• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Laba Bersih BII Tumbuh 13,9% di Semester I 2015

by Sandy Romualdus
31 Juli 2015 - 00:00
8
VIEWS
Laba Bersih BII Tumbuh 13,9% di Semester I 2015
0
SHARES
8
VIEWS

Jakarta – PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mengumumkan laba bersih tumbuh 13,9% menjadi Rp388 miliar pada semester pertama 2015 dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp341 miliar. Kinerja yang membaik ini didukung oleh meningkatnya Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang dicapai melalui kedisiplinan BII dalam melakukan pricing pinjaman, liability management  yang aktif dan penerapan Strategic Cost Management Program (SCMP) yang intensif di seluruh BII.

Iklim bisnis yang penuh tantangan dan melemahnya ekonomi domestik juga mempengaruhi pertumbuhan kredit BII pada semester pertama 2015. BII mencatat pertumbuhan kredit sebesar 2,4% dari Rp106 triliun pada Juni 2014 menjadi Rp108.5 triliun pada Juni 2015.

  • Baca juga: BII Luncurkan Mobile Banking BII Maybank2u

Perbankan Bisnis dan Perbankan Ritel terus menjadi pendorong pertumbuhan bagi BII, sementara Perbankan Global memperkuat fokus pada re-profiling portofolio korporasi serta penyelarasan bisnis dengan redefinisi risk appetite untuk meningkatkan kualitas kredit korporasi.

BERITA TERKAIT

BII Luncurkan Mobile Banking BII Maybank2u

BII Supports Green City, Pelihara Ikon-Ikon Kota di Indonesia

RUPSLB BII Setujui Perubahan Nama Jadi Bank Maybank Indonesia

BII dan Maybank Foundation Kembali Rilis Beasiswa Rp17,5 Miliar

Kredit Perbankan Ritel mencatat pertumbuhan kredit sebesar 14,2% dari Rp38,3 triliun menjadi Rp43,8 triliun, Kredit Perbankan Bisnis tumbuh 13,1% dari Rp38,3 triliun menjadi Rp43,3 triliun, sementara kredit Perbankan Global turun 27,2% dari Rp29,4 triliun menjadi Rp21,4 triliun. Kredit Perbankan Ritel dan Kredit Perbankan Bisnis masing-masing memberikan kontribusi 40% dari total portofolio kredit BII sementara kredit Perbankan Global memberikan kontribusi sebesar 20% dari total kredit BII.

Kredit Perbankan Ritel mencatat pertumbuhan yang kuat pada semester pertama 2015. Portofolio KPR tumbuh 15,6% menjadi Rp17,2 triliun dengan kualitas aset yang baik, sementara Unsecured loans meningkat 19,7% dengan Kredit Tanpa Agunan naik 48,6% dan tagihan Kartu Kredit meningkat 8,8%. Perbankan Elektronik juga menunjukkan perkembangan yang kuat dengan 81% transaksi ritel menggunakan saluran elektronik BII, mendorong pertumbuhan pada volume saluran elektronik.

BII juga mencatat perkembangan positif pada Perbankan Bisnis seperti tercermin dari kenaikan sebesar 14,7% pada kredit Komersial dari Rp21,8 triliun pada Juni 2014 menjadi Rp25,0 triliun pada Juni 2015 serta peningkatan sebesar 7,2% pada portofolio kredit UKM dari Rp15,9 triliun pada Juni 2014 menjadi Rp17,0 triliun pada Juni 2015 dengan metric kualitas aset yang tetap baik. Sementara, produk pembiayaan mikro “PIJAR” (Pilihan Bijak Mitra Usaha) menunjukkan hasil menggembirakan dengan kenaikan 118% pada kredit mikro dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi sebesar Rp1,2 triliun.

  • Baca juga: BII Supports Green City, Pelihara Ikon-Ikon Kota di Indonesia

Bisnis Perbankan Syariah terus menunjukkan hasil yang menggembirakan sejak penerapan strategi Sharia First di seluruh unit usaha dan cabang dan memperbaiki model bisnisnya. Total pembiayaan Syariah tumbuh 50,8% dari Rp4,9 triliun pada Juni 2014 menjadi Rp7,4 triliun pada Juni 2015 dan menyumbangkan 7% dari total portofolio kredit Bank. Laba bersih Perbankan Syariah meningkat tajam dari rugi sebesar Rp27 miliar pada Juni 2014 menjadi Rp107 miliar di Juni 2015.

Simpanan Nasabah menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,1% pada semester pertama 2015 dari Rp105,9 triliun per 30 Juni 2014 menjadi Rp107,1 triliun per 30 Juni 2015. Hal ini disebabkan BII mengurangi ketergantungannya pada deposito berjangka dan memperbaiki deposit mix dengan meningkatkan CASA. BII secara disiplin melakukan kontrol pada likuiditas volume dan pricing, sementara terus menjalankan inisiatif CASA di seluruh unit bisnis.

Rasio Loan-to-Deposit (LDR)( BII saja, tidak termasuk anak perusahaan) tercatat sebesar 89,71% per 30 Juni 2015, sementara LDR konsolidasian modifikasi BII (yaitu Loan to Funding Ratio) termasuk pinjaman, penerbitan sekuritas, sub debt dan simpanan nasabah tetap berada pada tingkat  yang aman yaitu 83,77%.

Pendapatan Bunga Bersih (NII) BII meningkat 10,9% dari Rp2,8 triliun pada Juni 2014 menjadi Rp3,1 triliun pada Juni 2015 karena Marjin Bunga Bersih BII naik menjadi 4,73% dari 4,48%.

  • Baca juga: RUPSLB BII Setujui Perubahan Nama Jadi Bank Maybank Indonesia

Pendapatan operasional lainnya (pendapatan imbal jasa atau fee based income) per 30 Juni 2015 naik 8,5% menjadi Rp1,1 triliun dibandingkan dengan Rp1,0 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Fokus BII yang lebih tinggi pada advisory activities, asuransi, dan fee terkait kartu kredit memberikan kontribusi pada pendapatan fee yang lebih tinggi pada periode ini.

Tetapi, kondisi domestik yang penuh tantangan menyebabkan NPL BII naik menjadi 3,48% (gross) dan 2,35% (net). BII tetap berhati-hati dengan kualitas kredit sehubungan beberapa bisnis, terutama portofolio korporasi di Perbankan Global, masih terkena dampak perlambatan ekonomi dan pelemahan Rupiah. Sebagai tindakan antisipatif terhadap kondisi ekonomi saat ini dan memastikan praktek prudent banking, BII telah membukukan biaya provisi sebesar Rp952 miliar pada Juni 2015 dibandingkan Rp703 miliar pada Juni 2014.

Tags: BII
 
 
 
 
 
Previous Post

Melewati Periode Takut Tapi Butuh

Next Post

CIMB Niaga Bukukan Laba Semester I 2015 Senilai Rp176 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

by Sandy Romualdus
24 Oktober 2026 - 15:20

Bank Jakarta meraih Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 sebagai PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1 pada ajang Jakarta Financial Festival 2026...

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

by Stella Gracia
23 Oktober 2026 - 17:05

Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun pada kuartal III 2026, tumbuh 20,7 persen ditopang kredit ekosistem dan transaksi...

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 16:47

Simak strategi agresif Direksi Bank BTN mengakselerasi transformasi digital, mencetak talenta global, dan memperluas ekosistem bisnis perbankan konsumer. Stabilitas.id -...

BNI (BBNI) Serap USD700 Juta dari Global Bond, Oversubscribe hingga 3,6 Kali

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 15:33

BNI melanjutkan aksi buyback saham dan mencermati peluang perpanjangan periode pelaksanaan, ditopang aset Rp1.434,1 triliun dan laba Rp14,33 triliun. Stabilitas.id...

Tawarkan 5.000 Aset Properti: BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara dan Siapkan KPR 25 Tahun

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

by Stella Gracia
23 Oktober 2026 - 15:16

BRI menyiapkan aksi buyback saham Tahap II sebesar-besarnya Rp1 triliun hingga Januari 2027 guna menjaga nilai saham di tengah volatilitas...

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

by Stella Gracia
23 Oktober 2026 - 15:15

BRI berkolaborasi dengan Kemlu dan BKPM menghadirkan FDI Services guna memfasilitasi investor global dan menghubungkan UMKM ke rantai pasok internasional....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

Buka Akses Permodalan UMKM Perempuan, Kredivo Catat Lonjakan Pengguna hingga 10 Kali Lipat

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Luncurkan Jaring, OJK Gandeng 8 Bank Garap Sektor Perikanan

OJK Dorong Penerapan Good Corporate Governance

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance