• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

S&P Tahan Rating RI, Menkeu Purbaya: Sentimen Negatif Sirna, Siap-Siap Beli Saham!

oleh Stella Gracia
16 Juli 2026 - 16:33
15
Dilihat
Pasar Modal: Agar Tidak Terus Jadi Followers
0
Bagikan
15
Dilihat

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai keputusan S&P mempertahankan rating BBB Indonesia mematahkan kekhawatiran pasar. Ia menyentil lembaga rating lain yang sempat ‘offside’.

Stabilitas.id – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil menjadi bukti sahih bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah sudah tepat.

  • Baca juga: Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

Purbaya meyakini konfirmasi rapor hijau dari S&P ini akan menjadi sentimen positif kuat yang mampu menyapu bersih kekhawatiran tak berdasar yang sempat membayangi pasar keuangan domestik belakangan ini.

“Harusnya ke depan sentimen negatif di pasar modal, di pasar obligasi, maupun di nilai tukar rupiah akan hilang dengan cepat. Jadi ke depan, nah kalau begitu siap-siap beli saham. Kalau punya dolar, jual dolarnya,” tegas Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

BERITA TERKAIT

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

Belanja Negara Tembus Rp4.097,2 Triliun pada RAPBN 2027, Ini Asumsi Makronya

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Patahkan Kekhawatiran Investor dan Narasi Fiskal ‘Liar’

Menkeu Purbaya tidak menampik bahwa sebelumnya sempat muncul keraguan di kalangan investor mengenai kemampuan pemerintah dalam menjaga fondasi APBN. Spekulasi liar bahkan sempat berembus bahwa Indonesia terancam mengalami penurunan peringkat utang (downgrade).

Namun, penilaian objektif dari S&P kini mematahkan seluruh kecemasan tersebut. Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan fiskal di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dilakukan dengan sangat terukur, prudent, dan penuh kehati-hatian, bukan tanpa kendali seperti yang dikhawatirkan sebagian pihak.

  • Baca juga: Belanja Negara Tembus Rp4.097,2 Triliun pada RAPBN 2027, Ini Asumsi Makronya

Secara berkala, Kementerian Keuangan terus mengevaluasi dan menambal inefisiensi belanja negara. Koordinasi intensif juga rutin dilakukan bersama Kepala Negara.

“Orang kan kesannya seolah-olah kebijakannya liar. Enggak ada itu. Kita diskusikan terus secara reguler. Bapak Presiden memonitor terus kondisi fiskal dan ekonomi secara berkala dan cukup detail,” ungkapnya.

Sentil Lembaga Pemeringkat Lain yang Sempat Offside

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menyentil balik beberapa lembaga pemeringkat internasional lain yang sebelumnya mengeluarkan asesmen bernada terlalu berhati-hati terhadap prospek fiskal Indonesia.

Menurutnya, lembaga-lembaga tersebut terkesan terburu-buru dalam mengeluarkan analisis karena mengambil kesimpulan sebelum data makroekonomi triwulan pertama tahun ini resmi dirilis.

“Lembaga yang sebelumnya, yang lain, ada kemungkinan mereka offside. Karena mereka melakukan asesmen sebelum data triwulan pertama keluar. Saya bilang ya terlalu cepat, bukan mereka salah, ya terlalu cepat. Jadi, ini (S&P) yang lebih fair saya pikir,” pungkas Purbaya.

  • Baca juga: BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Dengan adanya kepastian dari S&P ini, pemerintah berharap kepercayaan investor asing maupun domestik kembali pulih sepenuhnya, sehingga aliran modal masuk (inflow) ke pasar saham dan obligasi dapat kembali melaju kencang. ***

Tags: investasiKebijakan FiskalPasar SahamPrabowo SubiantoPurbaya Yudhi Sadewarating utang IndonesiaS&P Global Ratings
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Catut Nama OJK dan ALUDI, Investasi Ekonomi Hijau Econext Ventures Ditutup

Selanjutnya

Berkat Efisiensi CASA, Cost of Fund (CoF) BBTN Susut Jadi 3%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

oleh Sandy Romualdus
5 September 2026 - 10:05

Simak analisis mendalam pasar keuangan 5 September 2026. Ulasan teknikal IHSG, penguatan Rupiah ke Rp 17.608/USD, lonjakan harga emas Antam...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 22:07

JPMorgan memproyeksikan IHSG mencapai level 7.000 pada akhir 2026. Resiliensi kinerja emiten dan disiplin batas defisit APBN 3% dinilai menjadi...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

oleh Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:52

Dapatkan analisis pasar mendalam hari ini. Pantau arah pergerakan IHSG, nilai tukar Rupiah, harga emas Antam, harga minyak dunia, dan...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Lonjakan Inflasi dan Redupnya Manufaktur: Uji Ketahanan Sektor Konsumer vs Risk-Reward Perbankan

oleh Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:29

Ada risiko pasar dan strategi portofolio pasca-lonjakan inflasi Agustus 2026, kontraksi PMI manufaktur, serta prospek resiliensi sektor perbankan vs sektor...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Saham Blue Chip dan Komoditas Jadi Pemain Utama, Ini Top 10 Saham Pilihan Mandiri Sekuritas

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 18:47

Mandiri Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai level 6.810 pada akhir tahun 2026. Pemulihan pasar saham didorong oleh rotasi ke sektor komoditas,...

Suku Bunga Turun Dorong Penerbitan Obligasi Korporasi

Mandiri Sekuritas Patok Yield SBN 10 Tahun di 6,8%–7,0%, Pasar Mulai Didominasi Investor Domestik

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 18:35

Mandiri Sekuritas memproyeksikan yield obligasi pemerintah Indonesia (INDOGB) 10 tahun mencapai 6,8%–7,0% pada akhir 2026, didukung resiliensi ekonomi domestik dan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Perkuat Strategi Beyond Mortgage, BTN Caplok Kredit Konsumer SMBC Indonesia Rp20 Triliun

Berkat Efisiensi CASA, Cost of Fund (CoF) BBTN Susut Jadi 3%

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance