• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Konsolidasi Fiskal Tanpa Pajak Baru: Strategi Menkeu Purbaya di Tengah Laju Utang

oleh Sandy Romualdus
9 September 2025 - 15:36
49
Dilihat
Konsolidasi Fiskal Tanpa Pajak Baru: Strategi Menkeu Purbaya di Tengah Laju Utang
0
Bagikan
49
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id — Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan ke-31 Indonesia menandai babak baru dalam pengelolaan fiskal nasional. Di tengah tekanan utang yang terus meningkat dan ekspektasi pasar yang tinggi, Purbaya memilih pendekatan yang tidak konvensional: mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa menambah pungutan pajak. Strategi ini memicu perdebatan di kalangan ekonom, pelaku pasar, dan pengamat kebijakan.

Antara Skeptisisme dan Kredibilitas

  • Baca juga: Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Pelantikan Purbaya pada 8 September 2025 langsung direspons negatif oleh pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,28 persen, mencerminkan keraguan investor terhadap kredibilitas fiskal sang menteri baru. Reaksi ini menunjukkan bahwa pasar tidak hanya menilai rekam jejak, tetapi juga membaca sinyal komunikasi dan arah kebijakan yang akan diambil.

BERITA TERKAIT

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Suntik Pemda Rp20,5 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Pembayaran Gaji PPPK Aman

Restrukturisasi KCIC: Kemenkeu Kuasai 60% Saham, Utang Dikelola via SMV

Bantah Isu Gaji Manajer Kopdes Rp16 Juta, Menkeu Purbaya: Ketinggian, Kisarannya Selevel UMP

Padahal, Purbaya bukan sosok baru dalam dunia kebijakan ekonomi. Ia merupakan lulusan Teknik Elektro ITB dan meraih gelar Master serta Doktor dari Purdue University. Kariernya mencakup posisi strategis sebagai ekonom senior Danareksa dan Ketua Dewan Komisioner LPS. Namun, kritik tetap muncul. Ekonom Indef, Fadhil Hasan, menyebut Purbaya “bukan pilihan terbaik” karena belum pernah secara langsung mengelola fiskal negara.

Menanggapi kritik tersebut, Purbaya menegaskan bahwa dirinya telah terlibat dalam perumusan kebijakan fiskal sejak era Presiden SBY dan Jokowi. “Saya bantu Pak SBY tahun 2008. Saya orang kepercayaannya,” ujarnya. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa meski perannya selama ini lebih banyak di balik layar, ia memiliki pemahaman mendalam tentang arsitektur fiskal nasional.

Bertaruh pada Pertumbuhan: Strategi Tanpa Pajak Baru

Dalam menghadapi tantangan konsolidasi fiskal, Purbaya memilih strategi yang berani: menolak pungutan pajak baru dan bertaruh pada akselerasi pertumbuhan ekonomi. Targetnya ambisius—mencapai pertumbuhan 8% dalam 2–3 tahun. Strategi ini didorong oleh keyakinan bahwa penerimaan negara dapat meningkat secara organik jika ekonomi tumbuh pesat.

Per Juli 2025, total utang pemerintah mencapai Rp8.113 triliun, naik dari Rp7.730 triliun pada 2024. RAPBN 2026 mengusulkan penarikan utang baru sebesar Rp781,9 triliun, meningkat dari outlook 2025 yang sebesar Rp715,5 triliun. Di tengah tekanan ini, Purbaya menyatakan, “Kalau pertumbuhannya bagus, anggap tax-to-GDP ratio-nya konstan, income-nya kencang juga.” Artinya, ia percaya bahwa basis pajak akan meluas seiring pertumbuhan ekonomi.

Namun, strategi ini bukan tanpa risiko. Ketergantungan pada pertumbuhan ekonomi sebagai sumber penerimaan negara menuntut stabilitas makro dan keberhasilan program-program stimulus. Tanpa itu, potensi shortfall fiskal tetap mengintai. Di sinilah pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Efisiensi Belanja dan Pengelolaan Utang

  • Baca juga: Suntik Pemda Rp20,5 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Pembayaran Gaji PPPK Aman

Selain fokus pada pertumbuhan, Purbaya menekankan pentingnya efektivitas belanja dan pengelolaan utang yang hati-hati. RAPBN 2026 menetapkan rasio utang terhadap PDB sebesar 39,96%, jauh di bawah batas aman 60% yang diatur dalam UU Keuangan Negara. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan fiskal.

Strategi pengelolaan utang diarahkan pada pendalaman pasar keuangan domestik. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada pembiayaan eksternal yang rentan terhadap fluktuasi global. Purbaya juga mengakui bahwa “masih ada pengelolaan keuangan yang belum optimal” dan berjanji akan memperbaikinya melalui reprioritisasi anggaran.

Reprioritisasi ini mencakup pengalihan belanja ke sektor produktif seperti irigasi dan jalan lingkungan. Program-program ini dinilai memiliki efek pengganda tinggi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal. Di tengah ancaman PHK dan perlambatan ekonomi, belanja yang tepat sasaran menjadi kunci menjaga stabilitas sosial.

MBG: Program Sosial Bernuansa Fiskal

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi ujung tombak strategi fiskal Purbaya. Dengan alokasi Rp71 triliun untuk 19,47 juta penerima, MBG bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga instrumen fiskal yang dirancang untuk mendorong konsumsi dan memperkuat daya beli masyarakat. Efek pengganda dari program ini diharapkan mampu memperluas basis pajak secara alami.

Secara mikro, MBG dapat menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp300.000–Rp500.000 per anak per bulan. Ini berpotensi meningkatkan disposable income dan mendorong konsumsi domestik. Secara makro, MBG diharapkan menstimulasi sektor pertanian, logistik, dan UMKM, menciptakan siklus ekonomi yang lebih inklusif.

Namun, efektivitas MBG sangat bergantung pada pelaksanaan yang transparan dan akuntabel. Tanpa pengawasan ketat, program ini berisiko menjadi beban fiskal tanpa hasil nyata. Oleh karena itu, pendekatan pilot project dan evaluasi berbasis data menjadi krusial untuk memastikan keberhasilan program.

Tantangan ke Depan

Meski optimis, Purbaya tidak menutup mata terhadap tantangan. Ia mengakui bahwa ekonomi Indonesia sedang “agak melambat” dan pasar masih bersikap wait-and-see. Ia percaya bahwa gejolak pasar akan mereda dalam waktu singkat, dengan mengatakan, “Dalam seminggu-dua minggu pasti akan balik.”

  • Baca juga: Restrukturisasi KCIC: Kemenkeu Kuasai 60% Saham, Utang Dikelola via SMV

Kepercayaan diri Purbaya bersumber dari pengalamannya di pasar finansial selama lebih dari 15 tahun. Namun, tantangan tidak hanya datang dari pasar, tetapi juga dari dinamika sosial dan politik. Tuntutan reformasi perpajakan yang lebih adil dan transparan tetap menjadi tekanan yang harus dihadapi.

Untuk menjawab tantangan ini, Purbaya mendorong digitalisasi sistem perpajakan melalui Core Tax dan pengawasan intensif terhadap kebocoran penerimaan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang proaktif dan berbasis data untuk membangun kepercayaan publik. Dengan pendekatan ini, Purbaya berharap dapat mengubah skeptisisme menjadi dukungan terhadap strategi fiskalnya. ***

Tags: #Surat Utang NegaraKonsolidasi FiskalmenkeuMenkeu Purbayapertumbuhan pajakPurbaya Yudhi SadewaStrategi Menkeu Purbayautang pemerintah
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Menkeu Resmi Rombak Struktur Sekretariat KSSK Lewat PMK 64/2025

Selanjutnya

Transisi Kepemimpinan: Warisan Sri Mulyani dan Harapan Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kemenkeu Peduli Salurkan Bantuan Logistik Rp 565,2 Juta untuk Pengungsi Gempa Nusa Tenggara Timur

Kemenkeu Peduli Salurkan Bantuan Logistik Rp 565,2 Juta untuk Pengungsi Gempa Nusa Tenggara Timur

oleh Sandy Romualdus
21 Agustus 2026 - 12:08

Menkeu Purbaya tinjau pengungsian gempa M 7,7 di NTT. Kemenkeu Peduli salurkan bantuan Rp 565,2 juta & siapkan anggaran susulan...

Komisi XI DPR dan Kemenkeu Tinjau Gempa Flores: Pemulihan Bencana Tidak Berhenti di Fase Tanggap Darurat

Komisi XI DPR dan Kemenkeu Tinjau Gempa Flores: Pemulihan Bencana Tidak Berhenti di Fase Tanggap Darurat

oleh Sandy Romualdus
21 Agustus 2026 - 12:04

Menkeu Purbaya dan pimpinan Komisi XI DPR RI tinjau pengungsi gempa NTT. Pemerintah & DPR jamin anggaran pemulihan pascabencana berlanjut....

RAPBN 2027 Targetkan Ekonomi Tumbuh 6%: Wamenkeu Suahasil Buka-Bukaan Strategi Efisiensi Anggaran

RAPBN 2027 Targetkan Ekonomi Tumbuh 6%: Wamenkeu Suahasil Buka-Bukaan Strategi Efisiensi Anggaran

oleh Sandy Romualdus
21 Agustus 2026 - 11:59

RAPBN 2027 patok target ekonomi 6% & pangkas defisit ke 2,4% PDB. Wamenkeu Suahasil beberkan peran Danantara hingga 10 Agenda...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Swasta Masih Kontraksi, Penarikan Utang Pemerintah Kuartal II/2026 Melambat

oleh Stella Gracia
21 Agustus 2026 - 11:51

Bank Indonesia catat ULN Indonesia Q2/2026 sebesar US$453,4 miliar (tumbuh 4,4% yoy). Rasio ULN terhadap PDB terjaga aman dan sehat...

Usung Semangat Beudaya Meusare Sare, KKI 2026 Pacu Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatra dan NTT

Usung Semangat Beudaya Meusare Sare, KKI 2026 Pacu Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatra dan NTT

oleh Stella Gracia
20 Agustus 2026 - 12:36

Bank Indonesia buka Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC. Gandeng 27 K/L dan 550+ UMKM, KKI dorong UMKM bangkit,...

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

oleh Stella Gracia
20 Agustus 2026 - 07:22

Semen Gresik raih Top Brand Award 2026 kategori semen. Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni sebut raihan ini bukti kepercayaan publik...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli “Romanza” di Indonesia

Kolaborasi Bank BSN dan BAZNAS, ZIS Bakal Mudah Dibayar Lewat Bale Syariah

Kemenkeu Peduli Salurkan Bantuan Logistik Rp 565,2 Juta untuk Pengungsi Gempa Nusa Tenggara Timur

Komisi XI DPR dan Kemenkeu Tinjau Gempa Flores: Pemulihan Bencana Tidak Berhenti di Fase Tanggap Darurat

RAPBN 2027 Targetkan Ekonomi Tumbuh 6%: Wamenkeu Suahasil Buka-Bukaan Strategi Efisiensi Anggaran

ULN Swasta Masih Kontraksi, Penarikan Utang Pemerintah Kuartal II/2026 Melambat

Sabet IACA Award 2026, BI Manfaatkan Limbah Racik Uang Kertas Jadi Cendera Mata dan Energi

Terintegrasi Aplikasi OCTO, KKI Ritel CIMB Niaga Fasilitasi Pembayaran QRIS

Rasio LaR Turun 145 Bps, BRI Jaga NPL Coverage Tebal di Level 179,45%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Konsolidasi Fiskal Tanpa Pajak Baru: Strategi Menkeu Purbaya di Tengah Laju Utang

Transisi Kepemimpinan: Warisan Sri Mulyani dan Harapan Baru

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance