• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Perkembangan Nilai Tukar Petani Nasional Periode April 2022

NTP (Nilai Tukar Petani) mengalami penurunan sebanyak 0,76 persen menjadi 108,46 pada periode April 2022

oleh Stella Gracia
10 Mei 2022 - 20:08
78
Dilihat
Perkembangan Nilai Tukar Petani Nasional Periode April 2022
0
Bagikan
78
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – NTP (Nilai Tukar Petani) nasional pada April 2022 mengalami penurunan sebesar 0,76 persen menjadi 108,46 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Mengutip berita Statistik (9/5/2022), penurunan ini disebabkan oleh Indeks Harga yang Diterima Petani mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang Dibayar Petani sebesar 0,83 persen.

  • Baca juga: Indeks Literasi dan Inklusi 2026 Naik, Ada Lompatan Pesat di Perdesaan dan Kalangan Perempuan

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

BERITA TERKAIT

Indeks Literasi dan Inklusi 2026 Naik, Ada Lompatan Pesat di Perdesaan dan Kalangan Perempuan

Ekonomi Q2 Tembus 5,29%, Ajaib Sekuritas Cermati Sektor Perbankan hingga Utilitas

Ekspor Tumbuh 4,13%, Neraca Perdagangan H1 2026 Surplus USD 3,58 Miliar

BPS Catat Deflasi 0,14% pada Juli 2026, Dipicu Penurunan Harga Pangan dan Emas

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, NTP Provinsi Kalimantan Selatan mengalami penurunan terbesar (2,21 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya pada periode ini. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Barat mengalami kenaikan tertinggi (1,44 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya pada periode yang sama.

Penurunan terbesar NTP di Kalimantan Selatan disebabkan oleh penurunan pada Subsektor Tanaman Pangan khususnya komoditas Gabah yang turun sebesar 3,93 persen. Kenaikan tertinggi NTP di Kalimantan Barat disebabkan oleh kenaikan pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat khususnya pada komoditas kelapa sawit yang naik sebesar 3,70 persen.

  • Baca juga: Ekonomi Q2 Tembus 5,29%, Ajaib Sekuritas Cermati Sektor Perbankan hingga Utilitas

Pada periode April 2022, juga terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,97 persen yang disebabkan oleh hampir seluruh kelompok pengeluaran.

Dari 34 provinsi yang dihitung IKRT-nya pada April 2022, ada sebanyak 32 provinsi yang mengalami kenaikan dan 2 provinsi mengalami penurunan IKRT. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi di Jawa Tengah sebesar 1,89 persen, sedangkan penurunan IKRT terbesar terjadi di Sumatera Utara yaitu sebesar 0,07 persen.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional pada April 2022 mengalami penurunan 0,56 persen sebesar 108,64 dibandingkan NTUP bulan sebelumnya. Hal ini terjadi karena kenaikan It sebesar 0,06 persen lebih rendah daripada kenaikan indeks BPPBM sebesar 0,62 persen.

  • Baca juga: Ekspor Tumbuh 4,13%, Neraca Perdagangan H1 2026 Surplus USD 3,58 Miliar

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Terdapat tiga subsektor yang mengalami kenaikan NTUP yaitu Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, Subsektor Peternakan, dan Subsektor Perikanan. Sementara itu, Subsektor Tanaman Pangan dan Subsektor Tanaman Hortikultura mengalami penurunan.***

Tags: BPSNilai Tukar PetaniPertanianPertanian IndonesiaPertanian Nasional
 
 
 
 
 
Sebelumnya

BI: Inflasi April 2022 Terkendali

Selanjutnya

Indeks Harga Perdagangan Besar Periode April 2022 Alami Kenaikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Steroid Likuiditas Rp200 Triliun Kemenkeu: Ujian Tata Kelola Himbara dan Jebakan Maturity Mismatch

oleh Stella Gracia
22 September 2026 - 10:46

Steroid likuiditas SAL Kemenkeu Rp200 triliun sukses melonggarkan LDR Himbara, namun menyisakan tantangan tata kelola, mitigasi risiko ALMA, dan bahaya...

Wujud Kepedulian Sosial, Patra Logistik Salurkan Bantuan ‘Pertamina Berkah’ di 9 Wilayah

Kompak Kerek Harga, BBM Non-Subsidi Pertamina dan Swasta Kompak Tembus Rekor Baru

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:50

Pertamina, Shell, dan BP-AKR kompak menaikkan harga BBM non-subsidi per September 2026, sementara harga Pertamax, Pertalite, dan Revvo 92 terpantau...

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:49

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil meraih penghargaan Katadata ESG Insight Award 2026 berkat komitmen kuat dalam penerapan tata...

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

oleh Sandy Romualdus
20 September 2026 - 19:09

Memasuki usia ke-51, Polytron makin agresif menguasai pasar B2B lewat penambahan suplai motor listrik tangguh bersertifikasi IP67 bagi operasional Rentokil...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 18:18

Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan defisit APBN hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB, diimbangi surplus...

Realisasi Pembiayaan APBN Januari Capai Rp105 Triliun, Fokus Perkuat Cadangan Pangan

Bayang-bayang The Fed: Pemerintah Akui Suku Bunga AS Bakal Picu Repricing Surat Utang Negara

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 17:55

Pemerintah mengantisipasi terjadinya repricing pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) sebagai imbas dari kenaikan suku bunga The Fed ke level...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Perluas Literasi Investasi Lindung Nilai, BSI Bidik Ekosistem Muhammadiyah Lewat Co-Branding

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Steroid Likuiditas Rp200 Triliun Kemenkeu: Ujian Tata Kelola Himbara dan Jebakan Maturity Mismatch

Investor Baru Wealth Management Meroket 280 Persen, BRI Perkuat Diversifikasi Syariah

Arus Asing Pasang Surut, Bobot MSCI Jadi Ganjalan Laju Pemulihan IHSG

Strategi Lindung Nilai Nasabah Tajir: Maybank dan Allianz Tawarkan Akses Investasi Dolar AS Multi-Style

Benteng Manajemen Risiko CNAF: Terapkan Early Warning System Kawal Kenaikan Pembiayaan Rp1,27 Triliun

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Indeks Harga Perdagangan Besar Periode April 2022 Alami Kenaikan

Indeks Harga Perdagangan Besar Periode April 2022 Alami Kenaikan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance