• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Internasional

Siasati Dominasi Ekonomi China

by Sandy Romualdus
7 Mei 2016 - 00:00
14
VIEWS
Siasati Dominasi Ekonomi China
0
SHARES
14
VIEWS

Dalam satu dekade terakhir perekonomian China mulai diperhitungkan setelah menjelma menjadi eksportir terbesar dunia. Padahal sampai tahun 1990, Negara Tirai Bambu itu hampir tidak punya peran dalam kancah perdagangan dunia. Kehadiran China yang dramatik di panggung perekonomian dunia menjadi bukti keberhasilan reformasi ekonomi di sana.

Meski dalam beberapa tahun terakhir negeri itu mengalami pelemahan, namun keperkasaan dan dominasi ekonominya di tingkat regional dan global tidak berkurang banyak.

  • Baca juga: Manfaatkan Alat Otomatis Artex AI: Peretas Tembus Sistem Tujuh Bank Raksasa di Seoul

Memang, ketika ekonomi negara berpenduduk 1,4 miliar orang ini mulai menunjukkan perlambatan, negara-negara lain mulai khawatir ikut terbawa oleh perlambatan itu. Pelaku ekonomi berharap hal ini tidak membawa mereka ke jurang yang lebih dalam.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Indonesia, memiliki persoalannya sendiri ketika berhadapan dengan China. Maraknya produk-produk asal Negeri Panda sudah mulai terjadi sejak disepakatinya Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (ASEAN-China Free Trade Agreement/ACFTA) pada 2010. Kini hubungan ekonomi RI-China terlihat lebih mesra ketika pemerintahan Joko Widodo banyak mengandalkan dana-dana dari China untuk menggenjot sektor infrastruktur.
Kerjasama Business to Business (B2B) antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan China juga tak kalah marak.

Misalnya pabrik Indonesia bekerjasama perusahaan China yang akan membangun pabrik pelat tembaga di Gresik dan perusahaan otomotif ternama Indonesia bekerja sama membangun industri otomotif di negara kita; menambah deretan perusahaan otomotif China yang masuk ke pasar Indonesia. Kecenderungan yang sulit dibendung.

Agar hal tersebut tidak memberikan dampak negatif, yang diperlukan adalah pemerintah Indonesia memberikan prinsip-prinsip dan kriteria yang perlu diperhatikan para mitra dagang China di Indonesia yang akan melakukan kerjasama dengan perusahaan China, sehingga terjadi win-win solution dengan daya tawar yang seimbang.

Strategi Kunci

Tidak ada jalan lain selain mempertajam berbagai strategi kunci, antara lain: menguasai prinsip dan peluang yang terbuka pada Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (ASEAN-China Free Trade Agreement/ ACFTA). Dengan diberlakukannya perjanjian tersebut pada tahun 2010, dampaknya telah banyak terasa baik membanjirnya barang-barang China, merebaknya tenaga kerja terampil maupun semi terampil, maraknya pinjaman China untuk pembiayaan infrastruktur, hingga pembukaan pabrikpabrik China ke Indonesia.

Sejatinya, apapun konsekuensi ACFTA tidak menjadi masalah serius ketika kita mampu memanfaatkan momentum ini dengan berbagai strategi yang tepat yang diikuti dengan manajemen risiko terpadu tingkat negara dan tingkat makro. Ada sederet harapan, sekaligus strategi yang bisa dilakukan pemerintah agar konsekuensi negatif dari dominasi ekonomi China tidak terjadi.

Pertama, melakukan riset guna atas kondisi ASEAN dan China sekaligus memahami prospek, upaya dan target pencapaian ACFTA dengan seimbang.

Kedua, evaluasi atas percepatan dan perluasan pengembangan infrastruktur berdasarkan tiga pilar utama: strategi peningkatan potensi wilayah melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan di dalam koridor ekonomi, strategi memperkuat konektivitas nasional, strategi meningkatkan kapasitas SDM dan IPTEK.

Ketiga, peningkatan daya saing daerah, produk, dan aliran investasi asing.

  • Baca juga: Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Keempat, evaluasi peraturan, perizinan, kebijakan agar dapat mendorong kekuatan pengusaha lokal, bisnis domestik, terutama dalam daya saing dan efisiensi.

Kelima, pendidikan yang tepat guna, sertifikasi keahlian MRA, kurikulum pembekalan ACFTA di sekolah, pengembangan sektor jasa nasional, kualitas SDM.

Keenam, meningkatkan kapasitas pemasaran lokal maupun regional dan global, produksi, manajemen, sinegi dengan pemerintah dan sesama pengusaha yang terkait, supply chain management.

Ketujuh, membuat Cetak Biru Pemerintah yang dilengkapi dengan langkah-langkah komitmen dan integrasi ekonomi.

Kedelapan, memetakan kekuatan industri, serta bisnis dan sektor ekonomi unggulan dan primadona dalam negeri, dengan standar yang ditetapkan. 

Kesembilan, implementasi pembangunan berbasis potensi lokal, memperkuat basis ekonomi UMKM dengan segala keunggulannya, semangat kecintaan dan bersaing demi produk Indonesia, gerakan memakai dan mengkonsumsi produk lokal.

Kesepuluh, konsolidasi perbankan nasional sehingga menciptakan bank yang besar mampu bersaing secara regional dan global dari sisi aset, modal, pendanaan, jaringan distribusi, dan teknologi. Juga konsolidasikan bidang lembaga keuangan nonbank.

Kesebelas, memperbaiki daya saing secara terpadu: sumberdaya manusia, peraturan, infrastruktur, efisiensi dan birokrasi, reformasi perizinan, penegakan dan kepastian hukum serta kepastian berusaha.

Keduabelas, program terintegrasi secara kuantitas dan kualitas meningkatkan produksi nasional dalam menghadapi arus arus modal, investasi, tenaga kerja terampil, pelayanan dan barang.

Ketigabelas, pengendalian mutu, reformasi fasilitas pendidikan yang tepat sasaran untuk membentuk karakter, daya saing, jiwa wirausaha dan profesionalitas,

  • Baca juga: Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

Keempatbelas, program pemerataan ekonomi ke sentrasentra produksi berbasis agribisnis dalam arti luas: kehutanan perikanan, perkebunan, kelautan, pertanian dan peternakan.

Kelimabelas, mendorong industri pengolahan produk manufaktur yang berbasis sumberdaya alam menjadi produk olahan dan komoditas yang bernilai tambah.

 
 
 
 
 
Previous Post

Membidik Peluang di Era MEA

Next Post

Di Bawah Bayang-Bayang China

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Manfaatkan Alat Otomatis Artex AI: Peretas Tembus Sistem Tujuh Bank Raksasa di Seoul

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:49

Korea Selatan menyelidiki pembobolan data 68.000 nasabah di tujuh bank terkemuka akibat serangan siber otomatis berbasis Artex AI. Stabilitas.id - Pemerintah...

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:11

Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95 persen pada kuartal III/2026 ditopang ekspor dan investasi, memicu ADB merevisi proyeksi pertumbuhan tahunan menjadi 7,8...

Setahun Berjalan, Bullion Bank Pegadaian dan BSI Himpun 153 Ton Emas

Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

by Stella Gracia
23 September 2026 - 10:36

Tiongkok membukukan rekor impor emas melampaui 1.000 ton senilai Rp2.811 triliun. Manuver ini menjadi langkah mitigasi risiko seiring kolapsnya properti...

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:49

IMF membunyikan alarm terkait rasio utang publik global yang akan melampaui 100% PDB pada 2029. Investor mulai rekalibrasi portofolio menjauhi...

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

by Stella Gracia
18 September 2026 - 18:14

Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75-4,00 persen demi menekan inflasi, mengabaikan kritik dan desakan Presiden Donald...

Deeskalasi Timur Tengah: Trump Tangguhkan Serangan, Iran Ajukan Proposal 10 Poin

Ambisi Trump di Ladang Emas Hitam: Bayang-Bayang Skenario Venezuela di Tanah Persia

by Stella Gracia
14 September 2026 - 14:48

Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil alih kendali minyak Iran mengadopsi skenario kesepakatan Venezuela, di tengah memanasnya konflik Selat...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
CIMB Niaga Gunakan Sistem Core Banking Baru

Bayar Tiket AirAsia Indonesia Kini Bisa Lewat Rekening Ponsel CIMB Niaga

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance