• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Membaca Arah Pasar di Tengah Tantangan Q3 2025 Bersama Ekonom Bank DBS

oleh Stella Gracia
21 Agustus 2025 - 08:32
10
Dilihat
Membaca Arah Pasar di Tengah Tantangan Q3 2025 Bersama Ekonom Bank DBS
0
Bagikan
10
Dilihat

JAKARTA, Stabiitas.id – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2025 dinilai sejalan dengan kebutuhan menjaga pertumbuhan di tengah tekanan eksternal. DBS Group Research menilai kebijakan dovish ini memberi sinyal kuat atas ketahanan ekonomi domestik sekaligus membuka ruang bagi transmisi moneter yang lebih dalam.

Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao, menjelaskan bahwa meski sejumlah indikator aktivitas dengan frekuensi tinggi menunjukkan perlambatan pada paruh kedua tahun, BI memilih tetap mendukung pertumbuhan. “Keputusan ini diambil di tengah inflasi yang masih sesuai target dan rupiah yang relatif stabil,” ujarnya.

Tekanan Ekonomi AS Jadi Sorotan

BERITA TERKAIT

Eks Wamenkeu Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% di Tengah Tekanan Global

IMAS: Asia Tetap Menarik di 2026 Meski Risiko Geopolitik Meningkat

IHSG Awali 2026 dengan Reli, Asing Catat Inflow Rp1,1 Triliun

Analisis DBS Group Research menyoroti tekanan berlapis yang kini dihadapi Amerika Serikat, mulai dari inflasi yang tetap tinggi, dampak tarif perdagangan internasional, pengetatan kebijakan imigrasi, kebutuhan stimulus fiskal, lonjakan harga aset, hingga tekanan politik terhadap The Fed.

DBS memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan melambat pada semester II 2025, dengan kemungkinan The Fed memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin tahun ini dan tambahan 50 basis poin pada 2026.

Dampak Tarif AS Terhadap RI Relatif Terbatas

Kendati ekspor tekstil, furnitur, dan alas kaki Indonesia memiliki eksposur ke pasar AS, DBS menilai dampaknya relatif kecil dibandingkan negara ASEAN lain. Beberapa faktor yang menopang daya tahan Indonesia antara lain meredanya inflasi, meningkatnya belanja pemerintah, serta arus masuk Foreign Direct Investment (FDI) yang masih positif.

“Struktur ekonomi Indonesia yang beragam memberi ketahanan menghadapi gelombang tarif baru dari AS,” tambah Radhika.

DBS juga menekankan pentingnya percepatan perjanjian perdagangan bebas dengan mitra strategis agar lebih dari 99 persen produk Indonesia bisa masuk ke pasar AS tanpa hambatan tarif.

Inflasi Terkendali, BI Tetap Dovish

Inflasi dalam negeri diperkirakan terjaga di kisaran target 3–4 persen sepanjang 2025–2026. BI kemungkinan akan mempertahankan sikap dovish seiring The Fed yang diproyeksikan melonggarkan kebijakan pada kuartal IV. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di sekitar 5 persen, dengan defisit fiskal dijaga di bawah 3 persen PDB.

DBS memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 berpotensi menguat hingga 5,4 persen, tertinggi sejak 2018, didukung perbaikan penerimaan negara.

Imbal Hasil Obligasi & Pasar Saham

Di sisi pasar keuangan, imbal hasil obligasi Indonesia mulai menurun berkat permintaan tinggi pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta surplus likuiditas. Permintaan terkonsentrasi pada tenor pendek–menengah, sementara obligasi 10 tahun cenderung tertinggal.

Di pasar saham, Maynard Arif, Equities Specialist DBS Group Research, menyebut adanya rotasi ke saham big caps yang relatif lebih tahan terhadap volatilitas global. Meski indeks LQ45 dan IDX30 mencatat kinerja di bawah rata-rata hingga Juli, valuasi saham RI masih menarik dibandingkan negara Asia lain.

Prospek FDI dan Rupiah

DBS memproyeksikan aliran FDI akan kembali meningkat pada paruh kedua 2025, sejalan dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan dan stabilisasi rupiah. Namun, investor tetap diimbau waspada atas risiko volatilitas jangka pendek akibat dinamika kebijakan global dan geopolitik.

Nilai tukar USD/IDR diperkirakan bergerak konsolidatif dalam jangka pendek, mencerminkan adaptasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed serta kondisi fundamental domestik.

Untuk membantu investor menghadapi fluktuasi pasar, DBS Global Financial Markets (GFM) menawarkan solusi keuangan terintegrasi, mulai dari konsultasi investasi hingga akses instrumen global.

“Pergerakan USD/IDR saat ini mencerminkan dinamika pasar global yang kompleks. Melalui strategi yang tepat, nasabah dapat lebih siap menghadapi volatilitas dan memanfaatkan peluang,” kata Muchammad Suryanatakusumah, Executive Director & Head of Sales Global Financial Markets PT Bank DBS Indonesia. ***

Tags: arus FDI masuk IndonesiaBI-Rate 5 persendampak tarif AS ke IndonesiaDBS Group Researchdefisit fiskal di bawah 3 persenekspor tekstil furnitur alas kakiForeign Direct Investment IndonesiaGlobal Financial Markets DBSimbal hasil obligasi RIinflasi Indonesia 2025kebijakan dovish Bank Indonesiakebijakan The Fed 2025Maynard Arif DBSMuchammad Suryanatakusumah DBSnilai tukar USD/IDRoutlook ekonomi Indonesia 2026pasar obligasi Indonesiapasar saham big capspemangkasan suku bunga The Fedperdagangan global 2025pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 persenprospek rupiah 2025proyeksi ekonomi Indonesia 2025Radhika Rao DBSrotasi saham LQ45 IDX30Sekuritas Rupiah Bank Indonesia SRBIStabilitas Rupiahstrategi investasi DBSvaluasi saham Indonesia
 
 
 
 
Sebelumnya

Konservasi Hayati Mangrove, SIG Tanam 17.845 Bibit Bakau di Probolinggo

Selanjutnya

Jumlah User Tumbuh 41%, QLola by BRI Catat Volume Transaksi Rp5.970 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:43

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2025 membukukan defisit sebesar US$7,8 miliar. Realisasi ini berbalik...

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:38

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI,...

Strategi Transisi Ekonomi: Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus ‘Habis-habisan’ di Kuartal I/2026

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:30

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atau pajak...

BI: KPR Dominasi 74% Pembelian Rumah, Aset Properti Tumbuh Terbatas di Q3 2025

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:24

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memutuskan untuk menarik utang sebesar Rp40 triliun...

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:11

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kokoh di tengah langkah Moody’s Ratings yang merevisi outlook...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Jumlah User Tumbuh 41%, QLola by BRI Catat Volume Transaksi Rp5.970 Triliun

Jumlah User Tumbuh 41%, QLola by BRI Catat Volume Transaksi Rp5.970 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance