• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

by Sandy Romualdus
29 Juli 2026 - 15:49
868
VIEWS
Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan
0
SHARES
868
VIEWS

Sinergi ketat fiskal-moneter dan strategi lindung nilai (hedging) jadi kunci industri jasa keuangan hadapi ketidakpastian geopolitik global dan tekanan rupiah.

Stabilitas.id – Penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor krusial dalam menjaga ketahanan perekonomian nasional dan nilai tukar rupiah. Langkah harmonisasi ini mendesak di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik global serta ketidakpastian pasar keuangan internasional.

  • Baca juga: Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Kepala Departemen Perizinan dan Manajemen Krisis DPMKP Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Aslan Lubis, mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik—seperti konflik Amerika Serikat dan Iran—serta meningkatnya tren proteksionisme perdagangan global telah mengganggu rantai pasok energi dunia. Kondisi ini memberi tekanan ganda bagi Indonesia yang kini berstatus sebagai pengimpor bersih (net importer) minyak mentah.

Sebagai respons stabilitas, Bank Indonesia (BI) tercatat telah menaikkan suku bunga acuan hingga 125 basis poin (bps) sejak Mei 2026. Di sisi lain, Kementerian Keuangan menempuh efisiensi anggaran belanja untuk menjaga ruang fiskal.

BERITA TERKAIT

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

“Semua faktor ketidakpastian itu mengganggu rantai pasok global, khususnya energi. Kita patut berbangga bahwa stabilitas sektor keuangan terjaga dengan sangat baik sampai saat ini. Namun, dengan tantangan sedemikian besar, sinergi antarlembaga mutlak diperlukan,” kata Aslan dalam diskusi Forekbank Financial Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (29/7).

Jaga Keseimbangan 

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Universitas Indonesia, Telisa Falianty, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara Kementerian Keuangan (Lapangan Banteng) dan Bank Indonesia (Kebon Sirih) tanpa ada dominasi salah satu pihak. Dominasi salah satu sektor dikhawatirkan dapat mengganggu asas kehati-hatian (prudentiality) dan merusak kestabilan makro.

Telisa juga menyoroti tantangan penurunan daya beli masyarakat kelas menengah yang memicu fenomena “makan tabungan” hingga maraknya penggunaan fasilitas pinjaman (“makan pinjaman”) untuk kebutuhan sehari-hari.

  • Baca juga: Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

“Antara Lapangan Banteng dan Kebon Sirih harus harmonis. Jika fiskal terlalu dominan, itu akan memberikan potensi krisis dan mengurangi prudentiality. Di sisi lain, penyaluran kredit perbankan juga harus didorong lebih merata ke sektor UMKM dan modal kerja, tak hanya terkonsentrasi pada korporasi besar,” jelas Telisa.

Mitigasi Risiko Hedging dan Eksekusi Perbankan

Menanggapi gejolak kurs dan lonjakan Credit Default Swap (CDS) domestik, Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, mengimbau korporasi dan lembaga keuangan untuk memanfaatkan berbagai instrumen lindung nilai (hedging) guna mengamankan portofolio aset dari risiko pelemahan rupiah.

Instrumen yang dapat dimaksimalkan antara lain Forex Forward, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), FX Swap, FX Option, hingga Cross Currency Swap.

Dari jajaran pelaku industri, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) merespons dinamika ini dengan menajamkan ekspansi bisnis yang berbasis manajemen risiko terukur.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyampaikan bahwa BSI terus menyeimbangkan pertumbuhan kredit produktif pada sektor tangguh (resilient), seperti ekosistem perumahan melalui KUR Perumahan, serta dukungan langsung pada program strategis pemerintah.

  • Baca juga: ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

“BSI menyiapkan dukungan pembiayaan Surat Perintah Kerja (SPK) sebesar Rp 444 miliar yang dialokasikan ke 296 Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia. Kami menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas pembiayaan, likuiditas, dan agenda pembangunan nasional,” kata Bob.***

Tags: Aslan LubisBank IndonesiaBob Tyasika Anantabsihedgingkementerian keuanganojkPiter Abdullahrupiahsinergi fiskal moneterTelisa Falianty
 
 
 
 
 
Previous Post

Mitigasi Risiko Monopoli, KPPU dan K&K Advocates Dorong Pelaku Usaha Adopsi Program Kepatuhan

Next Post

Ekonomi Maluku Utara Melesat 19,64%, BTN Perkuat Kemitraan Strategis dan Digitalisasi Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Ekonomi Maluku Utara Melesat 19,64%, BTN Perkuat Kemitraan Strategis dan Digitalisasi Daerah

Ekonomi Maluku Utara Melesat 19,64%, BTN Perkuat Kemitraan Strategis dan Digitalisasi Daerah

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance