• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mandiri Economic Review: Penundaan Tarif Trump Redakan Gejolak Pasar, Namun Risiko Perlambatan Ekonomi Meningkat

oleh Stella Gracia
16 April 2025 - 11:19
9
Dilihat
Mandiri Economic Review: Penundaan Tarif Trump Redakan Gejolak Pasar, Namun Risiko Perlambatan Ekonomi Meningkat
0
Bagikan
9
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Pada 9 April 2025, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penundaan penerapan tarif impor tambahan terhadap sebagian besar negara selama 90 hari.

Keputusan ini diambil setelah sebelumnya AS mengesahkan kebijakan tarif resiprokal yang agresif terhadap sekitar 60 negara. Terhadap produk asal Tiongkok, AS tetap memberlakukan tarif hingga 145%. Beberapa produk seperti smartphone, komputer, dan produk teknologi lainnya mendapatkan pengecualian sementara dari tarif ini.

Sebagai balasan, Tiongkok memberlakukan tarif tambahan sebesar 125% terhadap produk asal AS dan menyatakan akan “berjuang sampai akhir” dalam menghadapi kebijakan tarif tersebut.

BERITA TERKAIT

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Mandiri Institute: Penguatan Link and Match Kunci Optimalkan Momentum Perbaikan Tenaga Kerja Nasional

Bank Mandiri Jangkau Lebih 7,45 Juta Penerima Bansos Sepanjang 2025

Bank Mandiri Angkat Ekonomi Sirkular Lewat Perfume Pop Market 2026

Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri dalam DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW, dikutip Rabu (16/4) mengatakan kebijakan tarif tersebut akan menimbulkan beberapa kondisi dalam ekonomi global.

Pertama, tarif impor berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan menahan pertumbuhan ekonomi. Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa tarif impor tambahan berisiko mendorong kenaikan harga barang konsumen dalam jangka pendek, meskipun arah kebijakan moneter tetap bergantung pada rilis data inflasi dan pertumbuhan dalam beberapa bulan ke depan.

Kedua, penundaan tarif memberikan ruang stabilisasi jangka pendek, tetapi ketidakpastian tetap tinggi. Pasar mulai memperhitungkan risiko perlambatan ekonomi global lebih besar, mencerminkan kekhawatiran terhadap berlanjutnya tensi perdagangan dan dampaknya terhadap arus perdagangan dan investasi global. Kekhawatiran perlambatan ini juga tercermin dari pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang turun ke bawah level 100, mencapai 99,6, mencerminkan peningkatan permintaan terhadap aset safe haven lain seperti emas.

Untuk itu, dampak terhadap Indonesia perlu dicermati bahwa ketidakpastian global yang berkelanjutan dapat melemahkan prospek ekspor Indonesia dan menekan aliran modal asing. Di tengah kondisi ini, ruang bagi Bank Indonesia untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter ke depan akan bergantung pada stabilitas eksternal dan ketahanan ekonomi domestik.

Selain itu, peran aktif pemerintah Indonesia dalam mendorong negosiasi dan mencapai kesepakatan dagang akan menjadi sangat penting, terutama setelah masa penundaan tarif 90 hari berakhir, guna memitigasi dampak negatif terhadap perdagangan dan investasi. Kami memperkirakan volatilitas pasar keuangan domestik tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan seiring pasar mencermati hasil negosiasi tarif dan arah pertumbuhan ekonomi global. ***

Tags: Bank Mandirieconomic reviewtrump efect
 
 
 
 
Sebelumnya

Berkat Program Klasterkuhidupku BRI, Usaha Tenun Ulos Ini Sukses Bangkit dan Berdayakan Kaum Wanita

Selanjutnya

Survei BI Maret 2025: Penjualan Eceran Diprakirakan Tetap Tumbuh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:43

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2025 membukukan defisit sebesar US$7,8 miliar. Realisasi ini berbalik...

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:38

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI,...

Strategi Transisi Ekonomi: Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus ‘Habis-habisan’ di Kuartal I/2026

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:30

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atau pajak...

BI: KPR Dominasi 74% Pembelian Rumah, Aset Properti Tumbuh Terbatas di Q3 2025

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:24

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memutuskan untuk menarik utang sebesar Rp40 triliun...

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:00

Stabilitas.id – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi mengesahkan Agreement on Reciprocal Tariff pada Jumat (20/2/2026). Kesepakatan teknis ini menjadi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Survei BI Maret 2025: Penjualan Eceran Diprakirakan Tetap Tumbuh

Survei BI Maret 2025: Penjualan Eceran Diprakirakan Tetap Tumbuh

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance