OJK meluncurkan buku PELITA Syariah di Makassar guna memperluas literasi keuangan syariah lewat jaringan dakwah, didukung Menag dan DMI.
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah) pada puncak perhelatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar 2026 di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (1/11/2026). Buku ini disiapkan sebagai pedoman sistematis bagi para pendakwah, penyuluh agama, dan pengurus masjid dalam menyosialisasikan tata kelola keuangan syariah melalui mimbar ceramah dan khotbah.
Langkah ini sekaligus ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kejahatan finansial digital, seperti penipuan transaksi (scam) dan tawaran pinjaman online (pinjol) ilegal yang merugikan publik.
Peluncuran PELITA Syariah dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Farid Azhar Nasution, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Andi Winarno Ekaputra, Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Rahmat Hidayat, serta Menteri Agama RI Nasaruddin Umar secara virtual.
BERITA TERKAIT
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan bahwa PELITA Syariah merupakan strategi otoritas dalam membumikan edukasi finansial syariah melalui pendekatan kultural dan keagamaan yang dekat dengan keseharian masyarakat.
“Pada intinya, ini untuk menjaga masyarakat kita dari ketidaktahuan yang kemudian dapat membahayakan masyarakat, seperti terkena berbagai macam scam, penipuan, maupun produk-produk ilegal seperti pinjol ilegal dan lain-lain,” kata Friderica.
Friderica menekankan bahwa literasi yang kokoh mutlak diperlukan sebelum masyarakat mengakses produk keuangan. Mengacu pada hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07 persen, sementara indeks inklusi keuangan syariah baru berada di level 13,24 persen. Kesenjangan ini menunjukkan masih perlunya dorongan masif terhadap pemanfaatan layanan keuangan syariah formal.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut positif peluncuran buku panduan ini sebagai sarana penguatan dakwah yang profesional dan aplikatif bagi para dai di Tanah Air.
“Buku PELITA Syariah hadir sebagai panduan yang sistematis dan aplikatif untuk membantu para penggerak dakwah menyapa masyarakat secara profesional dan berdampak. Semoga kehadiran buku ini membawa manfaat yang luas, memperkuat kualitas literasi ekonomi syariah, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan, dan berkah tentunya,” ujar Nasaruddin.
Buku PELITA Syariah disusun OJK bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) guna menjamin kesesuaian materi dengan prinsip syariah. Panduan ini memuat materi literasi serta naskah khotbah yang akan disebarluaskan melalui jaringan DMI, Ditjen Bimas Islam Kemenag, KNEKS, IKADI, dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Ajang SYAFIF Goes to Makassar 2026 merupakan seri penutup rangkaian festival keuangan syariah tahun ini setelah sebelumnya sukses digelar di Banjarmasin dan Aceh. Selama kegiatan berlangsung, festival ini mencatatkan pembukaan 10.598 rekening baru dengan total volume transaksi mencapai Rp230,94 miliar.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menambahkan bahwa edukasi yang konsisten merupakan kunci mendasar dalam memelihara kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan syariah nasional.
“Kepercayaan itu harus diperjuangkan. Salah satunya adalah dengan cara literasi yang baik,” tutur Farid. ***

















