• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Perbankan

Suku Bunga Deposito Naik Tipis

oleh Sandy Romualdus
15 November 2011 - 00:00
4
Dilihat
Mandiri Salurkan Rp1,4 T Ke Anak Usaha Jasa Marga
0
Bagikan
4
Dilihat

Jakarta – Analisis suku bunga perbankan yang dirilis Bank Indonesia dalam Tinjauan Kebijakan Moneter November 2011 mencatat suku bunga deposito satu bulan Agustus ke September naik tipis sebesar 3 basis poin menjadi 6,83 persen.

Pengamat ekonomi Mirza Adityaswara menilai, penurunan BI rate hingga 50 basis poin bisa jadi tidak mempengaruhi suku bunga deposito menjadi turun. Tidak meratanya kondisi ekses likuiditas diprediksi akan memaksa bank menengah kecil mempertahankan suku bunga deposito tinggi, apalagi jika perbankan didorong untuk memperluas kredit.

"Itu artinya kondisi ekses likuiditas tidak tersebar merata. Bank-bank besar bisa masuk ke pasar uang antarbank pinjam jangka pendek tenor satu bulan di bawah 6 persen, dan juga bank besar bisa masuk pasar obligasi pinjam tenor jangka panjang. Tapi bank menengah kecil yang ingin memacu kredit tapi dananya terbatas terpaksa rebutan dana pihak ketiga (DPK). Jalannya terpaksa dengan suku bunga deposito meningkat," ujar Mirza di Jakarta, Senin (14/11).

BERITA TERKAIT

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Hal tersebut, lanjut Mirza, kemungkinan tidak hanya terjadi pada periode Agustus ke September, tapi setelahnya. Bisa saja pola yang sama terjadi kemudian walaupun BI telah dua kali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 dan 50 basis poin menjadi 6 persen.

Bank kecil, kata Mirza, terpaksa melakukannya jika ingin menggenjot kredit di 2012, apalagi bank-bank yang loan to deposit ratio (LDR)-nya sudah 90 persen. "Kecuali bank-bank tersebut melambatkan laju kredit, maka tidak perlu tambahan DPK. Jadi belum tentu jika BI rate turun maka bunga DPK turun. Kecuali, BI membanjiri likuiditas pasar keuangan," terang Mirza.

Sementara itu, suku bunga kredit turun, masing-masing suku bunga kredit modal kerja turun 11 basis poin menjadi 12,39 persen, kredit investasi turun 4 basis poin menjadi 12,06 persen, sementara kredit konsumsi turun 5 basis poin menjadi 14,25 persen.

Menurut Mirza, suku bunga kredit sendiri diperkirakan tetap akan turun jika bank-bank punya keinginan mengembangkan ekonomi dengan positif. Sebelumnya kasus yang sama pernah terjadi ketika booming ekonomi pada 1994-1997. Ketika itu, perbankan memacu kredit tapi likuiditas tidak merata.

Karena suku bunga kredit turun sementara suku bunga deposito tidak, keuntungan bank tergerus. "Bank-bank tersebut harus rela menurunkan sedikit bunga kreditnya karena kompetisi. Dan karena bunga DPK-nya bank menengah kecil tidak turun, bahkan naik, maka NIM (nett interest margin)-nya turun. Mereka rela NIM tergerus asalkan total laba meningkat," kata Mirza seraya menambahkan, bank-bank besar, karena mengalami ekses likuiditas, diperkirakan dapat menurunkan bunga DPK-nya.

Dikatakan Mirza, hal tersebut sebenarnya dapat dihindari jika setiap bank punya akses terhadap pasar modal. Sayangnya, pasar modal Indonesia masih belum terjangkau bank kecil, berbeda dengan bank besar yang bisa mencari pendanaan alternatif dengan obligasi dan pasar modal.

 
 
 
 
Sebelumnya

Ketika Risiko Harus Dikelola

Selanjutnya

Kartu E-Money Terinterkoneksi di 2013

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:11

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kokoh di tengah langkah Moody’s Ratings yang merevisi outlook...

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 10:32

Stabilitas.id – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan...

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 19:20

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14% secara...

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 12:11

Stabilitas.id – Tren digitalisasi perbankan yang semakin lekat dengan gaya hidup generasi muda mendorong perbankan digital untuk memperkuat strategi pengelolaan...

Terjerat Fraud & Modal Cekak, Izin Usaha BPR Kamadana Dicabut OJK

Terjerat Fraud & Modal Cekak, Izin Usaha BPR Kamadana Dicabut OJK

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 10:47

Stabilitas.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kamadana yang berlokasi di Kintamani,...

Pendaftaran BTN Run 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 7.600 Peserta

Pendaftaran BTN Run 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 7.600 Peserta

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 07:22

Stabilitas.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi membuka pendaftaran BTN RUN 2026 mulai 13 Februari 2026 melalui superapps...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Meratakan Jalan Penurunan Bunga

Meratakan Jalan Penurunan Bunga

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance