SIG mencatat volume penjualan semen 18,27 juta ton pada semester I-2026, tumbuh 5,6% YoY. SIG kini membidik penguatan pasar Jawa Barat.
Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil membukukan total volume penjualan semen sebesar 18,27 juta ton sepanjang semester I-2026. Angka ini tumbuh 5,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 17,3 juta ton.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa peningkatan volume penjualan ditopang oleh penajaman fokus pengelolaan pemasaran, optimalisasi ketersediaan produk, serta perluasan jangkauan di pasar mikro.
Langkah transformasi ini juga disebut sejalan dengan komitmen Badan Pengelola (BP) BUMN dan BPI Danantara dalam meningkatkan value creation entitas BUMN.
BERITA TERKAIT
”Kinerja penjualan yang positif merupakan bukti konsistensi SIG menjalankan transformasi, khususnya dalam penguatan pengelolaan pasar mikro. Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara sehingga transformasi BUMN membuahkan hasil nyata dan menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan,” ujar Vita dalam keterangan tertulis, Senin (27/7).
Penetrasi Jawa Barat
Vita menambahkan, penopang utama pendapatan perseroan berasal dari penjualan segmen ritel yang menyumbangkan sekitar 70% dari total pendapatan SIG.
Guna menjaga momentum pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini, perseroan membidik perluasan pangsa pasar potensial di Jawa Barat. Langkah strategis menggarap wilayah Tanah Pasundan tersebut didasari oleh tren pertumbuhan permintaan semen nasional di Jawa Barat yang melonjak 7,5% YoY selama semester I-2026.
”Penguatan pasar mikro di berbagai wilayah penjualan merupakan langkah strategis SIG untuk memenangkan persaingan dan menjadi motor penggerak pertumbuhan kinerja berkelanjutan, sekaligus mengukuhkan posisi SIG sebagai market leader di Indonesia,” tegas Vita.
Sebagai holding BUMN di sektor semen, SIG saat ini mengonsolidasikan enam anak usaha produsen semen nasional maupun regional, yakni: PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja Tbk, dan Thang Long Cement Company (Vietnam).
Melalui integrasi fasilitas produksi dan jaringan distribusi tersebut, SIG optimistis dapat terus mengamankan pasokan bahan bangunan secara berkelanjutan untuk mendukung percepatan proyek infrastruktur maupun kebutuhan perumahan masyarakat.***

















