JAKARTA, Stabilitas.id – Bank Neo Commerce (BNC) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 15 kali dari sisa saham yang belum dilaksanakan, pada aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) VI atau Right Issue.
Jumlah saham yang ditawarkan pada Right Issue BNC kali ini sebanyak 2.617.133.843 (dua miliar enam ratus tujuh belas juta seratus tiga puluh tiga ribu delapan ratus empat puluh tiga) saham baru, dengan harga pelaksanaan Rp650 per saham.
Selama periode perdagangan HMETD yang berlangsung pada 24 – 30 November 2022, tercatat bahwa terjadi kelebihan pemesanan tambahan mencapai 1,16 miliar lembar saham atau setara dengan Rp756 miliar.
BERITA TERKAIT
Head of Corporate Secretary, PT Bank Neo Commerce Tbk, Agnes F. Triliana mengatakan, Right Issue BNC kembali mengalami oversubscribed, atau permintaan melebihi dari jumlah saham yang ditawarkan.
“Tingginya animo investor ini, baik investor lama maupun baru, menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya terhadap kinerja positif yang ditunjukkan oleh BNC dan makin mengukuhkan posisi BNC sebagai salah satu bank digital terdepan di Indonesia,” ungkap Agnes.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD VI, akan digunakan Perseroan untuk memperkuat modal inti dan sebagai modal kerja pengembangan Usaha Perseroan. Proporsi kepemilikan saham Bank Neo Commerce setelah pelaksanaan PMHMETD VI adalah Akulaku Silvrr Indonesia sebesar 25,66%, Gozco Capital sebesar 12,4%, dan Rockcore Financial sebesar 6,12%.
“Gelaran Right Issue yang baru saja BNC lakukan berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusiasme yang besar dari pasar. Dukungan konsisten yang BNC terima dari berbagai stakeholders dalam beberapa tahun terakhir membuat BNC tumbuh cepat dengan menghasilkan berbagai kinerja positif yang diapresiasi pasar.” tutup Agnes.***

















