluas seiring pertumbuhan ekonomi.

Namun, strategi ini bukan tanpa risiko. Ketergantungan pada pertumbuhan ekonomi sebagai sumber penerimaan negara menuntut stabilitas makro dan keberhasilan program-program stimulus. Tanpa itu, potensi shortfall fiskal tetap mengintai. Di sinilah pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Efisiensi Belanja dan Pengelolaan Utang

Selain fokus pada pertumbuhan, Purbaya menekankan pentingnya efektivitas belanja dan pengelolaan utang yang hati-hati. RAPBN 2026 menetapkan rasio utang terhadap PDB sebesar 39,96%, jauh di bawah batas aman 60% yang diatur dalam UU Keuangan Negara. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan fiskal.

Strategi pengelolaan utang diarahkan pada pendalaman pasar keuangan domestik. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada pembiayaan eksternal yang rentan terhadap fluktuasi global. Purbaya juga mengakui bahwa “masih ada pengelolaan keuangan yang belum optimal” dan berjanji akan memperbaikinya melalui reprioritisasi anggaran.

Reprioritisasi ini mencakup pengalihan belanja ke sektor produktif seperti irigasi dan jalan lingkungan. Program-program ini dinilai memiliki efek pengganda tinggi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal. Di tengah ancaman PHK dan perlambatan ekonomi, belanja yang tepat sasaran menjadi kunci menjaga stabilitas sosial.

MBG: Program Sosial Bernuansa Fiskal

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi ujung tombak strategi fiskal Purbaya. Dengan alokasi Rp71 triliun untuk 19,47 juta penerima, MBG bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga instrumen fiskal yang dirancang untuk mendorong konsumsi dan memperkuat daya beli masyarakat. Efek pengganda dari program ini diharapkan mampu memperluas basis pajak secara alami.

Secara mikro, MBG dapat menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp300.000–Rp500.000 per anak per bulan. Ini berpotensi meningkatkan disposable income dan mendorong konsumsi domestik. Secara makro, MBG diharapkan menstimulasi sektor pertanian, logistik, dan UMKM, menciptakan siklus ekonomi yang lebih inklusif.

Namun, efektivitas MBG sangat bergantung pada pelaksanaan yang transparan dan akuntabel. Tanpa pengawasan ketat, program ini berisiko menjadi beban fiskal tanpa hasil nyata. Oleh karena itu, pendekatan pilot project dan evaluasi berbasis data menjadi krusial untuk memastikan keberhasilan program.

Tantangan ke Depan

Meski optimis, Purbaya tidak menutup mata terhadap tantangan. Ia mengakui bahwa ekonomi Indonesia sedang “agak melambat” dan pasar masih bersikap wait-and-see. Ia percaya bahwa gejolak pasar akan mereda dalam waktu singkat, dengan mengatakan, “Dalam seminggu-dua minggu pasti akan balik.”

Kepercayaan diri Purbaya bersumber dari pengalamannya di pasar finansial selama lebih dari 15 tahun. Namun, tantangan tidak hanya datang dari pasar, tetapi juga dari dinamika sosial dan politik. Tuntutan reformasi perpajakan yang lebih adil dan transparan tetap menjadi tekanan yang harus dihadapi.

Untuk menjawab tantangan ini, Purbaya mendorong digitalisasi sistem perpajakan melalui Core Tax dan pengawasan intensif terhadap kebocoran penerimaan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang proaktif dan berbasis data untuk membangun kepercayaan publik. Dengan pendekatan ini, Purbaya berharap dapat mengubah skeptisisme menjadi dukungan terhadap strategi fiskalnya. ***

Tags: #Surat Utang NegaraKonsolidasi FiskalmenkeuMenkeu Purbayapertumbuhan pajakPurbaya Yudhi SadewaStrategi Menkeu Purbayautang pemerintah
 
 
 
 
Sebelumnya

Menkeu Resmi Rombak Struktur Sekretariat KSSK Lewat PMK 64/2025

Selanjutnya

Transisi Kepemimpinan: Warisan Sri Mulyani dan Harapan Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:43

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2025 membukukan defisit sebesar US$7,8 miliar. Realisasi ini berbalik...

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:38

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI,...

Strategi Transisi Ekonomi: Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus ‘Habis-habisan’ di Kuartal I/2026

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:30

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atau pajak...

BI: KPR Dominasi 74% Pembelian Rumah, Aset Properti Tumbuh Terbatas di Q3 2025

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:24

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memutuskan untuk menarik utang sebesar Rp40 triliun...

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:00

Stabilitas.id – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi mengesahkan Agreement on Reciprocal Tariff pada Jumat (20/2/2026). Kesepakatan teknis ini menjadi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Konsolidasi Fiskal Tanpa Pajak Baru: Strategi Menkeu Purbaya di Tengah Laju Utang

Transisi Kepemimpinan: Warisan Sri Mulyani dan Harapan Baru

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance