• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi Infrastruktur

Pertama di Asia Tenggara, Kereta Api Panoramic Dekatkan Penumpang dan Alam

Kereta api menjadi salah satu moda transportasi massal paling diandalkan untuk mempercepat perjalanan masyarakat ke segala tujuan.

oleh Sandy Romualdus
5 Januari 2023 - 08:26
230
Dilihat
Pertama di Asia Tenggara, Kereta Api Panoramic Dekatkan Penumpang dan Alam
0
Bagikan
230
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Indonesia menjadi pemakai ular besi beratap kaca pertama di Asia Tenggara. Memanfaatkan gerbong eksekutif, kereta besutan anak negeri itu berpeluang ekspor.

Kereta api menjadi salah satu moda transportasi massal paling diandalkan untuk mempercepat perjalanan masyarakat ke segala tujuan. Angkutan yang mampu membawa ratusan penumpang itu sudah hadir di tanah air sejak 158 tahun silam.

Mengutip website Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Indonesia menjadi negara kedua di Asia yang mempunyai infrastruktur kereta api. Itu terjadi sewaktu dimulainya pembangunan rel pertama dari Semarang ke Solo oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda LAJ Baron Sloet van de Beele pada 17 Juni 1864.

BERITA TERKAIT

Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru, Dukung Program Pemerintah Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah

KAI Angkut 2,7 Juta Ton Batu Bara, Jaga Listrik Tetap Menyala di Momen Nataru

Praktis! Bank Mandiri dan KAI Group Resmikan Implementasi QRIS Tap di Transportasi Publik

80 Tahun KAI: Dari Rel Perjuangan, Menyatukan Negeri, Menuju Transportasi Publik Modern dan Digital

Jalur tadi resmi dioperasikan pada 10 Agustus 1867. Kala itu, kereta api dibutuhkan untuk membawa hasil perkebunan seperti tebu, selain mengangkut penumpang. Seiring perjalanan waktu, keberadaan angkutan berjuluk ular besi ini sudah semakin memanjakan para pemakainya. Kini, semua kereta penumpang yang beroperasi di tanah air dipastikan telah berpendingin udara, baik di kelas ekonomi, bisnis, dan premium.

Sejumlah fasilitas di dalam gerbong dibuat meniru interior pesawat. Misalnya, tempat duduk, demikian pula peturasannya sangat bersih dan wangi. Tersedia pula rak khusus untuk meletakkan koper. Tiap gerbong ada televisi layar lebar untuk menikmati hiburan. Pada tipe premium, bahkan TV layar mini ada di tiap bangku untuk menikmati aneka hiburan memanfaatkan teknologi Audio Video On Demand (AVOD).

Lewat beragam inovasi tadi, kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian jarak jauh. Terobosan terbaru adalah hadirnya dua unit gerbong kereta berkonsep khusus yakni panoramic atau panorama sebagai inovasi terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator bekerja sama dengan Balai Yasa KAI Surabaya Gubeng, bengkel kereta yang telah beroperasi sejak tahun 1913 silam. Basisnya adalah gerbong kereta eksekutif dan telah dikerjakan sejak awal 2022 dengan mencontoh produk sejenis dari operator kereta Glacier Express di Swiss.

KAI menamai produk anyarnya ini sebagai KA Panoramic. Indonesia adalah pemakai pertama kereta panorama untuk kawasan Asia Tenggara dan berpeluang untuk diekspor ke mancanegara.

Seperti dikutip dari akun media sosial Balai Yasa Surabaya Gubeng di kanal Youtube, dijelaskan kalau bagian luar atau eksterior keretanya dibalut warna royal green glossy dengan garis livery emas sehingga memunculkan kesan mewah. Tampilan ruang dalam atau interiornya berupa gerbong berjendela sangat besar di kedua sisi dengan dinding bermotif panel kayu jati (wooden panel) krem.

Atap Transparan

Pada bagian atap, diberi kaca membentuk pola persegi (emerald panoramic roof) memanjang transparan dari depan hingga belakang. Sepintas mirip konsep panoramic roof pada atap mobil. Kacanya dari tipe khusus, karena selain tak mudah pecah oleh timpukan benda keras dari luar kereta, juga mampu menyerap panas sinar matahari sehingga kabin gerbong tidak panas. Tak perlu khawatir silau oleh terpaan sinar matahari meski gerbong sudah sejuk, karena ada tirai canggih yang akan menutup otomatis (automatic roller blind) jika kita menekan tombol di salah satu sisi kursi penumpang.

Mau menikmati pemandangan alam yang indah di luar kereta pun tak perlu memutar kepala. Karena ke-46 unit kursi empuknya dapat diputar menghadap ke jendela besar. Ada colokan listrik disediakan di salah satu sudut kursi untuk menyalakan laptop atau mengecas gawai. Tepat di ujung gerbong disediakan rak bagasi khusus untuk meletakkan koper atau sepeda dan di salah satu sudutnya disiapkan kursi roda bila diperlukan.

Peturasannya selain luas lagi wangi, juga dilengkapi toilet duduk canggih serta keran air dan pengering nirsentuh. Lewat sentuhan teknologi canggih, air akan berhenti mengalir dalam hitungan beberapa detik untuk menghemat pemakaian. Fitur keselamatan pada KA Panoramic ini berupa alat pemadam api ringan (APAR), alat pemecah kaca, dan rem darurat.

Dengan semua kelebihan itu, keinginan kita untuk memuaskan diri melihat pemandangan hijaunya alam selama di perjalanan akan terbayar lunas. Apalagi bisa melihat keindahan gemerlap miliaran bintang di langit lewat emerald panoramic roof saat perjalanan malam hari. Sistem sensor cahaya otomatis dipasang di dalam kereta. Ini berguna saat masuk terowongan, maka lampu di dalam gerbong akan menyala otomatis.

KA Panoramic sudah melewati serangkaian pengujian dan lulus sertifikasi uji kekuatan struktur kereta, uji statis, dan uji dinamis oleh Tim Penguji Sarana Perkeretaapian Balai Pengujian Perkeretaapian Kemenhub. Lewat akun Instagram Balai Pengujian Perkeretaapian, mereka menyebutkan rangkaian pengujian sudah termasuk uji dimensi, uji rancang bangun, uji kebocoran, uji intensitas cahaya, uji sirkulasi udara, uji temperatur bearing, dan uji kebisingan.

Menurut Vice President Public Relations KAI Joni Martinus, seperti diwartakan Antara, kereta yang resmi meluncur dari Balai Yasa Surabaya Gubeng 11 Agustus 2022 itu diperkenalkan kepada masyarakat pada 24 Desember 2022. KA Panoramic dirangkaikan dengan KA Taksaka tambahan untuk melayani rute Stasiun Gambir-Yogyakarta.

Incaran Turis

Konsep kereta panorama dijadikan penarik minat wisatawan di sejumlah negara. Bahkan operator-operator kereta di Amerika Serikat menjadi pionirnya sejak 1945 silam untuk melayani rute ke wilayah utara. Mereka menyebutnya sebagai vistadome dan dibuat khusus sebagai kereta mewah yang atapnya dibuat kubah kaca (glass dome) agar bisa melihat langit luas.

Swiss juga sukses mengembangkan wisata kereta panorama di kawasan Eropa. Seperti dilansir Swiss Activities, ada lima operator kereta yang mengoperasikannya. Termasuk lintas antarnegara, seperti dilakukan Bernina Express yang membuka rute dari Chur di Swiss menuju Tirano, kota kecil di Lombardy, Italia. Glacier Express sendiri punya rute spesial melintasi lautan salju dari St Moritz menuju Zermatt sejauh 291 km dan ditempuh dalam delapan jam pada kecepatan maksimal 35 km per jam.

Konsep vistadome ini juga diadopsi India yang mulai membangunnya pada 2015 dan diluncurkan Desember 2016 untuk melayani rute wisata menyusuri lembah dan pegunungan di Kashmir. Selanjutnya, pada Maret 2018 diluncurkan Jan Shatabdi Express dari Mumbai ke Madgaon, lagi-lagi melintasi lembah Kashmir. Perdana Menteri Narendra Modi dalam akunnya di Twitter memuji vistadome ini saat menjajalnya pada Januari 2021.

Seperti diwartakan Conde Nast Traveller, Indian Railways per 3 Agustus 2022 telah mengoperasikan 33 gerbong vistadome yang dirangkaikan pada 23 rute kereta. Kereta-kereta panorama ini menyusuri rute-rute berpemandangan alam hijau, menembus hutan taman nasional, menyusuri tepian air terjun, dan melintasi sungai-sungai lebar.

India Railways juga mengoperasikan vistadome Him Darshan Express di rute bersejarah Kalka-Shimla sejauh 96 km dan berada di kaki Pegunungan Himalaya. Ini adalah rute kereta yang menjadi Situs Warisan Dunia versi UNESCO karena sudah ada sejak 1855. Jalur relnya menjangkau kawasan di ketinggian antara 2.200 meter-2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Saat musim dingin, permukaan relnya akan tertutup salju.

Kecepatan kereta dibatasi maksimal 40 km per jam saja karena di rute Kalka-Shimla terdapat 912 tikungan berbahaya, 969 jembatan, dan 103 terowongan. Termasuk Terowongan Barog sepanjang 1.143 meter dan menjadi yang terpanjang di India. Pemandangan di rute ini luar biasa indah karena melewati pegunungan bersalju, hutan pinus, dan lembah yang dalam. Vistadome ini di India diminati oleh turis domestik dan mancanegara dan menurut Indian Railways, setiap tahunnya rata-rata mengangkut satu juta penumpang.

Peru Rail juga mengoperasikan vistadome untuk rute menuju objek wisata terkenal dan bagian dari Tujuh Keajaiban Dunia UNESCO, Machu Picchu. Kereta vistadome melayani rute Cusco di ketinggian 3.486 mdpl, menuruni Pegunungan Andes menuju Machu Picchu di lembah Urubamba (2.438 mdpl). Selama perjalanan sejauh 111 km atau hampir empat jam, kita tidak hanya disuguhi pemandangan indah pegunungan saja.

Tepat di gerbong paling belakang ada semacam lounge dengan pengaturan kursi bak di restoran. Supaya penumpang tidak bosan, kru kereta menyiapkan aneka kegiatan seperti pertunjukan musik hidup (live music), tari topeng Saqras dari Suku Paucartambo dengan kostum berwarna cerah seperti pelangi. Setelah itu, penumpang disuguhi atraksi peragaan busana dengan model para awak kereta.

Tentu saja aneka makanan berat dan snack turut disuguhi kru kepada penumpang selama perjalanan. Uniknya, di gerbong paling buncit ini ada semacam lobi dengan kursi berbentuk sofa memanjang. Tepat di ujungnya ada sebuah pintu besar menuju balkon terbuka dengan pembatas besi. Balkon ini bisa dimanfaatkan penumpang untuk berfoto ria dengan latar belakang salju Pegunungan Andes atau sekadar berdiri mematung menyaksikan keindahan alam. Keren ya.

Nah, kapan kamu terakhir kali naik si ular besi? Kalau belum pernah, tunggu apa lagi. Yuk kita jalan-jalan naik kereta api.***

Tags: KAIKereta ApiKereta Api Panoramic
 
 
 
 
Sebelumnya

Proteksi Holistik Rey Hadir di Samsung Gift Indonesia, Dukung Masyarakat Hidup Lebih Sehat 

Selanjutnya

Sidak Lokasi Pusat Data, Menkominfo Minta Selesai Tepat Waktu dengan Kualitas Optimal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Jasa Marga Kenalkan Ekosistem Travoy di IIMS 2026, Siap Kawal Mudik Lebaran

Jasa Marga Kenalkan Ekosistem Travoy di IIMS 2026, Siap Kawal Mudik Lebaran

oleh Stella Gracia
12 Februari 2026 - 12:08

Stabilitas.id — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperkenalkan ekosistem aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy) dalam ajang Indonesia International...

Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Jalan, Jasa Marga Percepat Perbaikan Tol

Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Jalan, Jasa Marga Percepat Perbaikan Tol

oleh Stella Gracia
2 Februari 2026 - 12:13

Stabilitas.id — PT Jasa Marga (Persero) Tbk mempercepat inspeksi dan perbaikan perkerasan di sejumlah ruas jalan tol menyusul gangguan permukaan...

Pembangunan IKN 2026 Gunakan Anggaran APBN Rp6 Triliun

Pembangunan IKN 2026 Gunakan Anggaran APBN Rp6 Triliun

oleh Stella Gracia
5 Januari 2026 - 09:50

Stabilitas.id — Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun 2026 dipastikan menggunakan anggaran sebesar Rp6 triliun yang bersumber dari Anggaran...

SIG Pasok 98.000 Ton Semen untuk Pembangunan Tol Serang–Panimbang

SIG Pasok 98.000 Ton Semen untuk Pembangunan Tol Serang–Panimbang

oleh Stella Gracia
27 Oktober 2025 - 15:06

Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional. Hingga...

Semen Mortar, Inovasi Praktis yang Mendorong Efisiensi Konstruksi Modern

Semen Mortar, Inovasi Praktis yang Mendorong Efisiensi Konstruksi Modern

oleh Sandy Romualdus
7 Oktober 2025 - 10:05

Stabilitas.id - Dalam dunia konstruksi modern, efisiensi dan ketepatan waktu menjadi dua faktor utama yang menentukan keberhasilan proyek. Salah satu material...

80 Tahun KAI: Dari Rel Perjuangan, Menyatukan Negeri, Menuju Transportasi Publik Modern dan Digital

80 Tahun KAI: Dari Rel Perjuangan, Menyatukan Negeri, Menuju Transportasi Publik Modern dan Digital

oleh Stella Gracia
24 September 2025 - 14:07

Stabilitas.id – Perjalanan perkeretaapian Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang bangsa ini. Dari rel pertama yang dibangun Belanda di...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Sidak Lokasi Pusat Data, Menkominfo Minta Selesai Tepat Waktu dengan Kualitas Optimal

Sidak Lokasi Pusat Data, Menkominfo Minta Selesai Tepat Waktu dengan Kualitas Optimal

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance