• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Perbankan

OJK Terus Dorong Industri Keuangan Berwawasan Lingkungan

"Bank fokus pada sustainability. Harus fokus pada memfasilitasi green bonds. OJK telah menyelesaikan draft regulasi tentang penerbitan dan persyaratan efek bersifat utang berwawasan lingkungan atau green bond..."

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2021 - 14:05
16
Dilihat
OJK Terus Dorong Industri Keuangan Berwawasan Lingkungan
0
Bagikan
16
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id — Pentingnya perhatian industri keuangan pada permasalahan lingkungan telah dibuktikan oleh Otoritas Jasa Keuangan yang telah menerbitkan peta jalan (roadmap) keuangan berkelanjutan 2015-2019 pada 5 Desember 2014 lalu. Mulai tahun ini perhatian itu makin bertambah karena OJK juga telah menerbitkan peta jalan tahap kedua 2021-2025 pada Januari lalu.

Di tengah makin seringnya terjadinya perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang berdampak kepada perekonomian, maka tindakan nyata oleh industri keuangan sangat dibutuhkan. Ada tiga risiko besar yang dihadapi oleh perekonomian dan juga industry keuangan terkait perubahan iklim yaitu pertama, risiko fenomena perubahan iklim yang menimbulkan kerusakan properti dan berdampak langsung terhadap proses bisnis (physical risk). Kedua, risiko yang muncul dari perubahan kebijakan dan pengembangan teknologi untuk beralih ke ekonomi rendah karbon (transition risk). Dan ketiga risiko kerugian hukum atau klaim akibat kegiatan usaha yang tidak mempertimbangkan dampak perubahan iklim (liability risk).

Risiko-risiko ini bisa diminimalisisakan dengan kesediaan lembaga keuangan untuk mengungkap eksposure dari pembiayaan yang berkaitan dengan isu lingkungan agar investor bisa mengetahui hal tersebut. Beberapa regulator dunia sudah melakukan hal itu seperti di Inggris dan Prancis dengan menerbitkan aturan climate-related financial disclosure yang memaksa lembaga keuangan untuk men-disclose climate risk. Dan saya yakin Indonesia juga akan menuju ke sana, kata Nurhaida, Wakil Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, ketika menjadi pembicara kunci pada Internationl Virtual Seminar berjudul How Indonesia Financial Institution Respond To Climate-Related Financial Risks, yang diselenggarakan LPPI, 18 Januari 2021 lalu.

BERITA TERKAIT

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Economic Outlook 2026: OJK Perkuat Ketahanan Finansial dan Dorong Ekosistem Bullion

Dia mengutip study Unilever dari survey yang dilakukan di 5 negara, yang menjunjukkan 20 persen orang memilih produk yang menggunakan packaging yang ramah lingkungan. Dia juga menyebutkan jika 21 persen konsumen AS sudah member sanksi bagi perusahaan yang menyebabkan perubahan iklim dengan menghindari penggunaan produk mereka.

Jadi isu yang ingin dibahas adalah mempertimbangkan perubahan iklim. Ini sudah banyak akibatnya, tak hanya kenaikan suhu tetapi juga terjadi perubahan cuaca ekstrem, juga kenaikan level air laut dan bencana alam lainnya. Semua perubahan membawa dampak pada sektor financial. Di masa depan akan ada transisi dalam risiko yang berimplikasi pada portofolio. Ini berhubungan dengan pertimbangan investor, sebut Nurhaida.

Risiko lainnya menurut Nurhaida, juga bisa memberi dampak pada employee, asset dan suplay chain disruption. Pada praktiknya risiko ini terlihat pada kenaikan asset dan NPL di perbankan dan IKNB. Isu ini bisa dimitigasi dengan mengungkapkan risiko iklim agar investor isa mempersiapkan diri dengan tantangan perubahan iklim. Transisi harus dilakukan sebaik mungkin agar bisa dimitigasi dengan baik. Beberapa regulator sudah melakukannya dan saya percaya Indonesia juga bisa mempraktikkannya, katanya.

Isu kedua menurut Nurhaida, adalah mengenai kesempatan. Menurutnya, perubahan bisnis bisa mejadi keuntungan di masa depan. Kenaikan isu dan risiko lingkungan dan sosial menyebabkan orang di industri keuangan menciptakan kesempatan inovasi bisnis baru yang mensuport ekonomi berkelanjutan.

“Bank fokus pada sustainability. Harus fokus pada memfasilitasi green bonds. OJK telah menyelesaikan draft regulasi tentang penerbitan dan persyaratan efek bersifat utang berwawasan lingkungan atau green bond. Kini, draft tersebut telah disebarkan kepada public untuk memberikan masukan dalam rangka penyempurnaan, ungkap Nurhaida.

Dalam draft tersebut, jelasnya, green bond didefinisikan sebagai efek bersifat utang yang dana hasil penerbitannya digunakan untuk membiayai atau membiayai ulang sebagian atau seluruh kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan (KUBL).

“KUBL tersebut misalnya di sektor energy terbarukan atau efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, green building, konservasi alam, pengendalian polusi dan adaptasi perubahan iklim, transportasi ramah lingkungan, dan aktivitas bisnis lainnya yang berwawasan lingkungan, pungkasnya.

Sementara itu Direktur Utama LPPI Mirza Adityaswara saat membuka seminar itu mengatakan bahwa perubahan ilim saat ini menjadi sesuatu yang sangat serius. Seluruh dunia mengalami beberapa bencana yang berhubungan dengan perubahan iklim. Regulator keuangan di dunia telah melakukan berbagai upaya untuk memanage risiko iklim.Seperti OJK juga keluarkan panduan untuk bagaimana memanage keuangan berkelanjutan. Dan menjadi topik yang hangat tidak hanya bagi lingkungan tapi juga keuangan, ungkap Mirza.

Tags: Climate changeLingkungan Sehatojksustainable finance
 
 
 
 
Sebelumnya

‘Jogja Lebih Bike’ Ajak Warga Jogja Bersepeda untuk Kualitas Udara Kota yang Lebih Baik

Selanjutnya

Shopee Beri Bantuan Air Bersih di Nusa Tenggara Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

oleh Stella Gracia
21 Februari 2026 - 22:39

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar rangkaian aksi bersih...

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
21 Februari 2026 - 19:52

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar Customer Gathering Imlek 2026 sebagai ajang silaturahmi sekaligus apresiasi...

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:11

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kokoh di tengah langkah Moody’s Ratings yang merevisi outlook...

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 10:32

Stabilitas.id – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan...

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 19:20

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14% secara...

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 12:11

Stabilitas.id – Tren digitalisasi perbankan yang semakin lekat dengan gaya hidup generasi muda mendorong perbankan digital untuk memperkuat strategi pengelolaan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Shopee Beri Bantuan Air Bersih di Nusa Tenggara Timur

Shopee Beri Bantuan Air Bersih di Nusa Tenggara Timur

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance