• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Januari 16, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mastercard Economics Institute: Asia Pasifik Paling Tangguh Hadapi Tekanan Global 2026

oleh Stella Gracia
12 Desember 2025 - 11:05
26
Dilihat
Mastercard Economics Institute: Asia Pasifik Paling Tangguh Hadapi Tekanan Global 2026

Ilustrasi Asia Pasific. (Foto:ist)

0
Bagikan
26
Dilihat

Stabilitas.id – Mastercard Economics Institute (MEI) memproyeksikan kawasan Asia Pasifik akan menjadi salah satu blok ekonomi paling stabil pada 2026, meskipun dunia tengah menghadapi penyesuaian perdagangan akibat perubahan tarif global, akselerasi investasi kecerdasan buatan (AI), serta pola konsumsi yang terus berubah. Dalam Outlook Ekonomi 2026, MEI memperkirakan pertumbuhan PDB riil global melambat tipis menjadi 3,1%, dari estimasi 3,2% pada 2025.

MEI menilai ketahanan Asia Pasifik didukung inflasi yang mereda, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta kenaikan pendapatan riil di sejumlah negara. Sementara itu, konsumen semakin mengandalkan teknologi dalam berbelanja, namun tetap selektif dengan prioritas pada pengalaman seperti perjalanan wisata dan hiburan.

Outlook global 2026 dibentuk oleh kombinasi percepatan teknologi dan tekanan eksternal. Stimulus fiskal dan integrasi AI dalam proses bisnis dinilai menjadi pendorong pertumbuhan, sementara distribusi manfaat teknologi yang belum merata berpotensi membatasi ekspansi di beberapa pasar. Fragmentasi baru dalam rantai pasok juga muncul akibat ketegangan geopolitik dan perubahan tarif.

BERITA TERKAIT

Outlook Ekonomi 2026: Ekonom Bank Mandiri Nilai Akselerasi Pemulihan Tetap Terjaga Lewat Sinergi Kebijakan Pemerintah

Riset Adjust: Instalasi Aplikasi Belanja di APAC Naik 13% di H1/2025, AI Jadi Kunci Strategi Pertumbuhan

Indonesia Rendezvous 2025, Forum Strategis AAUI Perkuat Kolaborasi Asuransi Global

Bappenas Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,3% pada 2026, Ini Sektor Pendorongnya

“Sebagai pusat perdagangan global, Asia Pasifik menunjukkan ketahanan yang luar biasa meskipun ketidakpastian tarif dan pergeseran rantai pasok berpotensi mengganggu arus perdagangan internasional,” ujar David Mann, Chief Economist Asia Pasific Mastercard.

MEI mencatat bahwa peta perdagangan global memasuki fase baru setelah penyesuaian tarif pada 2025. Tiongkok semakin mendiversifikasi ekspornya ke pasar alternatif menyusul turunnya porsi penjualan e-commerce ke AS, dari 28% pada 2024 menjadi 24% pada Agustus 2025.

Dampaknya bervariasi di Asia Pasifik. Negara pengimpor barang berbiaya rendah dari Tiongkok mengalami disinflasi pada barang impor. Negara eksportir seperti Jepang dan pasar Asia Selatan menghadapi tekanan akibat pelemahan permintaan eksternal serta tarif AS. India, ASEAN, dan Tiongkok tetap menjadi tiga simpul utama dalam rantai pasok global yang terus beradaptasi.

MEI menekankan bahwa investasi AI dan kebijakan fiskal strategis menjadi pendorong penting pertumbuhan kawasan. Dalam AI Spending Index, Korea Selatan, Jepang, India, dan Hong Kong SAR menunjukkan momentum kuat dari sisi korporasi maupun konsumen.

Investasi yang terus bergulir meliputi pusat AI dan data center, smart city, infrastruktur digital, industri semikonduktor. Dinamika tersebut menempatkan Asia Pasifik sebagai penerima manfaat terbesar dari transisi global menuju produktivitas berbasis AI.

MEI lebih lanjut mengungkapkan, bahwa pariwisata masih menjadi sektor paling tangguh di Asia Pasifik. Semester I/2025 mencatat belanja outbound Singapura: USD 2,7 miliar lebih tinggi dari 2019. Indonesia dan Filipina memimpin pertumbuhan outbound: masing-masing +40% dan +28%. Pariwisata inbound Jepang dan sejumlah negara ASEAN kembali ke tingkat pra-pandemi. Selain itu, kenaikan perjalanan intra-regional menunjukkan pergeseran preferensi konsumen menuju pengalaman (experience) dibanding belanja barang.

Sorotan Outlook 2026 per Kawasan

Tiongkok diperkirakan tumbuh 4,5%, ditopang konsumsi domestik, kategori konsumsi baru seperti beauty, wellness, lifestyle, hingga collectible berbasis fandom. Penurunan suku bunga dan stimulus fiskal di dalam kerangka lima tahunan juga mendukung momentum.

Asia Selatan mempertahankan pertumbuhan kuat:

  • India: 6,6%
  • Sri Lanka: 3,7%
  • Bangladesh: 5%

Jepang diproyeksikan tumbuh 1,0%, dengan pendapatan riil meningkat dan sentimen rumah tangga membaik. Investasi strategis di AI, semikonduktor, dan ketahanan energi menyeimbangkan tekanan dari perlambatan ekspor.

ASEAN-5 menunjukkan dinamika beragam:

  • Indonesia: 5,0%
  • Filipina: 5,6%
  • Malaysia: 4,2%
  • Singapura: 2,2%
  • Thailand: 1,8%

Risiko terbesar masih berasal dari volatilitas harga energi dan permintaan global yang bisa mempengaruhi pasar tenaga kerja.

Australia dan Selandia Baru diperkirakan tumbuh 2,3% dan 2,4%, ditopang penurunan suku bunga dan belanja rumah tangga pada sektor pengalaman dan hiburan.

UMKM diproyeksikan semakin intensif mengadopsi kanal digital untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat ketahanan operasional.

“Meski prospek Asia Pasifik positif, kawasan tetap menghadapi risiko kompleks, mulai dari fragmentasi perdagangan hingga kesenjangan adopsi teknologi,” kata Mann.

“Adaptasi cepat, kesiapan digital, dan pemahaman atas preferensi konsumen menjadi faktor penentu pada 2026.” ***

Tags: AI Spending IndexAsia-Pasifikekonomi regionalMastercard Economics InstituteMEIoutlook ekonomi 2026pariwisata Asia Pasifikperdagangan globalPertumbuhan Ekonomi 2026proyeksi PDB Asia Pasifik
 
 
 
 
Sebelumnya

SIG Pasok 10.000 Ton Semen untuk Pembangunan Jembatan Kabanaran di Jalur Selatan Yogyakarta

Selanjutnya

Fasilitas Fulfillment Halal dan Otomatisasi Modern, Gudang Marunda Jadi Standar Baru Logistik E-commerce

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Ekonom Bank Mandiri: Inflasi Terkendali Modal Konsumsi Domestik Topang Pertumbuhan Awal 2026

Ekonom Bank Mandiri: Inflasi Terkendali Modal Konsumsi Domestik Topang Pertumbuhan Awal 2026

oleh Stella Gracia
15 Januari 2026 - 10:04

Stabilitas.id - Tingkat konsumsi masyarakat menunjukkan perbaikan di pengujung tahun 2025, sejalan dengan meningkatnya aktivitas belanja selama momentum Natal dan...

Penjualan Eceran Masih Tumbuh, BI Waspadai Tekanan Harga Ramadan

Penjualan Eceran Masih Tumbuh, BI Waspadai Tekanan Harga Ramadan

oleh Stella Gracia
14 Januari 2026 - 11:42

Stabilitas.id — Kinerja penjualan eceran pada Desember 2025 tetap tumbuh seiring meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional...

Insentif Perpajakan Dinilai Dukung Daya Beli dan Daya Saing Usaha

Insentif Perpajakan Dinilai Dukung Daya Beli dan Daya Saing Usaha

oleh Stella Gracia
14 Januari 2026 - 11:21

Stabilitas.id — Pemerintah terus memanfaatkan kebijakan perpajakan dan kepabeanan sebagai instrumen untuk mendorong perekonomian nasional, tidak hanya dari sisi penerimaan...

Kejar Indonesia Emas 2045, Menkeu Dorong Sinkronisasi Fiskal, Keuangan, dan Investasi

Kejar Indonesia Emas 2045, Menkeu Dorong Sinkronisasi Fiskal, Keuangan, dan Investasi

oleh Stella Gracia
14 Januari 2026 - 11:01

Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan agenda besar lintas...

SIG Bidik Peluang Bisnis 2026 lewat Infrastruktur Berkelanjutan

SIG Bidik Peluang Bisnis 2026 lewat Infrastruktur Berkelanjutan

oleh Stella Gracia
14 Januari 2026 - 07:41

Stabilitas.id — Di tengah kondisi overcapacity dan perlambatan pertumbuhan pasar semen domestik sepanjang 2025, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)...

Realisasi Sementara APBN 2025 : Pendapatan Negara Capai Rp2.756,3 triliun atau 91,7 Persen

Realisasi Sementara APBN 2025 : Pendapatan Negara Capai Rp2.756,3 triliun atau 91,7 Persen

oleh Stella Gracia
9 Januari 2026 - 09:51

Stabilitas.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi sementara APBN 2025 yang menunjukkan kinerja yang solid. Hal tersebut...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPSLB Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Pemegang Saham dan Penguatan Strategi Menuju 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRI Umumkan Dividen Interim Rp137 per Saham Tahun Buku 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Terbitkan POJK 32/2025 tentang Penyelenggaraan Buy Now Pay Later

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Natal dan Akhir Tahun, BI Perpanjang Jam BI-RTGS hingga 23.55 WIB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Cuan Awal Tahun, Pemegang Saham BBRI Terima Dividen Interim Rp20,6 Triliun Hari Ini

Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

Lewat IASC, OJK dan Bareskrim Polri Percepat Pengembalian Dana Korban Scam

Ekonom Bank Mandiri: Inflasi Terkendali Modal Konsumsi Domestik Topang Pertumbuhan Awal 2026

Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 33 Kali Lipat

BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam – Sumatera Barat

Penjualan Eceran Masih Tumbuh, BI Waspadai Tekanan Harga Ramadan

Insentif Perpajakan Dinilai Dukung Daya Beli dan Daya Saing Usaha

Kejar Indonesia Emas 2045, Menkeu Dorong Sinkronisasi Fiskal, Keuangan, dan Investasi

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Fasilitas Fulfillment Halal dan Otomatisasi Modern, Gudang Marunda Jadi Standar Baru Logistik E-commerce

Fasilitas Fulfillment Halal dan Otomatisasi Modern, Gudang Marunda Jadi Standar Baru Logistik E-commerce

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance