Jakarta – PT Bank Permata Tbk hari ini mengumumkan laba bersih sebesar Rp1,368 triliun pada tahun 2012, meningkat 18% year-on-year (yoy) dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba operasional meningkat 20% tercatat sebesar Rp 1,728 triliun, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya (fee based income).
Pertumbuhan kredit yang kuat mendorong pertumbuhan pendapatan bunga yang tumbuh 43% yoy menjadi Rp. 5,898 triliun. Sedangkan pendapatan berbasis biaya (fee based income) naik 7% yoy menjadi Rp1,109 triliun. Nilai pertumbuhan ini disampaikan Bank Permata melalui siaran pers perseroan, Rabu (26/2).
BERITA TERKAIT
"Kemajuan yang terjadi di semua area baik di sisi pinjaman, simpanan, kapasitas organisasi dan layanan, menggarisbawahi kekuatan dari model perbankan kami yang mencerminkan komitmen untuk terus memenuhi kebutuhan perbankan nasabah kami, mengembangkan Permata Bank dan mendukung perekonomian nasional," terang Direktur Utama Permata Bank, David Fletcher.
Adapun kredit yang disalurkan Bank Permata tumbuh 36% yoy dari Rp 69,3 triliun 2011 menjadi Rp 94,4 triliun pada 2012. Pertumbuhan kuat kredit, ditunjukkan oleh segmen UKM. Total aset mencapai Rp131,8 triliun, naik 30% yoy dari Rp 101,3 triliun di 2011. Sektor lain yang menunjukkan pertumbuhan signifikan adalah basis pendanaan syariah yang mencatat nilai Rp7,2 triliun, meningkat sebesar 97% dari tahun sebelumnya.
Untuk Loan to Deposit Ratio (LDR), tumbuh sebesar 89,5%, dan Gross dan Net Non Performing Loan (NPL) masing-masing mengalami perbaikan menjadi 1,4% dan 0,4% pada Desember 2012 dari 2,0% dan 0,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Setelah menuntaskan Right Issue sebesar Rp2 triliun dan menerbitkan dua Obligasi Subordinasi (Subdebt) dengan total senilai Rp2,5 triliun, rasio kecukupan modal (CAR) Bank menjadi 15,9%, meningkat 179 bps dibanding tahun lalu.
Pada tahun 2012 lalu, Bank penerima penghargaan layanan prima dari Tera Foundation 2012 ini menambah 20 kantor cabang baru, sehingga menjadi total 287 cabang konvensional dan 13 kantor cabang syariah, 15 unit mobile banking, 261 office channeling dan dua payment point di 58 kota dengan didukung oleh 811 ATM di seluruh Indonesia.






.jpg)










