Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menggali potensi pasar kredit mikro nasional. Selain dapat mengangkat taraf hidup masyarakat dilevel paling bawah, kredit ini juga secara komersil memiliki potensi bisnis yang kuat.
Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BRI, Djarot Kusumayakti, dalam siaran persnya, di Jakarta, Minggu (17/06) mengatakan pihaknya akan mengintensifkan pertumbuhan kredit mikro melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro. "Kita intensifkan sebab ekspansinya sangat menggembirakan," ujar Djarot.
Dia memaparkan penyaluran KUR Mikro BRI tumbuh secara signifikan. Semula hanya sebesar Rp 3,4 triliun di 2009. Namun angka ini terus tumbuh. Hingga Maret 2012 lalu, telah mencapai Rp. 11.6 triliun. "Berarti ada lonjakan Rp 8,2 triliun," ungkapnya.
BERITA TERKAIT
Dia menjelaskan KUR Mikro ini rata-rata diberikan kepada wirausahawan yang belum bankable namun sudah memiliki usaha yang visible. "Mereka mendapatkan pembelajaran keuangan melalui KUR, untuk dapat berkembang menjadi wirausaha komersial seutuhnya. Serta menjadi sumber bagi nasabah potensial Mikro komersial BRI di masa datang," pungkasnya.
Bagusnya, Ia melanjutkan, KUR ini juga rata-rata diberikan kepada pengusaha pemula. Sehingga program ini sangat tepat untuk menggenjot wirausahawan baru. "Kita butuh pengusaha-pengusaha baru untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Hal ini membahagiakan. Sebab, KUR Mikro ini menjadi bagian dari penciptaan wirausahawan baru," tutur Djarot.
Menurut data BRI, BRI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 171,6 triliun, naik sebanyak 13,39% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 151,6 triliun. Sebanyak lebih dari 80% kredit Bank BRI di salurkan buat UMKM. Sisanya untuk sektor bisnis lainnya.






.jpg)










