JAKARTA, Stabilitas— Deputi Direktur Pengaturan Penelitian dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan mengatakan industri financial technology (fintech) hadir setelah melihat celah dalam dunia perbankan di Indonesia salah satunya adalah dalam hal penyaluran dana kepada masyarakat di Indonesia.
“Karena itu muncul peer-to-peer lending setelah melihat kelemahan dunia perbankan,”kata Munawar dalam diskusi Mendorong Sinergi Lembaga Keuangan – Fintech di Jakarta, Rabu, (27/2/2019)
Menurut Munawar, berdasarkan penelitian OJK, persebaran pendanaan yang tidak merata di Indonesia masih sangat tinggi yakni 60 persen masih tersebar di Pulau Jawa sedangkan jarak pendanaan di Indonesia masih sangat jauh yakni sekitar Rp988 triliun per tahun sedangkan kebutuhan sekitar Rp 1.649 triliun.
“Yang bisa dipenuhi lembaga keuangan baru sekitar Rp660 triliun oleh karena itu fintech p2p ini hadir,”kata Munawar.
Munawar juga menghimbau pelaku usaha di dunia perbankan dan fintech untuk bersinergi dan bukannya saling mematikan satu dengan yang lain karena keduanya memiliki segmen yang berbeda.
“Karena segmennya berbeda, sebaiknya saling melengkapi. Kalau dilihat sekarang ini sduah banyak Bank yang bekerja sama dengan fintech lending,”imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Perijinan dan Pengawasan Fintech Direktorat Kelembagaan dan Produk Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Alvin Taulu mengatakan, Fintech makin berkembang karena ketersediaan infrastruktur yang memadai.
“Internet semakin bagus, SDM di bidang IT yang juga melengkapi kemudian juga perkembangan aplikasi yang pesat juga menjadi faktor munculnya fintech pendanaan ini,”kata Alvin.
Dirinya menambahkan, jangkauan fintech p2p yang menyasar hingga kalangan bawah juga menyebabkan perkembangannya semakin maju dan besar. Keterbatasan jumlah pendanaan yang ditetapkan oleh bank juga merupakan salah satu opsi masyarakat semakin banyak beralih ke fintech lending.
“Bank tidak bisa beri pinjaman dengan cepat dan nominal yang diberikan juga ada batasannya. Ini yang dilirik oleh fintech maka banyak yang pilih gunakan jasa fintech,”katanya. (Is)
















