Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea resmi meluncurkan konektivitas pembayaran QR antarnegara pada Rabu (1/4/2026). Kerja sama ini memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di Korea Selatan menggunakan aplikasi domestik tanpa perlu menukar valuta asing, dengan konversi langsung ke mata uang lokal yang lebih kompetitif.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari Joint Vision Statement (JVS) antara Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung. Konektivitas ini diharapkan menjadi fondasi integrasi ekonomi digital yang inklusif bagi kedua negara.
“Terhubungnya pembayaran QR antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha,” ujar Perry dalam seremoni peluncuran yang dilakukan serentak di Jakarta dan Seoul.
BERITA TERKAIT
Data Performa QRIS Antarnegara
Hingga Februari 2026, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah mencapai 60,77 juta. Tren penggunaan QRIS lintas negara juga menunjukkan dominasi transaksi masuk (inbound) dibandingkan transaksi keluar (outbound).
Pada tahun buku 2025, BI mencatat transaksi inbound mencapai 5,89 juta transaksi, jauh melampaui transaksi outbound yang tercatat sebanyak 1,68 juta transaksi. Berikut adalah capaian QRIS antarnegara di beberapa negara mitra utama hingga Februari 2026:
| Negara Mitra | Sejak | Volume Transaksi | Nominal Transaksi |
| Malaysia | Mei 2023 | 10,66 Juta | Rp2,75 Triliun |
| Thailand | Ags 2022 | 1,64 Juta | Rp656,27 Miliar |
| Singapura | Nov 2023 | 554.510 | Rp179,28 Miliar |
| Jepang | Ags 2025 | 5.088 | Rp428,80 Juta |
Daftar Bank dan PJP Pelaksana
Implementasi tahap awal per 1 April 2026 melibatkan sejumlah institusi keuangan besar, di antaranya:
-
Perbankan: BCA, Bank Mandiri, BNI, CIMB Niaga, BTN, Bank Mega, Nobu Bank, OCBC, Permata Bank, Sinarmas, dan Bank Woori Saudara.
-
Lembaga Non-Bank: Airpay International (ShopeePay), Espay (Dana), Finnet, dan Netzme.
Sementara itu, beberapa pemain besar seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Danamon, BSI, dan GoPay (Dompet Anak Bangsa) dijadwalkan akan mengimplementasikan layanan ini secara bertahap.
Deputi Gubernur Bank of Korea, Chang Cheong-soo, menambahkan bahwa kolaborasi strategis ini merupakan tonggak penting dalam mempererat hubungan finansial kedua negara melalui sistem pembayaran yang aman, andal, dan efisien. ***
















