AFTECH berkomitmen mengarahkan pembiayaan P2P lending (LPBBTI) untuk sektor produktif UMKM, serta mendorong implementasi inovasi credit scoring (PKA).
Stabilitas.id – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menegaskan komitmennya bahwa penyaluran pembiayaan produktif melalui Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau peer-to-peer (P2P) lending akan tetap diarahkan untuk menopang sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menjelaskan bahwa platform P2P lending telah bertransformasi menjadi salah satu instrumen keuangan alternatif yang paling diminati oleh para pelaku usaha di akar rumput, terutama bagi jenis usaha yang berskala individu atau perorangan.
“P2P lending ini adalah salah satu alternatif pembiayaan yang banyak digunakan untuk UMKM,” ungkap Firlie dalam konferensi pers di sela-sela agenda Indonesia Digital Bank Summit 2026 di Jakarta, Selasa (7/7).
Langkah strategis untuk tetap mempertahankan fokus pada segmen UMKM ini meluncur di tengah dinamika koreksi pasar keuangan digital. Merujuk data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi penyaluran pembiayaan pada sektor fintech produktif sempat mencatatkan tren penurunan performa sebesar 34,09 persen pada periode April 2026 lalu.
Kendati tengah menghadapi fase penurunan secara makro, AFTECH memastikan seluruh platform di bawah naungannya akan tetap konsisten memprioritaskan arus modal ke sektor-sektor produktif. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas serta memberikan dampak kontribusi yang jauh lebih besar terhadap perputaran roda ekonomi nasional.
Inovasi Credit Scoring
Guna mengantisipasi risiko serta mengoptimalkan kualitas penyaluran dana produktif ke depan, AFTECH menyodorkan solusi alternatif berbasis ekosistem teknologi. Salah satu langkah terobosan yang kini gencar didorong adalah pemanfaatan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) atau sistem credit scoring inovatif.
Berikut adalah peran strategis implementasi sistem PKA dalam ekosistem pembiayaan produktif:
| Komponen Infrastruktur | Mekanisme Kerja Teknologi | Dampak Positif Bagi Sektor Produktif |
|
Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA)
|
Memantau dan menganalisis rekam jejak serta tingkat kelayakan calon debitur secara real-time. BERITA TERKAIT |
Memitigasi risiko kredit macet sebelum dana disalurkan oleh platform pembeli. |
|
Credit Scoring Inovatif
|
Membuka akses data non-konvensional bagi pelaku UMKM yang belum tersentuh perbankan (unbanked). |
Memperluas jangkauan dan mempercepat proses persetujuan pembiayaan produktif. |
Melalui penguatan integrasi sistem layanan penilaian risiko terkomputerisasi ini, industri keuangan digital diharapkan dapat meminimalkan keraguan para pemberi dana (lender). Dengan begitu, stabilitas penyaluran modal ke sektor-sektor usaha produktif di Indonesia dapat terus terjaga dan tumbuh secara berkelanjutan. ***

















