Jakarta – PT MNC Asuransi Indonesia berhasil meraih pertumbuhan laba bersih di sepanjang semester I-2012 hampir 200%. Pencapaian ini ditopang oleh peningkatan pendapatan premi bruto yang juga hampir mencapai 200%.
Menurut Presiden Direktur MNC Asuransi Indonesia, Victor Sandjaya, perseroan mencapai kinerja positif di sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Laba bersih perseroan tumbuh 199% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), menjadi Rp.2,846 miliar.
BERITA TERKAIT
Peningkatan laba bersih ini, kata Victor, dipicu oleh peningkatan pendapatan premi bruto sebesar 199,4% menjadi Rp.34,833 miliar. "Perseroan mendapatkan pendapatan premi cukup besar dari asuransi penerbangan atau bisnis aviasi. Pendapatan premi ini didapat dari bisnis penerbangan Grup MNC," ujarnya di Jakarta, Selasa (18/9).
Jumlah aset perseroan naik 56%, dari Rp59,096 miliar di semester I-2011 menjadi Rp92,561 miliar di semester I-2012. Modal perseroan juga naik 38,3% yoy, yakni dari Rp52.111 miliar menjadi Rp81,5 miliar.
"Modal perseroan bertambah karena kita mendapatkan injeksi modal dari Grup MNC senilai Rp30 miliar. Ini untuk memenuhi aturan regulator bahwa modal perusahaan asuransi minimal Rp75 miliar hingga akhir tahun ini," jelasnya. Risk Based Capital (RBC) juga mencapai 179%.
Di tempat yang sama, Direktur Pemasaran MNC Asuransi Indonesia, Banua Sianturi mengatakan bahwa perseroan akan menjaga tren pertumbuhan pendapatan premi dan laba ini. Caranya, perseroan akan meningkatkan pendapatan premi dari bisnis ritel. "Saat ini, mayoritas pendapatan premi dikontribusikan dari grup yakni sebesar 66%, sisanya dari ritel," tuturnya.
Untuk meningkatkan porsi ritel, kata Banua, perseroan akan meningkatkan produktivitas jalur distribusi keagenan. Jumlah agen mencapai 166 orang hingga akhir Juni 2012. "Dari total pendapatan premi, agen berkontribusi Rp13,5 miliar. Hingga akhir tahun ini, kontribusi agen bisa capai Rp30 miliar," tegasnya.
Menurut Banua, para agen ini akan meningkatkan penjualan produk dari lini bisnis kendaraan bermotor, properti, dan marine. Sementara porsi premi asuransi pesawat akan dikurangi. "Kalau pendapatan premi dari bisnis ritel lebih stabil, meski preminya kecil," tandasnya.





.jpg)










