• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Mastercard Economics Institute: Asia Pasifik Paling Tangguh Hadapi Tekanan Global 2026

by Stella Gracia
12 Desember 2025 - 11:05
43
VIEWS
Mastercard Economics Institute: Asia Pasifik Paling Tangguh Hadapi Tekanan Global 2026

Ilustrasi Asia Pasific. (Foto:ist)

0
SHARES
43
VIEWS

Stabilitas.id – Mastercard Economics Institute (MEI) memproyeksikan kawasan Asia Pasifik akan menjadi salah satu blok ekonomi paling stabil pada 2026, meskipun dunia tengah menghadapi penyesuaian perdagangan akibat perubahan tarif global, akselerasi investasi kecerdasan buatan (AI), serta pola konsumsi yang terus berubah. Dalam Outlook Ekonomi 2026, MEI memperkirakan pertumbuhan PDB riil global melambat tipis menjadi 3,1%, dari estimasi 3,2% pada 2025.

MEI menilai ketahanan Asia Pasifik didukung inflasi yang mereda, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta kenaikan pendapatan riil di sejumlah negara. Sementara itu, konsumen semakin mengandalkan teknologi dalam berbelanja, namun tetap selektif dengan prioritas pada pengalaman seperti perjalanan wisata dan hiburan.

  • Baca juga: Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh hingga 6%, Ini Ulasan Lengkap Menkeu, BI, OJK, dan LPS

Outlook global 2026 dibentuk oleh kombinasi percepatan teknologi dan tekanan eksternal. Stimulus fiskal dan integrasi AI dalam proses bisnis dinilai menjadi pendorong pertumbuhan, sementara distribusi manfaat teknologi yang belum merata berpotensi membatasi ekspansi di beberapa pasar. Fragmentasi baru dalam rantai pasok juga muncul akibat ketegangan geopolitik dan perubahan tarif.

BERITA TERKAIT

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh hingga 6%, Ini Ulasan Lengkap Menkeu, BI, OJK, dan LPS

Antisipasi Risiko Konflik Timur Tengah, ASEAN+3 Perkuat Chiang Mai Initiative

Sinergi BRI dan Pegadaian di Timor Leste: Targetkan Pemberdayaan UMKM Lintas Negara

Ubah Pola Belanja Negara, Menkeu Purbaya Percepat Defisit APBN Demi Efek Pengganda

“Sebagai pusat perdagangan global, Asia Pasifik menunjukkan ketahanan yang luar biasa meskipun ketidakpastian tarif dan pergeseran rantai pasok berpotensi mengganggu arus perdagangan internasional,” ujar David Mann, Chief Economist Asia Pasific Mastercard.

MEI mencatat bahwa peta perdagangan global memasuki fase baru setelah penyesuaian tarif pada 2025. Tiongkok semakin mendiversifikasi ekspornya ke pasar alternatif menyusul turunnya porsi penjualan e-commerce ke AS, dari 28% pada 2024 menjadi 24% pada Agustus 2025.

Dampaknya bervariasi di Asia Pasifik. Negara pengimpor barang berbiaya rendah dari Tiongkok mengalami disinflasi pada barang impor. Negara eksportir seperti Jepang dan pasar Asia Selatan menghadapi tekanan akibat pelemahan permintaan eksternal serta tarif AS. India, ASEAN, dan Tiongkok tetap menjadi tiga simpul utama dalam rantai pasok global yang terus beradaptasi.

MEI menekankan bahwa investasi AI dan kebijakan fiskal strategis menjadi pendorong penting pertumbuhan kawasan. Dalam AI Spending Index, Korea Selatan, Jepang, India, dan Hong Kong SAR menunjukkan momentum kuat dari sisi korporasi maupun konsumen.

Investasi yang terus bergulir meliputi pusat AI dan data center, smart city, infrastruktur digital, industri semikonduktor. Dinamika tersebut menempatkan Asia Pasifik sebagai penerima manfaat terbesar dari transisi global menuju produktivitas berbasis AI.

MEI lebih lanjut mengungkapkan, bahwa pariwisata masih menjadi sektor paling tangguh di Asia Pasifik. Semester I/2025 mencatat belanja outbound Singapura: USD 2,7 miliar lebih tinggi dari 2019. Indonesia dan Filipina memimpin pertumbuhan outbound: masing-masing +40% dan +28%. Pariwisata inbound Jepang dan sejumlah negara ASEAN kembali ke tingkat pra-pandemi. Selain itu, kenaikan perjalanan intra-regional menunjukkan pergeseran preferensi konsumen menuju pengalaman (experience) dibanding belanja barang.

  • Baca juga: Antisipasi Risiko Konflik Timur Tengah, ASEAN+3 Perkuat Chiang Mai Initiative

Sorotan Outlook 2026 per Kawasan

Tiongkok diperkirakan tumbuh 4,5%, ditopang konsumsi domestik, kategori konsumsi baru seperti beauty, wellness, lifestyle, hingga collectible berbasis fandom. Penurunan suku bunga dan stimulus fiskal di dalam kerangka lima tahunan juga mendukung momentum.

Asia Selatan mempertahankan pertumbuhan kuat:

  • India: 6,6%
  • Sri Lanka: 3,7%
  • Bangladesh: 5%

Jepang diproyeksikan tumbuh 1,0%, dengan pendapatan riil meningkat dan sentimen rumah tangga membaik. Investasi strategis di AI, semikonduktor, dan ketahanan energi menyeimbangkan tekanan dari perlambatan ekspor.

ASEAN-5 menunjukkan dinamika beragam:

  • Indonesia: 5,0%
  • Filipina: 5,6%
  • Malaysia: 4,2%
  • Singapura: 2,2%
  • Thailand: 1,8%

Risiko terbesar masih berasal dari volatilitas harga energi dan permintaan global yang bisa mempengaruhi pasar tenaga kerja.

Australia dan Selandia Baru diperkirakan tumbuh 2,3% dan 2,4%, ditopang penurunan suku bunga dan belanja rumah tangga pada sektor pengalaman dan hiburan.

UMKM diproyeksikan semakin intensif mengadopsi kanal digital untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat ketahanan operasional.

  • Baca juga: Sinergi BRI dan Pegadaian di Timor Leste: Targetkan Pemberdayaan UMKM Lintas Negara

“Meski prospek Asia Pasifik positif, kawasan tetap menghadapi risiko kompleks, mulai dari fragmentasi perdagangan hingga kesenjangan adopsi teknologi,” kata Mann.

“Adaptasi cepat, kesiapan digital, dan pemahaman atas preferensi konsumen menjadi faktor penentu pada 2026.” ***

Tags: AI Spending IndexAsia-Pasifikekonomi regionalMastercard Economics InstituteMEIoutlook ekonomi 2026pariwisata Asia Pasifikperdagangan globalPertumbuhan Ekonomi 2026proyeksi PDB Asia Pasifik
 
 
 
 
 
Previous Post

SIG Pasok 10.000 Ton Semen untuk Pembangunan Jembatan Kabanaran di Jalur Selatan Yogyakarta

Next Post

Fasilitas Fulfillment Halal dan Otomatisasi Modern, Gudang Marunda Jadi Standar Baru Logistik E-commerce

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tembus Buyer Belanda di ISEF 2026, UMKM Binaan BI Jakarta Raup Potensi Ekspor Rp4,4 Miliar

Tembus Buyer Belanda di ISEF 2026, UMKM Binaan BI Jakarta Raup Potensi Ekspor Rp4,4 Miliar

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:34

KPwBI DKI Jakarta memboyong 22 UMKM binaan ke ISEF 2026 dan mencatatkan potensi transaksi ekspor Rp4,4 miliar dengan buyer asal...

Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Strategi 3S, Kopdit Pintu Air Perkuat Jaringan di Jawa Barat

Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Strategi 3S, Kopdit Pintu Air Perkuat Jaringan di Jawa Barat

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:07

KSP Kopdit Pintu Air meresmikan cabang ke-78 di Kampung Sawah Bekasi yang melayani 3.000 anggota dan menargetkan total 84 cabang...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Tembus Buyer Belanda di ISEF 2026, UMKM Binaan BI Jakarta Raup Potensi Ekspor Rp4,4 Miliar

Suku Bunga Bertahan Tinggi, Citi Soroti Ketatnya Perebutan Modal Pemerintah dan Swasta

Pengguna Aktif Tumbuh 75 Persen, Tokocrypto Perkuat Kepatuhan dan Perlindungan Konsumen

Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Strategi 3S, Kopdit Pintu Air Perkuat Jaringan di Jawa Barat

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Fasilitas Fulfillment Halal dan Otomatisasi Modern, Gudang Marunda Jadi Standar Baru Logistik E-commerce

Fasilitas Fulfillment Halal dan Otomatisasi Modern, Gudang Marunda Jadi Standar Baru Logistik E-commerce

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance