• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Juni 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Konsolidasi Fiskal Tanpa Pajak Baru: Strategi Menkeu Purbaya di Tengah Laju Utang

oleh Sandy Romualdus
9 September 2025 - 15:36
45
Dilihat
Konsolidasi Fiskal Tanpa Pajak Baru: Strategi Menkeu Purbaya di Tengah Laju Utang
0
Bagikan
45
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id — Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan ke-31 Indonesia menandai babak baru dalam pengelolaan fiskal nasional. Di tengah tekanan utang yang terus meningkat dan ekspektasi pasar yang tinggi, Purbaya memilih pendekatan yang tidak konvensional: mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa menambah pungutan pajak. Strategi ini memicu perdebatan di kalangan ekonom, pelaku pasar, dan pengamat kebijakan.

Antara Skeptisisme dan Kredibilitas

Pelantikan Purbaya pada 8 September 2025 langsung direspons negatif oleh pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,28 persen, mencerminkan keraguan investor terhadap kredibilitas fiskal sang menteri baru. Reaksi ini menunjukkan bahwa pasar tidak hanya menilai rekam jejak, tetapi juga membaca sinyal komunikasi dan arah kebijakan yang akan diambil.

BERITA TERKAIT

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

Sinergi Perry Warjiyo – Purbaya Yudhi Sadewa Jinakkan Dolar ke Rp17.730

Refocusing Anggaran Rp268 Triliun, Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis

Ketuk Palu RUU P2SK, Ini 17 Poin Krusial Perombakan Arsitektur Keuangan RI

Padahal, Purbaya bukan sosok baru dalam dunia kebijakan ekonomi. Ia merupakan lulusan Teknik Elektro ITB dan meraih gelar Master serta Doktor dari Purdue University. Kariernya mencakup posisi strategis sebagai ekonom senior Danareksa dan Ketua Dewan Komisioner LPS. Namun, kritik tetap muncul. Ekonom Indef, Fadhil Hasan, menyebut Purbaya “bukan pilihan terbaik” karena belum pernah secara langsung mengelola fiskal negara.

Menanggapi kritik tersebut, Purbaya menegaskan bahwa dirinya telah terlibat dalam perumusan kebijakan fiskal sejak era Presiden SBY dan Jokowi. “Saya bantu Pak SBY tahun 2008. Saya orang kepercayaannya,” ujarnya. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa meski perannya selama ini lebih banyak di balik layar, ia memiliki pemahaman mendalam tentang arsitektur fiskal nasional.

Bertaruh pada Pertumbuhan: Strategi Tanpa Pajak Baru

Dalam menghadapi tantangan konsolidasi fiskal, Purbaya memilih strategi yang berani: menolak pungutan pajak baru dan bertaruh pada akselerasi pertumbuhan ekonomi. Targetnya ambisius—mencapai pertumbuhan 8% dalam 2–3 tahun. Strategi ini didorong oleh keyakinan bahwa penerimaan negara dapat meningkat secara organik jika ekonomi tumbuh pesat.

Per Juli 2025, total utang pemerintah mencapai Rp8.113 triliun, naik dari Rp7.730 triliun pada 2024. RAPBN 2026 mengusulkan penarikan utang baru sebesar Rp781,9 triliun, meningkat dari outlook 2025 yang sebesar Rp715,5 triliun. Di tengah tekanan ini, Purbaya menyatakan, “Kalau pertumbuhannya bagus, anggap tax-to-GDP ratio-nya konstan, income-nya kencang juga.” Artinya, ia percaya bahwa basis pajak akan meluas seiring pertumbuhan ekonomi.

Namun, strategi ini bukan tanpa risiko. Ketergantungan pada pertumbuhan ekonomi sebagai sumber penerimaan negara menuntut stabilitas makro dan keberhasilan program-program stimulus. Tanpa itu, potensi shortfall fiskal tetap mengintai. Di sinilah pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Efisiensi Belanja dan Pengelolaan Utang

Selain fokus pada pertumbuhan, Purbaya menekankan pentingnya efektivitas belanja dan pengelolaan utang yang hati-hati. RAPBN 2026 menetapkan rasio utang terhadap PDB sebesar 39,96%, jauh di bawah batas aman 60% yang diatur dalam UU Keuangan Negara. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan fiskal.

Strategi pengelolaan utang diarahkan pada pendalaman pasar keuangan domestik. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada pembiayaan eksternal yang rentan terhadap fluktuasi global. Purbaya juga mengakui bahwa “masih ada pengelolaan keuangan yang belum optimal” dan berjanji akan memperbaikinya melalui reprioritisasi anggaran.

Reprioritisasi ini mencakup pengalihan belanja ke sektor produktif seperti irigasi dan jalan lingkungan. Program-program ini dinilai memiliki efek pengganda tinggi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal. Di tengah ancaman PHK dan perlambatan ekonomi, belanja yang tepat sasaran menjadi kunci menjaga stabilitas sosial.

MBG: Program Sosial Bernuansa Fiskal

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi ujung tombak strategi fiskal Purbaya. Dengan alokasi Rp71 triliun untuk 19,47 juta penerima, MBG bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga instrumen fiskal yang dirancang untuk mendorong konsumsi dan memperkuat daya beli masyarakat. Efek pengganda dari program ini diharapkan mampu memperluas basis pajak secara alami.

Secara mikro, MBG dapat menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp300.000–Rp500.000 per anak per bulan. Ini berpotensi meningkatkan disposable income dan mendorong konsumsi domestik. Secara makro, MBG diharapkan menstimulasi sektor pertanian, logistik, dan UMKM, menciptakan siklus ekonomi yang lebih inklusif.

Namun, efektivitas MBG sangat bergantung pada pelaksanaan yang transparan dan akuntabel. Tanpa pengawasan ketat, program ini berisiko menjadi beban fiskal tanpa hasil nyata. Oleh karena itu, pendekatan pilot project dan evaluasi berbasis data menjadi krusial untuk memastikan keberhasilan program.

Tantangan ke Depan

Meski optimis, Purbaya tidak menutup mata terhadap tantangan. Ia mengakui bahwa ekonomi Indonesia sedang “agak melambat” dan pasar masih bersikap wait-and-see. Ia percaya bahwa gejolak pasar akan mereda dalam waktu singkat, dengan mengatakan, “Dalam seminggu-dua minggu pasti akan balik.”

Kepercayaan diri Purbaya bersumber dari pengalamannya di pasar finansial selama lebih dari 15 tahun. Namun, tantangan tidak hanya datang dari pasar, tetapi juga dari dinamika sosial dan politik. Tuntutan reformasi perpajakan yang lebih adil dan transparan tetap menjadi tekanan yang harus dihadapi.

Untuk menjawab tantangan ini, Purbaya mendorong digitalisasi sistem perpajakan melalui Core Tax dan pengawasan intensif terhadap kebocoran penerimaan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang proaktif dan berbasis data untuk membangun kepercayaan publik. Dengan pendekatan ini, Purbaya berharap dapat mengubah skeptisisme menjadi dukungan terhadap strategi fiskalnya. ***

Tags: #Surat Utang NegaraKonsolidasi FiskalmenkeuMenkeu Purbayapertumbuhan pajakPurbaya Yudhi SadewaStrategi Menkeu Purbayautang pemerintah
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Menkeu Resmi Rombak Struktur Sekretariat KSSK Lewat PMK 64/2025

Selanjutnya

Transisi Kepemimpinan: Warisan Sri Mulyani dan Harapan Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Jangkau Permukiman Padat, SIG Sediakan Layanan Beton Siap Pakai MiniMix

Jangkau Permukiman Padat, SIG Sediakan Layanan Beton Siap Pakai MiniMix

oleh Sandy Romualdus
21 Juni 2026 - 00:27

Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi meluncurkan layanan MiniMix untuk menggarap pasar pembangunan dan renovasi rumah di...

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

oleh Sandy Romualdus
20 Juni 2026 - 08:06

Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) sukses membuktikan taji tata kelola internalnya di kancah nasional. Emiten semen pelat...

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

oleh Stella Gracia
19 Juni 2026 - 23:48

Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) dan Kementerian Keuangan China terkait...

Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Sinergi Perry Warjiyo – Purbaya Yudhi Sadewa Jinakkan Dolar ke Rp17.730

oleh Stella Gracia
19 Juni 2026 - 08:47

Stabilitas.id – Sinergi solid antara otoritas moneter dan otoritas fiskal berhasil memukul mundur tekanan hebat dolar Amerika Serikat (AS) terhadap...

Lampaui Target, Marketing Sales Summarecon Agung (SMRA) Tembus Rp5,53 Triliun

Lampaui Target, Marketing Sales Summarecon Agung (SMRA) Tembus Rp5,53 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Juni 2026 - 11:08

Stabilitas.id – Emiten properti terkemuka tanah air, PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA), sukses mencetak performa impresif dengan melampaui target prapenjualan...

Pemerintah Pangkas Hari Makan Bergizi Gratis, Potensi Hemat Anggaran Capai Rp50 Triliun

BGN Hapus Insentif Tetap Rp6 Juta per Hari, Skema Operasional Dapur MBG Diubah

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:16

Stabilitas.id – Badan Gizi Nasional (BGN) langsung tancap gas melakukan perombakan fundamental dalam tata kelola operasional program unggulan Makan Bergizi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Manjakan Investor Ritel, BBCA Berencana Bagikan Dividen Interim Setiap Kuartal

    Tekanan Rebalancing MSCI Mereda, Saham BCA (BBCA) Siap Rebound ke Level Rp6.000

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Plus Minus Perdagangan Karbon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebrakan Ekonomi Desa, Presiden Prabowo Resmikan Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Jangkau Permukiman Padat, SIG Sediakan Layanan Beton Siap Pakai MiniMix

Investasi SDM Jangka Panjang BNI Hantar Devin/Faathir ke Final Macau Open 2026

Sasar Komunitas Muda Blok M, CIMB Niaga Tebar Cashback 50% di ‘Ada OCTO Land’

BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

Kedok IPO Fiktif & Jasa Pelunasan Pinjol Dibongkar, Satgas PASTI Sikat Dua Entitas Ini

Perkuat Beyond Mortgage, BTN (BBTN) Gandeng Pemprov DKI dan Kementerian UMKM

Jaga Stabilitas PVML, OJK Longgarkan Aturan Modal Asing & Batasi Pemain Paylater

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Konsolidasi Fiskal Tanpa Pajak Baru: Strategi Menkeu Purbaya di Tengah Laju Utang

Transisi Kepemimpinan: Warisan Sri Mulyani dan Harapan Baru

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance