PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) dan Akulaku Group berkolaborasi dengan BAZNAS RI menyalurkan bantuan pangan darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT pada pertengahan Agustus 2026.
Stabilitas.id – Guncangan gempa bumi yang mengoyak Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 silam menyisakan duka mendalam. Di balik puing-puing infrastruktur dan rumah warga yang luluh lantak, terselip krisis yang tak kalah mendesak: menipisnya stok pangan di masa tanggap darurat. Memastikan perut para penyintas tetap terisi seketika menjadi perlombaan melawan waktu yang tak bisa ditawar.
Merespons jerit kemanusiaan tersebut, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) bersama Akulaku Group memilih untuk tidak berdiam diri. Dua entitas ini turun tangan merajut jaring pengaman sosial dengan menyalurkan bantuan logistik. Menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, aliansi korporasi ini mendistribusikan bahan pangan pokok—mulai dari beras, minyak goreng, hingga mi instan—untuk menyambung napas para korban di titik-titik bencana.
Langkah taktis ini dikukuhkan melalui penyerahan bantuan secara simbolis di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada 10 September 2026. Direktur Operasional & Teknologi Informasi BNC, Adrian Soewardjo, memahami betul urgensi di lapangan. “Kami melihat bahwa dalam situasi bencana, kebutuhan dasar seperti pangan menjadi salah satu hal yang perlu segera dipenuhi,” ujarnya.
BERITA TERKAIT
Bagi BNC, menyerahkan estafet distribusi kepada BAZNAS bukanlah tanpa alasan. Medan pascagempa yang sarat akan tantangan akses membutuhkan jaringan kemanusiaan yang tangguh. Melalui BAZNAS, BNC berharap setiap butir beras dan tetes minyak goreng dapat menjangkau masyarakat secara efektif, transparan, dan akuntabel.
Semangat kolektif ini turut diamini oleh Edy Salim, Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia. Baginya, bencana tak bisa hanya dihadapi oleh satu pihak. “Kami percaya bahwa ketika dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat bergerak menuju tujuan kemanusiaan yang sama, dampak yang dihasilkan dapat menjadi lebih besar,” tuturnya tegas.
Komitmen lintas sektor ini semakin terasa nyata dengan hadirnya jajaran petinggi dari setiap institusi dalam prosesi serah terima. Dari kubu korporasi, hadir pula Direktur Utama PT Akulaku Silvrr Indonesia, Herryson. Sementara itu, jajaran teras BAZNAS RI diwakili oleh H. Syarifuddin, H. Fitriansyah Agus Setiawan, Budi Setiawan, serta Fahruddin yang bersiap mengeksekusi misi di garis depan.
Manuver filantropi BNC sejatinya bukanlah cerita baru. Jejak kepedulian mereka telah terekam saat bencana banjir bandang dan tanah longsor menyapu Sumatra pada penghujung 2025. Kala itu, bersama BAZNAS RI, BNC menginisiasi pembangunan fasilitas sumur air bersih di Desa Lopian, Tapanuli Tengah, demi memulihkan hajat hidup dan fasilitas pendidikan warga setempat.
Kini, di bawah langit NTT, kolaborasi BNC dan Akulaku Group kembali diuji. Di tengah kerasnya masa pemulihan awal, bantuan pangan ini tak ubahnya secercah harapan. Ia menjadi bukti bahwa di tengah reruntuhan akibat murka alam, empati korporasi dan solidaritas kemanusiaan masih berdiri kokoh untuk menopang mereka yang nyaris rubuh. ***
Editor : Sandy Romualdus

















