Bank Banten membantah adanya fakta material tersembunyi dan memastikan nihil aksi korporasi usai volume saham BEKS melonjak hingga 590 juta lembar.
Stabilitas.id – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) menegaskan tidak memiliki informasi atau fakta material tersembunyi di balik lonjakan tajam volume transaksi dan harga saham perseroan. Klarifikasi resmi tersebut disampaikan manajemen Bank Banten melalui surat tanggapan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis di keterbukaan informasi, Rabu (7/10/2026). Bank milik Pemerintah Provinsi Banten ini juga memastikan belum memiliki agenda aksi korporasi dalam kurun waktu dekat.
Tanggapan perseroan dilayangkan untuk menjawab surat konfirmasi bursa Nomor S-12532/BEI.PP1/09-2026 tertanggal 29 September 2026. Regulator pasar modal meminta penjelasan terkait peningkatan aktivitas transaksi saham BEKS yang bergerak di luar kebiasaan.
Berdasarkan data bursa pada 29 September 2026, volume perdagangan saham BEKS meroket tajam mencapai 590.445.600 lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 5.192 kali. Angka tersebut melonjak hampir 100 kali lipat dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang hanya membukukan 6.003.700 lembar saham dengan frekuensi 213 kali transaksi.
BERITA TERKAIT
Seiring derasnya arus transaksi, harga saham emiten perbankan daerah ini terkerek naik Rp7 atau melesat 31,82 persen dari level Rp22 menjadi Rp29 per lembar saham.
Manajemen Bank Banten menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi material yang belum terungkap ke publik yang dapat memengaruhi nilai efek atau keputusan pemodal. Perseroan juga tidak menemukan adanya pergerakan mencurigakan dari pemegang saham tertentu yang melanggar ketentuan pelaporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Terkait arah bisnis ke depan, manajemen memastikan tidak ada rencana ekspansi anorganik yang dapat memengaruhi pencatatan saham di bursa.
“Dalam waktu 3 bulan mendatang Perseroan belum memiliki rencana untuk melaksanakan aksi korporasi,” demikian jawaban Bank Banten dalam surat keterbukaan informasi tersebut.
Bank Banten turut memastikan pemegang saham utama maupun pemegang saham pengendali (PSP) tidak memiliki rencana mengubah porsi kepemilikan saham dalam jangka pendek.
Operasional perbankan dipastikan berjalan normal tanpa adanya peristiwa krusial yang mengganggu kelangsungan hidup perseroan. ***

















