Stabilitas.id — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG terus memperkuat implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis Creating Shared Value (CSV). Melalui komitmen berkelanjutan tersebut, emiten BUMN semen ini sukses menumbuhkan dan membina 36 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Glondonggede, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Langkah pemberdayaan ini dirancang menggunakan pendekatan end-to-end, mulai dari pembekalan keterampilan, kucuran bantuan sarana produksi, hingga fasilitasi pendampingan pemasaran. Pola ini diintegrasikan langsung ke dalam strategi pertumbuhan bisnis perusahaan yang menempatkan aspek sosial sebagai pilar kemandirian ekonomi lokal.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa keberhasilan kinerja operasional perseroan harus mampu berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional pabrik.
BERITA TERKAIT
“Program pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus utama kami untuk memastikan masyarakat sekitar dapat tumbuh mandiri dan berdaya saing di pasar yang lebih luas,” ujar Vita dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan data perseroan, kurva penumbuhan pelaku usaha di Desa Glondonggede menunjukkan grafik yang konsisten dari tahun ke tahun. Intervensi korporasi berhasil merangsang lahirnya komoditas usaha baru di tingkat pedesaan.
Berikut adalah rincian linimasa terbentuknya 36 UMKM binaan SIG di Kabupaten Tuban:
| Periode Penumbuhan | Jumlah UMKM yang Terbentuk | Fokus Tahapan Program |
| Tahun 2022 | 16 UMKM | Inisiasi awal dan pelatihan keterampilan dasar |
| Tahun 2023 | 15 UMKM | Penyaluran bantuan sarana & alat produksi |
| Periode 2024 – 2025 | 5 UMKM | Ekspansi kelompok usaha & penguatan modal |
| Total Akumulasi (2026) | 36 UMKM | Pendampingan pasar modern & digitalisasi |
Garap Omzet Jutaan Rupiah
Dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh Kusmiyatun, salah satu pelaku usaha olahan ikan asap di Tuban. Ia mengaku intervensi fasilitas dari SIG membuat standardisasi tempat usahanya menjadi lebih higienis dan nyaman, sehingga memicu lonjakan kapasitas produksi dan pendapatan bulanan.
Selain sektor perikanan, hilirisasi produk makanan ringan (snack) yang dikembangkan oleh kelompok klaster UMKM binaan SIG kini sukses menembus jaringan ritel modern serta pusat oleh-oleh utama di Kabupaten Tuban. Produk lokal ini mampu mencatatkan omzet jutaan rupiah per bulan sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga desa sekitar.
Sebagai informasi, SIG merupakan holding BUMN semen yang menguasai 51% saham pemerintah Indonesia dengan ekosistem lini usaha raksasa yang menyatukan enam produsen semen besar, yaitu PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB), PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR), dan Thang Long Cement Company di Vietnam.
Ke depan, perseroan berkomitmen mereplikasi model inklusi ekonomi Desa Glondonggede ke berbagai wilayah operasional lainnya guna mendorong lebih banyak UMKM daerah naik kelas. ***

















