Bank Indonesia buka Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC. Gandeng 27 K/L dan 550+ UMKM, KKI dorong UMKM bangkit, tangguh, dan berdaya saing global.
Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) resmi membuka gelaran perhelatan tahunan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Pameran edisi ke-11 yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 ini mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, dengan mengangkat semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh yang bermakna Berdaya dan Bersama-Sama.
Pembukaan KKI 2026 dilakukan oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming, serta disaksikan jajaran menteri dan pimpinan lembaga, termasuk Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dan Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi.
BERITA TERKAIT
Destry Damayanti menjelaskan, KKI 2026 menjadi momentum khusus untuk mendorong kebangkitan para pelaku UMKM di wilayah Sumatra dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.
“Penguatan UMKM diwujudkan melalui tiga kata kunci: Bangkit dari tantangan ekonomi maupun bencana, Tangguh dalam struktur usaha dan pembiayaan berkelanjutan, serta Berdaya Saing melalui inovasi produk dan ekspansi pasar ekspor,” ujar Destry saat membuka acara di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Skulasi Perhelatan dan Inovasi Baru
Penyelenggaraan KKI 2026 bersinergi dengan 27 Kementerian/Lembaga serta 34 mitra strategis. Pameran kali ini melibatkan lebih dari 550 UMKM secara luring di JICC dan 1.300 UMKM secara daring melalui platform karyakreatifindonesia.co.id, meningkat dibandingkan edisi 2025.
Selain pameran wastra, ready-to-wear, kriya, kopi, dan kuliner olahan, KKI 2026 menyajikan 44 rangkaian kegiatan yang mencakup business matching pembiayaan, fasilitasi ekspor, panggung edukasi ekonomi inklusif, hingga area aktivasi zero emission dan zero waste to landfill (KKI Bijak).
Destry menegaskan bahwa dengan porsi 64 juta pelaku usaha yang menyerap 97% tenaga kerja serta menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB nasional, penguatan UMKM melalui digitalisasi dan penderasan pembiayaan menjadi kunci utama menjaga ketahanan ekonomi nasional secara berkelanjutan. ***

















