• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mastercard Economics Institute: Asia Pasifik Paling Tangguh Hadapi Tekanan Global 2026

oleh Stella Gracia
12 Desember 2025 - 11:05
31
Dilihat
Mastercard Economics Institute: Asia Pasifik Paling Tangguh Hadapi Tekanan Global 2026

Ilustrasi Asia Pasific. (Foto:ist)

0
Bagikan
31
Dilihat

Stabilitas.id – Mastercard Economics Institute (MEI) memproyeksikan kawasan Asia Pasifik akan menjadi salah satu blok ekonomi paling stabil pada 2026, meskipun dunia tengah menghadapi penyesuaian perdagangan akibat perubahan tarif global, akselerasi investasi kecerdasan buatan (AI), serta pola konsumsi yang terus berubah. Dalam Outlook Ekonomi 2026, MEI memperkirakan pertumbuhan PDB riil global melambat tipis menjadi 3,1%, dari estimasi 3,2% pada 2025.

MEI menilai ketahanan Asia Pasifik didukung inflasi yang mereda, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta kenaikan pendapatan riil di sejumlah negara. Sementara itu, konsumen semakin mengandalkan teknologi dalam berbelanja, namun tetap selektif dengan prioritas pada pengalaman seperti perjalanan wisata dan hiburan.

Outlook global 2026 dibentuk oleh kombinasi percepatan teknologi dan tekanan eksternal. Stimulus fiskal dan integrasi AI dalam proses bisnis dinilai menjadi pendorong pertumbuhan, sementara distribusi manfaat teknologi yang belum merata berpotensi membatasi ekspansi di beberapa pasar. Fragmentasi baru dalam rantai pasok juga muncul akibat ketegangan geopolitik dan perubahan tarif.

BERITA TERKAIT

Trump Ancam Tarif Baru ke Kanada dan Korea Selatan, Seoul Terancam Bea Masuk 25%

Bank Mandiri: SKDU BI Tunjukkan Ketahanan Dunia Usaha di Tengah Tekanan Biaya

Outlook Ekonomi 2026: Ekonom Bank Mandiri Nilai Akselerasi Pemulihan Tetap Terjaga Lewat Sinergi Kebijakan Pemerintah

Riset Adjust: Instalasi Aplikasi Belanja di APAC Naik 13% di H1/2025, AI Jadi Kunci Strategi Pertumbuhan

“Sebagai pusat perdagangan global, Asia Pasifik menunjukkan ketahanan yang luar biasa meskipun ketidakpastian tarif dan pergeseran rantai pasok berpotensi mengganggu arus perdagangan internasional,” ujar David Mann, Chief Economist Asia Pasific Mastercard.

MEI mencatat bahwa peta perdagangan global memasuki fase baru setelah penyesuaian tarif pada 2025. Tiongkok semakin mendiversifikasi ekspornya ke pasar alternatif menyusul turunnya porsi penjualan e-commerce ke AS, dari 28% pada 2024 menjadi 24% pada Agustus 2025.

Dampaknya bervariasi di Asia Pasifik. Negara pengimpor barang berbiaya rendah dari Tiongkok mengalami disinflasi pada barang impor. Negara eksportir seperti Jepang dan pasar Asia Selatan menghadapi tekanan akibat pelemahan permintaan eksternal serta tarif AS. India, ASEAN, dan Tiongkok tetap menjadi tiga simpul utama dalam rantai pasok global yang terus beradaptasi.

MEI menekankan bahwa investasi AI dan kebijakan fiskal strategis menjadi pendorong penting pertumbuhan kawasan. Dalam AI Spending Index, Korea Selatan, Jepang, India, dan Hong Kong SAR menunjukkan momentum kuat dari sisi korporasi maupun konsumen.

Investasi yang terus bergulir meliputi pusat AI dan data center, smart city, infrastruktur digital, industri semikonduktor. Dinamika tersebut menempatkan Asia Pasifik sebagai penerima manfaat terbesar dari transisi global menuju produktivitas berbasis AI.

MEI lebih lanjut mengungkapkan, bahwa pariwisata masih menjadi sektor paling tangguh di Asia Pasifik. Semester I/2025 mencatat belanja outbound Singapura: USD 2,7 miliar lebih tinggi dari 2019. Indonesia dan Filipina memimpin pertumbuhan outbound: masing-masing +40% dan +28%. Pariwisata inbound Jepang dan sejumlah negara ASEAN kembali ke tingkat pra-pandemi. Selain itu, kenaikan perjalanan intra-regional menunjukkan pergeseran preferensi konsumen menuju pengalaman (experience) dibanding belanja barang.

Sorotan Outlook 2026 per Kawasan

Tiongkok diperkirakan tumbuh 4,5%, ditopang konsumsi domestik, kategori konsumsi baru seperti beauty, wellness, lifestyle, hingga collectible berbasis fandom. Penurunan suku bunga dan stimulus fiskal di dalam kerangka lima tahunan juga mendukung momentum.

Asia Selatan mempertahankan pertumbuhan kuat:

  • India: 6,6%
  • Sri Lanka: 3,7%
  • Bangladesh: 5%

Jepang diproyeksikan tumbuh 1,0%, dengan pendapatan riil meningkat dan sentimen rumah tangga membaik. Investasi strategis di AI, semikonduktor, dan ketahanan energi menyeimbangkan tekanan dari perlambatan ekspor.

ASEAN-5 menunjukkan dinamika beragam:

  • Indonesia: 5,0%
  • Filipina: 5,6%
  • Malaysia: 4,2%
  • Singapura: 2,2%
  • Thailand: 1,8%

Risiko terbesar masih berasal dari volatilitas harga energi dan permintaan global yang bisa mempengaruhi pasar tenaga kerja.

Australia dan Selandia Baru diperkirakan tumbuh 2,3% dan 2,4%, ditopang penurunan suku bunga dan belanja rumah tangga pada sektor pengalaman dan hiburan.

UMKM diproyeksikan semakin intensif mengadopsi kanal digital untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat ketahanan operasional.

“Meski prospek Asia Pasifik positif, kawasan tetap menghadapi risiko kompleks, mulai dari fragmentasi perdagangan hingga kesenjangan adopsi teknologi,” kata Mann.

“Adaptasi cepat, kesiapan digital, dan pemahaman atas preferensi konsumen menjadi faktor penentu pada 2026.” ***

Tags: AI Spending IndexAsia-Pasifikekonomi regionalMastercard Economics InstituteMEIoutlook ekonomi 2026pariwisata Asia Pasifikperdagangan globalPertumbuhan Ekonomi 2026proyeksi PDB Asia Pasifik
 
 
 
 
Sebelumnya

SIG Pasok 10.000 Ton Semen untuk Pembangunan Jembatan Kabanaran di Jalur Selatan Yogyakarta

Selanjutnya

Fasilitas Fulfillment Halal dan Otomatisasi Modern, Gudang Marunda Jadi Standar Baru Logistik E-commerce

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:43

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2025 membukukan defisit sebesar US$7,8 miliar. Realisasi ini berbalik...

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:38

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI,...

Strategi Transisi Ekonomi: Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus ‘Habis-habisan’ di Kuartal I/2026

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:30

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atau pajak...

BI: KPR Dominasi 74% Pembelian Rumah, Aset Properti Tumbuh Terbatas di Q3 2025

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:24

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memutuskan untuk menarik utang sebesar Rp40 triliun...

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:00

Stabilitas.id – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi mengesahkan Agreement on Reciprocal Tariff pada Jumat (20/2/2026). Kesepakatan teknis ini menjadi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Fasilitas Fulfillment Halal dan Otomatisasi Modern, Gudang Marunda Jadi Standar Baru Logistik E-commerce

Fasilitas Fulfillment Halal dan Otomatisasi Modern, Gudang Marunda Jadi Standar Baru Logistik E-commerce

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance