Stabilitas.id — Perencanaan dana pensiun menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan jangka panjang. Pegadaian menilai persiapan sejak dini, termasuk melalui investasi emas, dapat membantu masyarakat menjaga stabilitas finansial di masa tua di tengah fluktuasi ekonomi dan tekanan inflasi.
Emas dinilai sebagai salah satu instrumen yang relevan untuk tujuan pensiun karena memiliki karakteristik stabil, mudah dicairkan, dan cenderung mengalami kenaikan nilai dalam jangka panjang. Berikut enam tips keuangan dari Pegadaian dalam menyusun strategi investasi emas untuk dana pensiun.
1. Tentukan Target Usia Pensiun Sejak Awal
BERITA TERKAIT
Pegadaian menyarankan masyarakat menetapkan target usia pensiun agar perencanaan keuangan lebih terarah. Dengan target waktu yang jelas, kebutuhan dana dan strategi investasi dapat dihitung secara realistis.
Sebagai gambaran, jika seseorang mulai berinvestasi pada usia 20 tahun dan menargetkan pensiun di usia 55 tahun, maka terdapat waktu persiapan selama 35 tahun untuk membangun dana pensiun secara bertahap.
2. Hitung Kebutuhan Hidup di Masa Pensiun
Perhitungan kebutuhan hidup menjadi fondasi penting dalam perencanaan pensiun. Pegadaian mengingatkan agar proyeksi biaya mencakup kebutuhan harian, kesehatan, hingga aktivitas sosial, dengan mempertimbangkan kenaikan biaya akibat inflasi.
Perhitungan yang matang akan membantu menentukan besaran investasi emas yang perlu dikumpulkan selama masa produktif.
3. Susun Rencana Investasi yang Terstruktur
Setelah mengetahui target dan kebutuhan dana, Pegadaian menyarankan penyusunan rencana investasi yang terstruktur. Hal ini meliputi alokasi dana secara berkala, diversifikasi instrumen, serta penyediaan dana darurat agar investasi pensiun tetap terjaga.
4. Biasakan Investasi Emas Secara Rutin
Konsistensi dinilai menjadi kunci keberhasilan investasi jangka panjang. Pegadaian mendorong masyarakat untuk membiasakan investasi emas secara rutin, misalnya dengan menabung emas setiap bulan sesuai kemampuan finansial.
Dengan strategi ini, akumulasi emas dapat terus bertambah seiring waktu tanpa membebani keuangan bulanan.
5. Jaga Kesehatan Finansial
Pegadaian juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan keuangan dengan menghindari utang konsumtif yang tidak produktif. Pengelolaan kredit yang bijak akan membantu memastikan rencana dana pensiun berjalan tanpa gangguan.
Stabilitas arus kas dinilai menjadi faktor penting agar investasi jangka panjang tetap konsisten.
6. Perhatikan Kesehatan Fisik Sejak Dini
Selain aspek finansial, kondisi fisik juga memengaruhi kualitas hidup di masa pensiun. Pegadaian menilai gaya hidup sehat dapat membantu menekan biaya kesehatan di masa tua sehingga dana pensiun dapat dimanfaatkan secara optimal.
Emas dan Instrumen Pendukung Dana Pensiun
Selain emas, Pegadaian mencatat terdapat berbagai instrumen yang dapat dikombinasikan dalam perencanaan pensiun, seperti reksa dana, deposito, obligasi, saham, hingga properti. Namun, emas tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mengutamakan stabilitas nilai dan likuiditas.
Saat ini, investasi emas semakin mudah diakses melalui layanan digital. Pegadaian menyediakan berbagai produk berbasis tabungan dan deposito emas yang memungkinkan nasabah mengelola investasi emas secara praktis dan terukur untuk tujuan jangka panjang.
Dengan perencanaan yang matang, disiplin berinvestasi, serta pemilihan instrumen yang sesuai, Pegadaian menilai persiapan dana pensiun dapat dilakukan secara lebih aman dan berkelanjutan. ***





.jpg)










