PT Patra Logistik mengamankan regenerasi talenta manajemen risiko dan rantai pasok energi melalui ajang edukasi PGTC 2026 di ITS Surabaya.
Stabilitas.id – PT Patra Logistik bermanuver proaktif mengamankan regenerasi talenta strategis guna mengawal mitigasi risiko rantai pasok energi nasional. Anak usaha Subholding Downstream Pertamina ini menggelar edukasi tata kelola logistik energi melalui ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Ajang edukasi yang berlangsung pada Rabu (16/9/2026) ini mengusung tema agung “Igniting the Future: Ideas and Action to Drive Impact”. Ratusan mahasiswa teknik dan manajemen terpapar langsung pada kompleksitas pergerakan energi dari titik pasok (supply point) menuju titik kebutuhan akhir (end-user).
Pemahaman komprehensif mengenai manajemen armada, operasional, hingga standar keselamatan kerja (Health, Safety, Security, and Environment/HSSE) menjadi materi krusial yang dibedah di booth interaktif perusahaan. Transparansi proses operasional ini sangat esensial untuk memitigasi potensi krisis distribusi energi pada masa depan.
BERITA TERKAIT
Mahasiswa tidak sekadar menerima paparan teoritis, namun turut berdiskusi intensif membedah ekosistem pekerjaan di sektor logistik energi. Peluang karier dan magang pada bidang operasional, teknologi, hingga manajemen keselamatan menjadi magnet utama bagi para akademisi muda tersebut.
Corporate Secretary PT Patra Logistik, Prakoso Yoga Ferlando, memandang kegiatan literasi kampus ini sebagai investasi jangka panjang pengelolaan sumber daya manusia (Human Capital Management). “PT Patra Logistik sebagai bagian dari Subholding Downstream memiliki peran dalam mendukung distribusi energi,” tegas Prakoso memberikan pandangannya.
Prakoso meyakini bahwa ketangguhan industri energi mutlak membutuhkan pasokan talenta lintas disiplin ilmu agar tata kelola logistik berjalan presisi. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan lebih dekat bisnis logistik energi sekaligus memberikan gambaran bahwa industri energi membutuhkan beragam kompetensi dan talenta,” papar Prakoso merinci urgensi acara tersebut.
Penetrasi edukasi kampus ini pada akhirnya merepresentasikan komitmen pilar Sosial dalam kerangka keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance/ESG) perseroan. Interaksi proaktif dengan kalangan akademisi akan mencetak generasi penerus yang tangguh dalam mengorkestrasi tata kelola rantai pasok energi nasional. ***

















