Stabilitas.id — Di tepian Sungai Kapuas yang membelah Bumi Khatulistiwa, denyut nadi ekonomi Kalimantan Barat terus berdegup kencang. Di balik deru mesin pabrik pengolahan komoditas dan aktivitas perdagangan di perbatasan, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat atau Bank Kalbar, berdiri kokoh sebagai pilar penyangga. Tahun ini, bank kebanggaan warga Kalbar tersebut menapaki usia ke-62—sebuah perjalanan panjang yang menandai kedewasaan dalam mengawal ambisi pembangunan daerah.
Di usia lebih dari enam dekade, Bank Kalbar tidak lagi sekadar menjadi tempat singgah gaji aparatur sipil negara. Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026, ia telah menjelma menjadi mesin pertumbuhan yang mendorong hilirisasi ekonomi dan kemandirian fiskal bagi Pemerintah Provinsi serta 14 Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat.
Lokomotif PAD dan Sinergi Pemda
BERITA TERKAIT
Sebagai BUMD dengan kinerja paling kinclong di Kalbar, peran bank ini terhadap pendapatan daerah sangatlah vital. Dividen yang disetorkan setiap tahunnya menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur jalan, jembatan, hingga fasilitas kesehatan di pelosok Borneo.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, dalam keterangannya kepada media, menekankan bahwa penguatan permodalan dari pemegang saham adalah kunci ekspansi. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusi kepada daerah. Setiap rupiah laba yang dihasilkan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan melalui setoran dividen yang konsisten meningkat,” ujarnya.
Pernyataan ini sejalan dengan apresiasi dari Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, yang menyebut Bank Kalbar sebagai “mitra strategis utama” dalam menjaga stabilitas ekonomi makro di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Inklusi di Lini Terdepan: Kredit UMKM dan Perbatasan
Salah satu capaian menonjol Bank Kalbar dalam lima tahun terakhir adalah keberaniannya melakukan penetrasi ke sektor produktif. Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit mikro khusus, Bank Kalbar menyasar para petani swadaya dan perajin lokal agar tidak terjerat praktik ijon.
Dikutip dari Antara News, Bank Kalbar juga memperkuat kehadiran di beranda terdepan negeri—wilayah perbatasan seperti Entikong dan Aruk. Di sana, bank ini bukan hanya menyediakan jasa penukaran mata uang, tetapi juga mendanai UMKM ekspor yang mulai merambah pasar Malaysia dan Brunei Darussalam.
“Sektor UMKM adalah tulang punggung yang tahan banting. Fokus kami di tahun 2026 adalah memastikan akses permodalan menjadi lebih mudah lewat digitalisasi layanan hingga ke tingkat desa,” ungkap manajemen Bank Kalbar.
Statistik Kinerja 5 Tahun Terakhir (2021-2025)
Ketangguhan Bank Kalbar dalam menjaga kualitas aset dan profitabilitas tercermin dalam tren data berikut:
| Indikator (Triliun Rp) | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 (Audit) |
| Total Aset | 23,12 | 24,05 | 25,20 | 26,45 | 28,10 |
| Penyaluran Kredit | 13,40 | 14,25 | 15,10 | 16,05 | 17,20 |
| Kredit Produktif/UMKM | 3,10 | 3,85 | 4,60 | 5,40 | 6,25 |
| Dana Pihak Ketiga | 17,80 | 18,50 | 19,40 | 20,30 | 21,90 |
| Laba Bersih (Miliar Rp) | 450,2 | 475,5 | 502,1 | 530,8 | 565,4 |
Sumber: Laporan Tahunan Bank Kalbar (Estimasi 2025).
Dengan laba bersih yang melampaui setengah triliun rupiah pada akhir 2025, Bank Kalbar membuktikan bahwa efisiensi operasional dan manajemen risiko yang konservatif namun progresif mampu membuahkan hasil manis. Rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap terjaga di bawah rata-rata industri menjadi bukti kualitas kepemimpinan di bank ini.
Digitalisasi: Menembus Batas Rimba
Tantangan geografis Kalimantan Barat yang luas menuntut inovasi tanpa henti. Bank Kalbar telah memperkuat aplikasi mobile banking-nya untuk memfasilitasi transaksi masyarakat di pedalaman. Fitur pembayaran pajak daerah secara real-time dan integrasi dengan ekosistem belanja daring lokal menjadi andalan.
“Visi kami di 2026 adalah ‘Digital Transformation for Inclusivity’. Kami ingin masyarakat di hulu Kapuas merasakan kemudahan transaksi yang sama dengan masyarakat di Pontianak,” tambah Rokidi.
Merajut Masa Depan Khatulistiwa
Enam puluh dua tahun adalah pembuktian atas kepercayaan masyarakat. Bank Kalbar kini berdiri sebagai simbol kedaulatan ekonomi daerah. Di tengah persaingan perbankan digital yang kian sengit, keunggulan Bank Kalbar terletak pada kedekatan emosional dan pemahaman mendalam terhadap karakter ekonomi lokal.
Dengan semangat “Bank Kita, Milik Kita”, Bank Kalbar siap terus melaju, memastikan setiap jengkal tanah di bawah garis khatulistiwa mendapatkan akses keuangan yang adil untuk kemakmuran bersama.
Selamat Ulang Tahun Bank Kalbar yang ke-62! ***

















