• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Menkeu: Kemampuan Adopsi Teknologi Digital Tentukan Perkembangan Ekonomi Negara

Pandemi Covid-19 telah mendorong semua kegiatan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital.

by Stella Gracia
13 September 2021 - 13:53
16
VIEWS
Kemenkeu Gandeng Beberapa Kementerian Dorong Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pariwisata
0
SHARES
16
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id — Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kemampuan sebuah negara dalam mengadopsi teknologi digital sangat menentukan perkembangan ekonomi serta posisi negara dalam rantai penciptaan nilai global atau global value chain.

“Kemampuan mengkreasi dan juga mengadopsi teknologi digital sangat menentukan bagaimana sebuah perekonomian dan negara mampu untuk masuk di dalam sistem global value chain yang akan meningkatkan produktivitas,” kata Sri Mulyani dalam Keynote Speech yang disampaikan secara virtual dalam Rapat Koordinasi Keuangan Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2021, dari Jakarta.

  • Baca juga: Melepas Perangkap Kerdil: Jurus KB Bank Pacu Fondasi Tata Kelola dan Manajemen Risiko UMKM

Menteri Sri Mulyani menambahkan perkembangan revolusi industri ke-4 telah membuat semua negara berlomba-lomba untuk bisa memiliki kemampuan dalam meningkatkan produktivitas dengan menggunakan teknologi digital.

BERITA TERKAIT

Melepas Perangkap Kerdil: Jurus KB Bank Pacu Fondasi Tata Kelola dan Manajemen Risiko UMKM

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

Ironi Dana Daerah Rp195,2 Triliun: Tertidur di Bank Saat Ekonomi Butuh Stimulus

Nakhoda Baru di Tubuh SMF: Manuver Purbaya Susun Ulang Barisan Direksi

Menurut Menkeu, Indonesia memiliki kesempatan untuk turut serta dalam kompetisi ini namun ia juga mengingatkan banyak tantangan yang harus dihadapi.

Salah satu tantangan yang ia kemukakan adalah masih rendahnya jumlah pengguna aktif internet yang memanfaatkan internet untuk transaksi perdagangan.

“Di Indonesia adanya platform digital masih terbatas atau lebih banyak digunakan untuk berkomunikasi atau nimbrung di media sosial namun untuk fasilitas produktif seperti e-commerce baru 3%,” katanya.

Angka tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan jumlah pengguna aktif internet yang menggunakan internet sebagai media berkomunikasi yaitu sebesar 36 persen dan 21 persennya menggunakan internet untuk mengakses media sosial.

Meskipun demikian, jumlah transaksi e-commerce telah berkembang sangat pesat selama beberapa tahun terakhir bahkan mampu melahirkan berbagai perusahaan unicorn yang telah diakui baik di regional maupun internasional.

Menteri Sri Mulyani menyatakan tantangan lain yang dihadapi adalah masih rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital dan belum meratanya akses internet di Indonesia.

  • Baca juga: Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

“Ketimpangan akses ini juga terjadi antar wilayah di Indonesia, juga ada faktor sosiologis, demografis dan tentu geografis, inilah sebuah tantangan yang nyata bagi kita semua,” ujarnya.

Di tengah segala keterbatasan, Menkeu mengatakan ekonomi digital di Indonesia telah mencapai pertumbuhan 49% per tahun dan pertumbuhan e-commerce di Indonesia bahkan diprediksi akan melampaui 130 miliar USD pada tahun 2025.

“Ini sebuah studi yang cukup meyakinkan, namun kita juga tahu bahwa ini juga merupakan sebuah tantangan yang nyata, Indonesia diprediksi akan menjadi satu negara dengan kekuatan ekonomi digital terbesar di dunia,” tegasnya.

Oleh karena itu, Menteri Sri Mulyani meminta semua pihak terkait untuk bekerja sama merumuskan strategi dan pembangunan bersama dalam rangka mewujudkan hal tersebut.

“Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi atau bahkan transformasi ke digitalisasi menjadi sebuah keharusan dan bahkan telah dipaksa dengan kondisi akibat pandemi yang tidak memberikan pilihan namun memaksa kita harus masuk kepada platform digital,” katanya.

Hal ini, menurut Menkeu dibuktikan dengan tumbuhnya sektor teknologi informasi dan komunikasi sebesar 10,6% di tengah kontraksi ekonomi Indonesia sebesar 2%. Menurutnya pembangunan infrastruktur digital adalah hal penting yang harus terus dilakukan demi mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi pemain digital dunia.

“Pemerintah Indonesia memiliki visi besar untuk membangun sektor digital ini, pemerintah menargetkan Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN,” jelasnya.

  • Baca juga: Ironi Dana Daerah Rp195,2 Triliun: Tertidur di Bank Saat Ekonomi Butuh Stimulus

Rapat Koordinasi Keuangan Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2021 dengan tema Sinergi Pengelola Keuangan dalam Rangka Akselerasi Transformasi Digital untuk Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara diselenggarakan secara daring yang dihadiri secara virtual oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Sekretaris Jenderal Kominfo Mira Tayyiba.

Dalam acara ini juga diadakan sesi diskusi dengan narasumber Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Awan Nurmawan Nuh, Staf Ahli Kementerian Perhubungan Cris Kuntadi, dan Inspektur Jenderal Kominfo Doddy Setiadi.

Tags: #Convid-19#Ekonomi Indonesia#Manajemen Risiko#Sri Mulyanimenkeumenteri keuangan
 
 
 
 
 
Previous Post

BSI Fasilitasi Layanan Perbankan Syariah UNS

Next Post

Kemenperin Fasilitasi Sertifikat TKDN kepada Industri Kecil Mitra Binaan BUMN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Kemenperin Fasilitasi Sertifikat TKDN kepada Industri Kecil Mitra Binaan BUMN

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance