• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 28, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Penjualan Roda Empat Tembus 599 Ribu Unit, Analis Mandiri Wanti-wanti Risiko Suku Bunga

oleh Stella Gracia
24 September 2026 - 13:54
5
Dilihat
Mandiri Economic Review: Volume Ekspor Kelapa Sawit pada Awal Tahun 2025 Masih Terkontraksi
0
Bagikan
5
Dilihat

Penjualan mobil nasional melesat 32,4% pada Agustus 2026 berkat pesatnya pertumbuhan mobil listrik dan tingginya permintaan mobil niaga program pemerintah.

Stabilitas.id – Industri otomotif nasional kembali memamerkan tajinya melalui lonjakan angka distribusi kendaraan roda empat pada paruh kedua tahun ini. Penjualan mobil secara wholesale atau pengiriman dari pabrik ke diler sukses menembus 81,8 ribu unit sepanjang Agustus 2026. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan impresif sebesar 32,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

  • Baca juga: BI-Rate Tetap 5,75%: Akrobat Rem Moneter dan Gas Likuiditas Rp461 Triliun di Era Destry Damayanti

Kinerja kumulatif selama delapan bulan pertama tahun 2026 (Januari-Agustus) juga mantap mencatatkan rapor hijau. Total penjualan mobil baru pada periode tersebut sukses mencapai 599,5 ribu unit atau tumbuh 20,1 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Peluncuran berbagai model kendaraan anyar dengan rentang harga kompetitif menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan pasar ini,” demikian Riset Ekonomi Bank Mandiri , PT Bank Mandiri, dalam Daily Economic and Market Review dikutp Kamis (24/9/2026).

Desebutkan, penyokong utama lainnya berasal dari lonjakan permintaan mobil niaga yang meroket hingga 42,4 persen sepanjang 2026. Program strategis pemerintah pusat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), terbukti ampuh mendongkrak utilitas kendaraan niaga. Tren positif ini secara teknis juga tertopang oleh efek basis rendah (low-base effect) akibat anjloknya penjualan pada tahun lalu yang sempat menyentuh rekor terendah kedua pasca-pandemi.

BERITA TERKAIT

BI-Rate Tetap 5,75%: Akrobat Rem Moneter dan Gas Likuiditas Rp461 Triliun di Era Destry Damayanti

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Total Sepanjang 2026 Tembus Rp50,63 Triliun

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

LPS Cairkan Klaim Simpanan Nasabah BPR Citra Bersada Abadi Rp3,65 Miliar

Segmen kendaraan ramah lingkungan rupanya makin agresif mendominasi preferensi konsumen Tanah Air. Total penjualan mobil listrik sukses melonjak fantastis sebesar 117,2 persen yoy pada Agustus 2026. Penjualan mobil berbasis murni baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) melesat 175,1 persen yoy, sementara tipe hibrida (Hybrid Electric Vehicle/HEV) ikut mengekor dengan pertumbuhan 39,2 persen yoy.

  • Baca juga: Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Total Sepanjang 2026 Tembus Rp50,63 Triliun

Peralihan minat konsumen ini langsung memukul telak pangsa pasar mobil penumpang bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) konvensional. Volume distribusi mobil ICE pada Agustus 2026 terkontraksi 3,0 persen yoy menjadi hanya 31,6 ribu unit. Pangsa pasar kendaraan peminum bensin ini menyusut drastis dari 72,5 persen pada Agustus 2025 menjadi tersisa 54,0 persen pada Agustus 2026.

Porsi serapan mobil listrik keseluruhan (BEV, Hybrid, dan PHEV) justru konsisten membesar dari 15,5 persen pada Juni 2025 menjadi 22,5 persen pada Juni 2026. Kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (Low Cost Green Car/LCGC) ironisnya turut tertekan oleh tren elektrifikasi ini. Pelemahan daya beli kelas menengah bawah, tingginya beban pajak, stagnasi model, hingga ketatnya persaingan harga dengan mobil listrik menjadi pemicu anjloknya pangsa pasar LCGC.

Pemerintah saat ini tengah mengkaji skema pemberian insentif kendaraan listrik berbasis Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Penyaluran subsidi yang awalnya direncanakan cair pada Mei 2026 ini sayangnya masih mengalami penundaan. Kepastian regulasi insentif ini sangat dinantikan sebagai amunisi tambahan pendorong penjualan pada kuartal akhir.

  • Baca juga: Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri memproyeksikan total penjualan mobil nasional akan bermuara di kisaran 866 ribu unit sepanjang tahun 2026. Analis juga memetakan sejumlah faktor risiko makroekonomi yang berpotensi menahan laju ekspansi sektor otomotif. “Pelemahan daya beli masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah, kenaikan harga minyak yang signifikan, serta kenaikan suku bunga acuan dapat menyebabkan konsumen menahan belanja,” papar Tim Riset Bank Mandiri dalam laporannya. ***

Editor : Sandy Romualdus
Tags: Bank Mandiridaya beli konsumen menengahinsentif TKDN kendaraan listrikkendaraan niagamobil listrik BEVpangsa pasar ICEPenjualan mobil Agustus 2026program MBG dan KDMPTim Riset Bank Mandiritren LCGC 2026wholesale otomotif
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Tepis Stigma Kaku Perbankan, Fitur Talent Check-In LPPI Sedot Antusiasme Siswa Vokasi

Selanjutnya

Preseden Buruk Iklim Investasi: Aset Rp200 Miliar Diobral Rp16 Miliar Lewat Celah Hukum Kepailitan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Hampir 95 Persen Pemda Masuk Era Digital: BI Beberkan Resep Pengungkit Produktivitas Ekonomi Daerah

oleh Sandy Romualdus
25 September 2026 - 16:03

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali membeberkan lompatan 94,9 persen Pemda masuk kategori digital guna memacu produktivitas daerah di FEKDI...

Pacu Jakarta Menuju Top 20 Kota Global: OJK Jabodebek dan TPAKD Kunci Sinergi Pembiayaan Ekonomi Kreatif

Pacu Jakarta Menuju Top 20 Kota Global: OJK Jabodebek dan TPAKD Kunci Sinergi Pembiayaan Ekonomi Kreatif

oleh Stella Gracia
25 September 2026 - 15:12

OJK Jabodebek dan TPAKD DKI Jakarta memperkuat ekosistem pembiayaan ekonomi kreatif lewat Program PED guna mendorong Jakarta menuju Top 20...

Realokasi Modal Rp14 Triliun, Divestasi Chandra Asri Justru Bawa SCG Rajai Penjualan ASEAN

Realokasi Modal Rp14 Triliun, Divestasi Chandra Asri Justru Bawa SCG Rajai Penjualan ASEAN

oleh Sandy Romualdus
24 September 2026 - 12:27

Bagi SCG, melepaskan sebagian jangkar di satu sisi (Chandra Asri) ternyata bukan untuk berlayar pergi, melainkan untuk kembali membanjiri pasar...

BI-Rate Tetap 5,75%: Akrobat Rem Moneter dan Gas Likuiditas Rp461 Triliun di Era Destry Damayanti

Efisiensi Tata Ruang Properti: Furnitur Ganda dan Built-in Kunci Optimalisasi Aset Hunian

oleh Stella Gracia
24 September 2026 - 11:56

Menyiasati lonjakan inventori rumah mungil, Pinhome menawarkan solusi tata kelola interior modern minimalis yang transparan dan multifungsi bagi masyarakat urban....

Mitigasi Fluktuasi Daya Surya, Inovasi Mesin Fleksibel Wärtsilä Jawab Tantangan RUPTL 2034

Mitigasi Fluktuasi Daya Surya, Inovasi Mesin Fleksibel Wärtsilä Jawab Tantangan RUPTL 2034

oleh Stella Gracia
23 September 2026 - 20:48

Menghadapi lonjakan daya data center AI dan RUPTL 2034, lima eksekutif Wärtsilä membedah solusi fleksibilitas jaringan untuk amankan transisi energi...

Mandiri Economic Review: Volume Ekspor Kelapa Sawit pada Awal Tahun 2025 Masih Terkontraksi

Tata Kelola Infrastruktur 2026: Proyek Smelter dan Perumahan Subsidi Jadi Juru Selamat Pabrik Semen

oleh Stella Gracia
23 September 2026 - 11:17

Penjualan semen domestik pada Agustus 2026 tumbuh 4,4% menjadi 6,2 juta ton. Pertumbuhan ditopang masifnya proyek hilirisasi nikel di Maluku...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Imbal Hasil Tembus 15 Persen: Riset Citi Wealth Ungkap Manuver Agresif Family Office Asia Pasifik

Pionir ATM hingga Bank Online: Rayakan HUT ke-71, CIMB Niaga Pacu Inovasi Digital dan Ekosistem Hijau

Konflik Keluarga dan Pajak Hantui Warisan, Riset Sun Life Ungkap Urgensi Penasihat Finansial Profesional

Jangkau 114 Ribu Siswa di 77 Kota: Cara CIMB Niaga Tanamkan Budaya Finansial Digital Sejak Dini

Menakar Transmisi Moneter, Efek Short Selling, dan Rekomendasi Top 10 Saham

Kinerja Finansial Melejit, Bank BSN Rangkul IARMI Perluas Penetrasi Syariah

Akhiri Puasa 28 Tahun, BNI Rayakan Keberhasilan Regenerasi Atlet PBSI di Asian Games 2026

Sentuh Pelajar Prasejahtera: BNI Masuk Ekosistem Kesejahteraan Sosial Lewat Empat Pilar Strategis

Tinggalkan Celengan Tradisional, BNI Bimbing Siswa Sekolah Rakyat Miliki Rekening Bank Formal

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Preseden Buruk Iklim Investasi: Aset Rp200 Miliar Diobral Rp16 Miliar Lewat Celah Hukum Kepailitan

Preseden Buruk Iklim Investasi: Aset Rp200 Miliar Diobral Rp16 Miliar Lewat Celah Hukum Kepailitan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance