Ekosistem bullion bank nasional sukses menghimpun 153 ton emas sejak diluncurkan. Di sisi lain, harga emas Antam terpantau merosot Rp 20.000 menjadi Rp 2,615 juta per gram.
Stabilitas.id – Ekosistem perbankan emas (bullion bank) nasional terbukti menunjukkan taji dalam memperkuat ketahanan ekonomi domestik. Sejak resmi diluncurkan pada 20 Februari 2025 lalu, ekosistem bullion nasional tercatat telah berhasil mengumpulkan total emas mencapai 153 ton.
Pencapaian ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, dalam forum Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurut Ferry, akumulasi ratusan ton emas tersebut disimpan dan dikelola melalui dua institusi utama yang ditunjuk pemerintah, yaitu PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
BERITA TERKAIT
“Sejak 20 Februari 2025 kami sudah mengakumulasi total emas, baik di Pegadaian maupun Bank Syariah Indonesia, sekitar 153 ton. Ini satu hal yang juga terus akan kami kembangkan,” ujar Ferry.
Ferry menilai pengembangan ekosistem bullion ini merupakan bagian dari reformasi besar sektor keuangan pemerintah untuk memperdalam pasar modal serta mempertebal bantalan ekonomi nasional di tengah tensi ketidakpastian global yang kian memanas.
Langkah Pendalaman Pasar Keuangan dan Dedolarisasi
Selain mengandalkan tabungan emas raksasa lewat skema bullion, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus menggulirkan berbagai kebijakan strategis untuk menjaga kepercayaan investor global:
-
Ekspansi Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transaction/LCT): Guna menekan ketergantungan pada dolar AS, implementasi LCT kini telah berjalan efektif dengan enam negara mitra utama, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA).
-
Penyempurnaan Kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE): Aturan penempatan DHE terus diperketat guna mencegah praktik pelaporan nilai di bawah semestinya (under-invoicing) serta memitigasi risiko transfer pricing.
-
Penyaluran KUR Rp 340 Triliun: Pemerintah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) fantastis sebesar Rp 340 triliun pada tahun ini demi menyokong permodalan sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja baru.
Langkah-langkah penstabil ini terbukti menjaga optimisme lembaga keuangan global terhadap Indonesia. Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5% pada 2026, sedangkan Asian Development Bank (ADB) mematok angka lebih tinggi di level 5,2%.
Harga Emas Antam Amblas Rp 20.000 per Gram
Di saat ekosistem simpanan emas nasional mencetak rekor, harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di pasar ritel justru terpantau mengalami koreksi tajam.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia pada Selasa (14/7) pukul 09.47 WIB, harga emas Antam amblas Rp 20.000 per gram menjadi Rp 2.615.000 per gram. Penurunan ini melanjutkan tren koreksi dengan nominal yang sama dari perdagangan hari sebelumnya.
Sejalan dengan itu, harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga turun ke level Rp 2.352.000 per gram.
Aturan Pajak Transaksi Emas:
-
Pembelian: Dikenakan PPh sebesar 0,25% dari harga dasar yang tertera.
-
Penjualan Kembali (Buyback): Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000, nasabah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% yang dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Daftar Harga Dasar Emas Batangan Antam (Selasa, 14 Juli 2026)
| Ukuran Emas | Harga Dasar (Rupiah) |
| 0,5 Gram | 1.357.500 |
| 1 Gram | 2.615.000 |
| 2 Gram | 5.170.000 |
| 3 Gram | 7.730.000 |
| 5 Gram | 12.850.000 |
| 10 Gram | 25.645.000 |
| 25 Gram | 63.987.000 |
| 50 Gram | 127.895.000 |
| 100 Gram | 255.712.000 |
| 250 Gram | 639.015.000 |
| 500 Gram | 1.277.820.000 |
| 1.000 Gram | 2.555.600.000 |

















