Stabilitas.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. (INPC) resmi mengesahkan perombakan total pada struktur kepengurusan dewan komisaris dan direksi perseroan. Langkah suksesi ini berjalan beriringan dengan capaian fundamental likuiditas perusahaan yang melonjak hampir 3,5 kali lipat dalam lima tahun terakhir.
Dalam rapat pleno yang digelar di Gedung Artha Graha, Jakarta, pemegang saham sepakat menunjuk Elvin Halim sebagai Direktur Utama yang baru untuk menggantikan Andy Kasih. Sesuai regulasi perbankan, estafet kepemimpinan Elvin akan berlaku efektif setelah mengantongi persetujuan uji kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper Test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perubahan struktur ini sekaligus memperkokoh lini pengawasan korporasi dengan menempatkan para tokoh bisnis kakap nasional. Kursi Wakil Komisaris Utama kini diisi ganda oleh duet pendiri Artha Graha Network dan Agung Sedayu Group, yakni Tomy Winata dan Sugianto Kusuma (Aguan), untuk mendampingi mantan KSAD Kiki Syahnakri yang menjabat posisi Komisaris Utama.
BERITA TERKAIT
Struktur Baru Dewan Komisaris & Direksi PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. (INPC)
| Jabatan Manajemen | Nama Pengurus Terbaru | Status Regulasi / Operasional |
| Komisaris Utama | Kiki Syahnakri | Komisaris Independen |
| Wakil Komisaris Utama | Tomy Winata | Perwakilan Pemegang Saham Pengendali |
| Wakil Komisaris Utama | Sugianto Kusuma (Aguan) | Perwakilan Pemegang Saham Pengendali |
| Komisaris Independen | Pesta Uli Sitanggang | Elizawatie Simon | Fungsi Pengawasan Tata Kelola Keuangan |
| Direktur Utama | Elvin Halim | Menunggu Restu Fit and Proper OJK |
| Wakil Direktur Utama | Christina Harapan | Pendamping Manajemen Operasional |
| Direktur Kepatuhan | Indrastomo Nugroho | Direktur Independen |
| Direktur Operasional | Handoyo Soedirdja | Susana | Selvy | Anggota Dewan Direksi Aktif |
Bantalan Modal Tebal CAR 27,76% dan Pembersihan NPL
Di tengah suksesi kepengurusan, manajemen baru INPC mewarisi postur neraca (balance sheet) yang sangat sehat. Perseroan berhasil mempertahankan tingkat permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang melonjak hingga 27,76%.
Tebalnya rasio CAR ini memberikan ruang pelonggaran yang memadai bagi direksi baru untuk mengejar target ekspansi pembiayaan di segmen korporasi dan ritel sepanjang tahun buku 2026. Per akhir Desember 2025, bank berhasil mengalirkan total kredit bruto mencapai Rp9,79 triliun.
Tren Pertumbuhan Kinerja Keuangan Jangka Panjang INPC
| Indikator Finansial & Rasio Makro | Realisasi Tahun Buku 2025 | Grafik Tren Pertumbuhan 5 Tahun Terakhir |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp22,65 Triliun | Tumbuh rata-rata 7,82% per tahun (Likuiditas naik 3,5x). |
| Komposisi CASA (Dana Murah) | 37,70% | Stabil dan menopang efisiensi struktur biaya dana. |
| Total Aset Korporasi | Mengalami Kenaikan | Tumbuh rata-rata 5% secara konsisten setiap tahun. |
| Kualitas Kredit (NPL & AYDA) | Mengalami Perbaikan | Rasio kredit macet dan aset sitaan menurun konsisten. |
Perbaikan fundamental ini disokong oleh keberhasilan manajemen memitigasi risiko kredit. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat melandai secara bertahap, diikuti dengan penurunan laju pos Aset Yang Diambil Alih (AYDA) ke level yang lebih moderat.
Ke depan, di bawah kendali manajemen anyar, INPC optimistis dapat menciptakan pertumbuhan laba bersih yang sehat bagi pemegang saham. Strategi ini akan diakselerasi melalui implementasi Talent Management di sektor SDM serta perluasan fitur digital pada aplikasi Agi Digital Apps, seperti layanan QRIS antarnegara (cross-border QRIS) dan fitur transaksi pembelian emas terintegrasi. ***

















