• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Sentil Dominasi China dan Brazil di Industri Halal, Mendagri Dorong Optimalisasi Ekonomi Syariah Daerah

oleh Stella Gracia
7 Juli 2026 - 14:56
12
Dilihat
Sentil Dominasi China dan Brazil di Industri Halal, Mendagri Dorong Optimalisasi Ekonomi Syariah Daerah
0
Bagikan
12
Dilihat

Mendagri Tito Karnavian menyerahkan Anugerah Adinata Syariah 2026 kepada sejumlah pemda berprestasi guna memacu pertumbuhan industri halal dan ekonomi daerah.

Stabilitas.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menghadiri sekaligus menyerahkan secara langsung penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026 kepada sejumlah pemerintah daerah (pemda) yang dinilai berprestasi. Langkah ini diharapkan dapat memacu kontribusi sektor syariah terhadap pertumbuhan ekonomi di tingkat regional maupun nasional.

Pemberian penghargaan yang diinisiasi oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini berlangsung di Gedung Transmedia, Jakarta, Senin (6/7) malam. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen, inovasi, serta kontribusi nyata pemda dalam memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah di Indonesia harus dipandang secara berimbang. Menurutnya, sektor ini tidak boleh hanya ditempatkan sebagai isu keagamaan semata, melainkan harus dilihat sebagai peluang komersial besar yang mampu mendorong kemajuan ekonomi daerah.

BERITA TERKAIT

Tembus Rp 159,8 Triliun, Penyaluran KUR Hingga Juli 2026 Jangkau 2,5 Juta Debitur

Lindungi Pedagang Lokal, Kementerian UMKM Wajibkan Marketplace Diskon Biaya Layanan 50%

Cegah PHK Massal PPPK, Pemerintah Longgarkan Batas Belanja Pegawai APBD 30% via UU APBN

Fauzi Arfan Terpilih Jadi Ketua Umum AASI 2026–2029, Fokus Kemandirian Industri

“Supaya ekonomi syariah ini menjadi potensi untuk kontributor bagi pertumbuhan ekonomi dan Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, kita memiliki potensi yang luar biasa,” ujar Tito, Selasa (7/7).

Pada penyelenggaraan tahun ini, Anugerah Adinata Syariah 2026 berfokus pada tiga kategori penilaian strategis yang diserahkan kepada pemerintah daerah, antara lain:

  • Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah: Diberikan kepada daerah yang sukses membangun ekosistem edukasi dan literasi keuangan syariah sejak dini.

  • Pariwisata Ramah Muslim: Apresiasi untuk pemda yang berhasil mengembangkan infrastruktur penunjang sektor pariwisata ramah muslim (halal tourism).

  • Inkubasi Bisnis Syariah: Penghargaan atas program kerja pemda dalam mendampingi serta menumbuhkan pelaku usaha berbasis syariah di daerah.

Tito menggarisbawahi bahwa ruang pertumbuhan industri halal di Indonesia masih sangat longgar. Ia pun sempat menyentil dinamika pasar global, di mana rantai pasok dan sertifikasi produk halal dunia saat ini justru didominasi oleh negara-negara non-muslim.

“Data yang saya dapatkan, negara penghasil sertifikat halal (industri halal) misalnya, itu adalah negara-negara yang memang bukan negara dengan mayoritas penduduk muslim. Contohnya China, kemudian Brazil, kemudian Australia,” ungkap Mendagri.

Oleh karena itu, lewat ajang penghargaan ini, ia berharap pemda semakin termotivasi untuk merebut pasar tersebut, baik untuk mengamankan kebutuhan domestik maupun membidik peluang ekspor global seperti ke kawasan Timur Tengah.

Meskipun pemerintah tengah gencar memacu pertumbuhan ekosistem industri halal, Tito memastikan bahwa arah kebijakan ini tetap berjalan beriringan dengan komitmen kebangsaan. Pengembangan ekonomi syariah dirancang murni untuk memanfaatkan peluang pasar yang masif dengan tetap memegang teguh prinsip pluralisme serta menghormati seluruh agama di Indonesia.

Acara penyerahan penghargaan bergengsi ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pejabat tinggi negara. Di antaranya adalah Wakil Presiden ke-13 RI K.H. Ma’ruf Amin, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, serta Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub. ***

Tags: #Ekonomi SyariahAnugerah Adinata Syariah 2026Industri HalalKemendagriKementerian UMKMKNEKSMa'ruf AminPemda BerprestasiTito Karnavian
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Kejar Tenggat UU P2SK, Pemerintah Pertimbangkan KEK Jadi Pusat Finansial Internasional

Selanjutnya

Serap 77,8 Juta Saham, BNI Tuntaskan Program Buyback Tahun 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Atasi Hambatan Investasi, Satgas P2SP Selesaikan 58 Aduan Pelaku Usaha hingga April 2026

Ogah Naikkan Tarif, Menkeu Purbaya Pilih Strategi ‘Angsa Emas’

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 07:22

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak. Strategi difokuskan pada ekstensifikasi dan kepatuhan pajak jualan online....

Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

Pastikan Efisiensi Anggaran MBG 2026, Kopdes Wajib Lolos Audit BPKP

oleh Stella Gracia
16 Juli 2026 - 06:29

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 akan diefisiensikan. Kemenkeu siap tutup SPPG yang bermasalah....

BI: Uang Beredar Naik 7,34%, Efek Pelonggaran Moneter dan Dorongan Fiskal Pemerintah

S&P Tahan Rating Utang RI di Level BBB, BI Sebut Bukti Kepercayaan Global Tetap Solid

oleh Stella Gracia
15 Juli 2026 - 14:59

Bank Indonesia (BI) menyambut positif keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB dengan outlook...

Menkeu Purbaya Targetkan Rp60 Triliun dari Penunggak Pajak, Ada Bos Besar Masuk Radar

Rasio Utang RI Tembus 40,54% PDB di 2025, Menkeu Purbaya Tegaskan APBN Tetap Sehat

oleh Sandy Romualdus
15 Juli 2026 - 14:52

Meta Description: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan rasio utang RI tahun 2025 sebesar 40,54% PDB masih aman di bawah...

Enam Gebrakan Purbaya dalam Sebulan Pimpin Kemenkeu

Laporan APBN 2025: Di Tengah Gejolak Global, Ekonomi RI Tumbuh 5,11%

oleh Stella Gracia
15 Juli 2026 - 13:53

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan pertanggungjawaban APBN 2025. Di tengah gejolak global, ekonomi RI tumbuh 5,11% dan defisit terjaga...

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

Realisasi Anggaran Pendidikan APBN 2025 Hanya 19,1%, Menkeu Purbaya Beberkan Kendalanya

oleh Stella Gracia
15 Juli 2026 - 12:53

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui realisasi anggaran pendidikan APBN 2025 baru mencapai 19,1%. Pemerintah siapkan program Sekolah Rakyat dan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

    Tarik PPh 22 di Marketplace, DJP Bidik Pajak Digital Melonjak Hingga Rp 24 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJP Kejar Pajak Digital, Strava dan Kling AI Resmi Kena PPN 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didorong Danantara, PLN Group Bakal Ciutkan 44 Anak Usaha Menjadi 23 Unit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

Data Lengkap Rekening Judol: Laporan BCA, BRI, & BNI Tembus Belasan Ribu

Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

Fundamental Kokoh, BI Sebut Tekanan Rupiah Murni Terkerek Sentimen Global

BI Rate Mendaki, OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Tebal dan Kredit Tumbuh 11,51%

Ogah Naikkan Tarif, Menkeu Purbaya Pilih Strategi ‘Angsa Emas’

Semester I-2026: Laba Bersih Bank BTN (BBTN) Melonjak 40,8% Jadi Rp 2,4 Triliun

Berkat Efisiensi CASA, Cost of Fund (CoF) BBTN Susut Jadi 3%

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
BNI Perkuat Edukasi Anti-Phishing, Kenalkan Panduan Aman PERIKSA untuk Nasabah Korporasi

Serap 77,8 Juta Saham, BNI Tuntaskan Program Buyback Tahun 2026

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance