JAKARTA, Stabilitas—Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengumumkan telah menurunkan suku bunga penjaminan LPS untuk simpanan Rupiah pada Bank Umum dan BPR masing-masing sebesar 25 bps atau menjadi 6.75 persen, sementara untuk valuta asing pada Bank Umum tidak berubah (tetap).
“LPS masih membuka peluang untuk menurunkan suku bunga penjaminan simpanan di sisa tahun ini, seiring kondisi likuiditas perbankan yang cukup membaik,”ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah dalam konferensi pers di kantor LPS, Jakarta, Rabu, (31/7/2019).
Melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada hari Senin, 29 Juli 2019 ini juga menurunkan suku bunga penjaminan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dari 9,5 persen ke 9,25 persen.
Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku sejak tanggal 31 Juli 2019 sampai dengan 25 September 2019.
Lebih lanjut Halim menjelaskan, perubahan tingkat bunga penjaminan simpanan didasarkan pada beberapa pertimbangan antara lain suku bunga simpanan perbankan terpantau berada di level yang stabil dan potensial untuk turun, kondisi dan risiko likuiditas perbankan relatif terjaga di tengah tren perbaikan pertumbuhan simpanan, dan stabilitas sistem keuangan (SSK) domestik terpantau stabil sejalan dengan meredanya volatilitas di pasar keuangan.
“Mempertimbangkan bahwa perubahan suku bunga kebijakan moneter dan dinamika berbagai faktor ekonomi serta prospek likuiditas ke depan masih cukup dinamis, LPS akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan suku bunga simpanan perbankan.”kata Halim.
Halim melanjutkan, RDK hanya memutuskan untuk menurunkan suku bunga simpanan rupiah. Untuk valas, LPS masih menunggu keadaan Fed Rate. Dirinya memperkirakan, The Fed akan menurunkan suku bunganya sebesar 50 basis poin.
“Valas masih stagnan di 2,25 persen. Jadi kita hanya turunkan untuk rupiah, kemarin semppat naik (valas) 2 basis poin,”ungkapnya
Selanjutnya, lanjutnya, LPS akan melakukan evaluasi serta penyesuaian terhadap kebijakan tingkat bunga penjaminan sesuai dengan perkembangan suku bunga simpanan perbankan dan hasil asessmen atas perkembangan kondisi ekonomi, likuiditas, serta stabilitas sistem keuangan.

















